(Masih) Memilih Sekolah Untuk Anak

Weekend kemarin, adalah saatnya parenting di sekoah si Ai, ya saatnya ibu-ibu bertemu. Selain arisan dan beberapa pengumuman soal upcoming activity-nya anak-anak beberapa bulan ke depan, ya biasa lah, saling tukeran cerita aja sama bunda guru juga. Berhubung ada juga ibu-ibu dari anak-anak TK B yang pertengahan tahun ini akan melanjutkan ke SD, maka obrolan pun bergulir kesitu. Soal SD.

Whoaaa… lalu mengalirlah percakapan soal daftar dimana, bagaimana sekolahnya, dan tentu saja biaya masuk dan bulanannya. Sejujurnya, agak mengerikan sih ya ngobrolin soal biaya, hehehe… Tapi ya memang, ada harga ada rupa. Disini pembicaraan SD yg dimaksud adalah SD swasta, bukan SD negeri, jadi memang soal biaya masuk sangat bervariasi. Dan, ini adalah informasi yang oke banget, jadi dengarkan saja baik-baik. Dan untuk tahun ajaran baru pertengahan tahun nanti, pendaftaran sudah dibuka dari Januari awal tahun kemarin. Jadi ya, beberapa anak TK B ini sudah punya tempat di SD pillihannya masing-masing.

Saya pribadi, memang berkeinginan untuk memasukkan Ai ke SD swasta saja, bukan ke SD negeri. Karena saya dan mas suami juga masih pikir panjang soal usia masuk SD ini lho. Dan belum final juga walaupun sudah diobrolin dari kapan tau. Ya, masih banyak pertimbangan ini itu dari saya dan mas suami juga. Ternyata repot ya.

Paling tidak, ada beberapa poin yang sudah saya dan mas suami setujui. Pertama soal arah ke SD swasta, kami sepakat. PR untuk saat ini adalah me-list sebanyak-banyaknya SD yang terjangkau untuk kemudian disurvey bareng. Terjangkau apanya? Terjangkau dari segi waktu dan biaya. Karena sekepengin apapun saya pengen sekolah Ai tidak terlalu jauh makan waktu, capek di jalan, kasian juga staminanya. Dan soal biaya, walaupun uang bisa dicari, tapi tetap harus masuk budget.

Inipun kayaknya saya masih bertanya-tanya, apakah saya terlalu idealis atau gimana, karena kan yang mau menjalani nantinya ya si Ai, bukan saya. Jelas yang harus memilih oke atau tidak ya si Ai sendiri. Keputusan terakhir tetap kembali pada anak.

Kayanya sih gitu dulu perkembangannya sampai saat ini. Mumpung saya dan mas suami masih punya waktu untuk melihat-mendengar-mencari soal sekolah ini dan juga membicarakannya. Cari info, cari info, cari info.

One thought on “(Masih) Memilih Sekolah Untuk Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *