Category: Note

  • Catatan MPASI Aya

    Sooo… it’s been a while ya?! ?

    Bayi #2 sudah beranjak pada saatnya makan. Dan tentu saja ini perlu persiapan ini dan itu. Mamap kembali belajar soal per-mpasi-an ini. Banyak sekali hal yang berubah dari 7 tahun lalu ketika memulai mpasi Mbak Ai.

    Dari yang masih saya ingat dan saya pelajari dulu, menu tunggal disarankan untuk memulai MPASI. Bayi diperkenalkan berbagai jenis makanan satu persatu, mulai dari cerealia (seperti beras-berasan atau biji-bijian) atau buah atau sayuran. Protein nabati dan hewani khususnya diperkenalkan lebih lambat ketika anak sudah berusia 7 bulan+.

    Ketika belajar untuk persiapan MPASI Aya, panduannya sudah berubah. Sekarang ditekankan pemberian gizi berimbang pada awal MPASI. Artinya, anak akan langsung diperkenalkan pada menu lengkap untuk memenuhi nutrisinya. Menu harian anak harus mengandung komposisi lengkap dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayuran, dan lemak.

    Browsing kanan kiri jadi bingung, makin banyak bacaan jadi makin bingung. Ini terus gimana cara masaknya ya? Kira-kira begitu sih yang terlintas di kepala saya. Sampai akhirnya saya baca blognya Mbak Jihan dan dapat pencerahan, lalu saya memutuskan untuk slow down. Saya harus selow dan ga usah kehebohan, daripada bingung sendiri. Dan setelah baca-baca blog tersebut, saya mantap untuk memberikan menu tunggal dulu di awal mpasi Aya.

    Saya mulai pengenalan makanan dengan buah. Karena dari apa yang saya baca, buah cukup bersahabat untuk mencegah sembelit dan cukup rendah menimbulkan reaksi alergi pada bayi. Jadi beginilah apa yang saya catat pada awal MPASI Aya.

    Day 1
    Pagi: pisang kerok + asip, reaksi: biasa aja ga lahap tapi masuk, masih sulit menelan, ngantuk.

    Day 2
    Pagi: pisang kerok + asip, reaksi: masih mingkem kalo disodori sendok.

    Day 3
    Pagi: pisang kerok + asip, reaksi: idem.

    Day 4
    Pagi: apukat + asip, reaksi: menerima dengan senang hati, tapi kalo kelamaan keburu bosen.

    Day 5
    Pagi: apukat + asip, reaksi: oke, no pup

    Day 6
    Pagi: apukat + asip, reaksi: agak susah mangap, need ekstra usaha bikin aya mangap, porsi mungkin terlalu banyak. No pup.

    Day 7
    Pagi: kentang + evoo + asip, reaksi: nooo ?

    Sore: semangka, reaksi: oke, agak susah kalo disendokin karena air, aya maem pake dot jaring

    Day 8
    Pagi: kentang + brokoli (masak pake bawang brambang) + evoo + asip, reaksi: LAHAP kuterharu alhamdulillah ?

    Sore: semangka

    Day 9
    Pagi: kentang + brokoli + evoo + asip, reaksi oke

    Sore: semangka

    Day 10
    Pagi: beras putih + brokoli + evoo + asip (nasak pake bawang brambang), reaksi: oke aja

    Sore: bubur beras merah promina + asip, reaksi: oke

    Day 11
    Pagi: beras putih + labu siam + evoo + asip, reaksi: mau tapi kurang semangat

    Sore: bubur beras merah promina + asip, reaksi: oke

    Day 12
    Pagi: beras putih + labu siam + kacang merah + evoo + asip, reaksi: oke tapi keburu ngantuk

    Sore: bubur beras merah promina + asip, reaksi: no

    Day 13
    Pagi: kacang merah + labu siam + tahu, reaksi: nope

    Day 14
    Pagi: skip makan karena pergi cukup jauh, pulang ke desa

    Sore: semangka

    Day 15
    Pagi: bubur beras putih cerelac, reaksi: gamau buka mulut. Coba crackers, mau makan sendiri tapi ga bisa nelannya ?

    Sore: bubur beras promina, dicoba makan sendiri, jadi masuknya dikit, no pup

    Setelah 2 minggu menu tunggal, dikarenakan hectic mudik lebaran dan sepertinya antusiasme Aya juga biasa aja, akhirnya acara makan berhenti selama seminggu.

    Saya cukup frustasi juga karena Aya susah buka mulut, dicobakan ini itu reaksi tetap negatif. Masak sendiri reaksi si bayi mingkem. Saya variasikan kadang beli bubur bayi sehat juga sama mingkemnya. Saya cobakan bubur bayi instan juga mingkem. Laaah… terus gimana yah…

    Setelah berhenti seminggu, mulai lagi sepulang mudik dengan menu lengkap 4 bintang (karbo, protein nabati, protein hewani, dan sayur).
    Lemak tambahan: evoo 1 sendok makan aya, ditambahkan ke bubur tiap kali makan.
    Cemilan: keju atau biskuit bayi atau buah, di sela-sela makan.
    Makan 2 kali sehari, pagi dan sore.

    Akhirnya kembali lagi, saya merendahkan ekspektasi saya, yang penting saya mengenalkan rutinitas makan pagi dan sore. Porsi makan juga saya kurangi, yang penting Aya tahu bahwa oh ini saatnya makan. Sekarang Aya sudah hampir 8 bulan, dan alhamdulillah dia mau makan dan buka mulut dengan sukarela.

    Yang belum saya pahami, ternyata makan pada bayi itu pembiasaannya memang butuh waktu. Ada bayi yang langsung lahap dan pintar makan. Dan ada juga bayi yang butuh waktu lebih lama untuk belajar dan siap makan. Dan Mamap juga ternyata butuh waktu untuk memahami ini semua.

    Jadi, Aya sudah makan apa saja?
    Karbo:
    – beras putih
    – kentang

    Protein hewani:
    – ayam
    – ikan (gurame, dori, & nila)
    – udang
    – hati ayam

    Protein nabati:
    – kacang merah
    – kacang ijo
    – buncis
    – tahu
    – tempe

    Sayuran:
    – wortel
    – tomat
    – daun kelor
    – sawi hijau
    – sawi putih
    – kacang panjang
    – labu siam
    – kembang kol

    Buah:
    – pisang
    – apukat
    – semangka
    – melon
    – jeruk

    Sementara baru segitu, bismillah ke depan semakin sehat dan banyak variasi lagi maemnya, aamiin.

    Seperti kata dokter Tiwi, bahwa makan adalah proses belajar. Bukan cuma si bayi yanh belajar makan, tapi juga belajar berproses dan belajar sabar untuk orang tuanya. Smangat!

    https://www.instagram.com/p/BzbaEEXnbTF/

  • Fit Pregnancy?

    Hamil. Seneng kan ya… Tapi tapi tapi,gimana ya caranya biar berat badan ga melonjak gila saat hamil?

    Berkaca dari pengalaman hamil pertama, di kehamilan kedua ini memang saya banyak ngerem. Kebetulan, saya dianugerahi tubuh sehat yang sukaaa sekali makan en ofkos berat badan juga melaju pesat kalau ndak direm ?

    Saat hamil pertama, saya naik 18 kg dari berat badan awal. Dan sampai hamil lagi ini berat badan juga tidak pernah kembali ke awal. Ya tapi lumayan deh, berkat olahraga saya jadi bisa melunturkan lemak-lemak jahat penghangat tubuh itu setengahnya.

    Tadinya memang, motivasi untuk berolahraga pastinya untuk menurunkan berat badan. Tapi saya kok merasa seneng ya abis olah raga. Barulah saya ngeh, langsing itu bonus. Prioritas utama saat olah raga ya biar sehat, dan itu juga memperbaiki kualitas hidup saya. Saya jadi merasa happy dan gak gampang sakit.

    Sampai kemudian hamil lagi.

    Sempat galau mau lanjut olah raga atau mandeg dulu selama hamil. Tapi saya memutuskan untuk tetap aktif berolahraga saja.

    Kenapa kemudian saya memutuskan untuk tetap berolahraga saat hamil?

    Pemikiran saya cuma waktu itu cuma satu: saya tidak lagi muda, dan melahirkan itu butuh banyak energi. Maka saya memutuskan untuk tetap aktif berolahraga saat hamil. Demi menjaga kebugaran tubuh.

    Olah raga yang saya jalani adalah senam aerobik. Biasanya saya senam 3-4 kali dalam seminggu, selama 1 jam persesi.

    Setelah terdeteksi hamil, saya juga konsul ke dokter kandungan. Bolehkah saya olah raga, olah raga apa saja yang cocok untuk ibu hamil?

    Dokter bilang selama kehamilan ga bermasalah, boleh saja bahkan dianjurkan untuk ibu hamil berolahraga. Tentu saja diseuaikan dengan kondisi kehamilan, dan gak usah ngotot.

    Alhamdulillah kehamilan saya oke, hanya sedikit mual saat trimester pertama. Gandeng saya sudah rutin aerobik, maka saya tetap melanjutkan rutinitas tersebut seperti biasa. Cuma memang saya juga gak gas pol seperti biasanya, inget lagi hamil. Jadi pergerakannya seperlunya saja, dan ada gerakan-gerakan yang tidak saya ikuti apalagi ketika perut semakin besar.

    Saya juga exercise sendiri di rumah. Panduannya saya pakai aplikasi pregnancy workout, banyak dan bebas pilih di playstore. 15 – 30 menit sehari tapi bikin badan seger.

    Senam aerobik saya ikuti hanya sampai akhir trimester kedua. Tahu diri juga heheh, terlalu pecicilan nanti malah berabe ?

    Nah, masuk trimester ketiga saya mulai ikut senam hamil. Saya mengikuti senam hamil di RS dekat rumah. Dari senam hamil inilah saya banyak dapat masukan soal kehamilan. Sharing dari bidan dan teman sesama hamil juga membuka mata saya soal banyak hal. Yang gak tahu jadi tahu, dan yang dulu sedikit tahu jadi makin tahu untuk bisa menata hati menghadapi persalinan. Terutama belajar teknik pernafasan yang benar untuk mengahadapi masa kontraksi dan persalinan.

    Berkaca dari kehamilan pertama yang total clueless, memang di kehamilan kedua ini saya merasa lebih siap secara fisik dan mental. Ya memang karena ini adalah kehamilan kedua, dan juga dibantu persiapan dari segi fisik juga. Mood dan mental saya juga lebih tertata.

    Jadi fit pregnancynya dimana? Ya memang gak sekeren Nadia Mulya atau Sacha Stevenson yang bisa full workout, tapi menjaga badan tetap bugar apapun olahraganya menurut saya itulah fit pregnancy. Kita bisa pilih sendiri olahraga apa yang kita suka, kemudian lakukanlah secara rutin setiap hari selama masa kehamilan. Berjalan, berenang, yoga, apa aja yang mudah tapi bermanfaat.

    Karena hamil itu persiapan untuk menyambut buah hati. Maka kita sebagai ibu juga harus siap-siap sedini mungkin. Soal perkembangan janin, soal perubahan tubuh selama hamil dan setelah melahirkan, soal persiapan melahirkan. Dan itu semua butuh kesiapan fisik dan mental kita sebagai Ibu. Olahraga selama hamil membantu kita mempersiapkan diri.

    *)DISCLAIMER: Jangan lupa untuk konsul ke dokter kandungan terlebih dahulu mengenai kondisi kehamilan. Dan diskusikan olahraga apa yang tepat. Karena kondisi kehamilan tiap orang berbeda-beda, dan jangan lupa juga kesehatan janin dalam perut kita.

  • 31

    Commemorate this day,

    October 16th,

    10 years ago.

    Terima kasih untuk janji dan semua usaha yang sudah dan sedang kamu tunaikan, Mas.

    And…

    Happy birthday to me.

    Semoga kita selalu bisa membuat jalan bahagia kita, aamiin.

    161018

  • Catatan Ai #1

    Kalau kata Yangtinya, ini adalah salah satu cara si Ai “menterjemahkan rasa”.

    Kutahu rasanya berteman sangat menyenangkan

    Lihat matahari sangat panas

    Lihat hujan sangat basah

    Lihat bintang sangat berkilau

    Note ini dia tunjukkan ke saya dan mas suami setelah uprek sendirian sambil bernyanyi-nyanyi lirih. 

    Memang si Ai biasanya suka bikin sesuatu sekepenginan dia. Kadang gambar sesuatu, atau menulis, itupun sesuai mood dia. Ya dengan kemampuan menulis dan mengejanya yang kadang masih terbalik-balik dan kelewat hurufnya ?

    Selalu ceria ya, Ai ?

  • #love

    Sesimpel dia selalu membalas chat-mu kapanpun dan soal apapun. 

    Sesimpel itu, artinya dia menyayangimu. Dia memprioritaskan kamu. Karena kamu penting dalam hidupnya, seperti dia penting dalam hidupmu. 

    And you should be grateful for that. 

    That he loves you, as you love him. 

  • Sekolah, setelah 2 minggu

    Sudah 2 minggu si Ai merasakan jadi anak kelas 1 SD. Sudah 2 minggu juga mamapapapnya bangun gasik dan menyiapkan anaknya. Perbedaannya cuma, setelah 2 minggu gak kerasa ngantuk-ngantuk amat kalo pagi, hoho…

    Minggu pertama sekolah Ai, masih diisi dengan acara orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah, jadi masih pulang lebih awal dari jadwal normal. Minggu kedua, sekolah benar-benar dimulai. Dan tentu saja mamapapapnya ikut sekolah.

    Menimbang memang anak-anak baru kelas satu, kami para orang tua diberi edaran informasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari sekolah. Saya rasa sekolah juga menuntut orang tua untuk ikut aktif dalam pendampingan belajar anak-anaknya. Jadilah saya dan mas suami, yang juga harus ikut mencermati apa-apa saja yang perlu dilakukan dan dibawa untuk kelancaran kegiatan belajar Ai.

    Ribet ya? Ya memang… Pokoknya ikut sekolah ?

    Sampai sekarang saya merasa seneng-seneng aja ikut ribet yak, hehehe… Saya menikmati kayaknya. Well, sesimpel antar jemput. Sampai sekarang sepertinya saya satu-satunya orang tua yang mengantarkan anaknya sampai kelasnya. Ikut masuk pula. Walaupun kemudian saya tinggal sih. Kok rasanya tu ya ayem, melihat anaknya sudah masuk ke kelasnya.

    Baru deh sadar kalau saya seperti Bapak saya. Dulu, beliau kalau mengantarkan anaknya sekolah selalu kalau bisa ya sampai kelas, sampai ke tempat duduknya, tiga-tiganya. Yang ada kami anak-anaknya suka protes, karena malu, gengges banget Bapak ni, saya merasa begitu dulu. Ternyata, sekarang saya merasakan juga, ternyata nganterin anak sampai kelasnya itu puas ?

    Begitu juga dengan jemput, selama ini saya sudah stand by sebelum dia keluar kelas. Sekaligus cek-cek, apa yang tadi dimakan di sekolah (Ai dapat makan siang di sekolah), dan kadang bertukar info dengan wali murid yang lain. Yah, gitu lah ibu-ibu ?

    Ai gimana? Sampai sekarang sih dia asik-asik aja, masih seneng aja dianterin sampai kelas. Mungkin ada masanya nanti dia akan menolak saya masuk kelas dan minta diantar jemput sampai gerbang saja. Tapi ya selama dia oke, saya juga oke, hehe… ?

    Satu yang masih mungkin masih saya dan mas suami khawatir, kondisi kesehatan Ai. Dengan riwayat alerginya, saya dan mas suami memang terbilang ketat untuk urusan makanan. Sebisa mungkin dia tidak terlalu banyak makanan manis karena bisa jadi penyebab batuk alerginya yang berujung sesak. Sejauh ini, she’s doing just fine, makan makanan atau minuman manis, ya. Tapi sebisa mungkin minim. 

    Ai capek, tentu saja iya. Sekolah formal itu menyita tenaga, dari pagi sampai siang. Saya masih agak kedodoran untuk urusan istirahat. Antara pengin Ai istirahat agak lama (ketika tidur siang), tapi juga kalau bangun kesorean bisa membubarkan jadwal tidur malamnya. Sementara besok pagi harus kembali bangun gasik. He, bingung ?

    Well, semua pengalaman bertemu teman baru, lingkungan baru, dan kewajiban baru ini tentu saja membawa perubahan. Dan saya tahu ini bukan hal yang mudah buat Ai.  Saya cukup surprise Ai bisa melewati ini dengan oke. Bahkan dengan sangat baik, gak pake banyak drama (baca: histeris) lah. This is way much better daripada waktu dia masuk TK. Tentu saja mungkin karena sudah pernah sekolah sebelumnya yak.  Semoga bisa keep going forward ?

    Ada satu kejadian yang cukup membuat saya yakin Ai akan baik-baik saja di sekolah. Pada hari kedua bersekolah, dia sempat duduk sendirian (jumlah anak di kelas Ai ganjil) karena datang lebih siang dari sebelumnya. Nah si teman duduk yang kemarin, sudah keburu duduk sama teman yang lain. Jadilah dia duduk sendiri deh. Saya agak khawatir dia akan sedih dan hal bisa ini mempengaruhi kesannya terhadap sekolah. Surprisingly, dia enjoy aja tuh. Waktu ditanya dia bilang, “gak papa kok Ma, aku seneng duduk sendiri, jadi gak ada yang gangguin. ” Dan main seperti biasa sama temannya ketika istirahat. Whaaat… Ini benar-benar di luar perkiraan saya. Kamu oke banget deh, Ai ?

    Yah, sebelumnya emang banyak yang bilang, “gak papa, nanti pasti bisa kok anaknya, kadang orang tua terlalu khawatir sama anaknya” Ternyata ya memang bener. Anak-anak pasti bisa kok, mereka justru punya cara menyelesaikan masalahnya dengan tidak terduga. Biarkan mereka belajar, gak perlu kita selalu berusaha menjaga. Sesekali mereka juga perlu jatuh untuk belajar bangkit. Kira-kira gitu kali yak ?

    Saya dan mas suami masih mencoba-coba. Yah, memang trial and error. Diusahakan errornya minim ?

    Kelas satu ini, kalau saya lihat mungkin bulan pertama ini masih berjalan dengan ritme yang sedang. Proses belajarnya juga masih agak santai, anak-anak masih baru berkenalan dengan baca tulis. Ai sendiri juga masih berproses dalam mengenal teman-temannya. Masih suka ragu untuk memulai perkenalan, masih kadang malu, atau lupa nama temannya.

    Ya kadang saya khawatir, dia merasa sendiri, atau merasa tidak punya teman, dan hal ini akan mempengaruhi penilaiannya terhadap sekolah. Tapi saya berharap juga seiring berjalannya waktu nanti dia bisa nyaman dengan temannya, dan bisa menemukan sahabatnya, jadi lebih seneng lagi sekolahnya. Semangat ya, Ai.

    Perjalanan masih sangat panjang, masih banyak hal baru untuk Ai juga saya dan mas suami untuk dipelajari.

    Smangat! ???

  • #aila6tahun

    My girl is turning 6 this year. Sudah mau SD ?

    Happy birthday to you, we love you… 

    Happy everytime sukses selalu untukmu~~~

  • Cerita melahirkan.

    Cerita tentang pengalaman melahirkan anak pertama..

    Ini dicopy-paste-share orang-orang di FB sih, hiatus Hari Ibu Internasyonal katanya (lah padahal hari ibu kita kan tiap Desember yak ?). But instead, I prefer to share this here.

    1. Anestesi Epidural atau bius lokal? Gak dua-duanya, alhamdulillah bisa tahan.

    2. Ayah sang bayi ada di kamar bersalin ? Yup. Dari awal sampe akhir lahiran. Melihat muka saya berubah seperti dragon ball katanya (merah maksimal bo! ?)

    3. Diinduksi? No

    4. Normal? Yes

    5. Hari perkiraan lahir (HPL)? Akhir Juni 2011

    6. Tanggal lahir? Awal Juli 2011, asli bikin dag dig dug, apalagi sudah nginep di RS dari 2 hari sebelumnya, udah rajin jalan kesana kemari naik turun tangga, ternyata dia kepengin keluar awal Juli.

    7. Morning sickness? Alhamdulillah, nope.

    8. Ngidam? Enggak. Orang bilang hamilnya saya hamil kebo, gak berasa apa-apa.

    9. Pertambahan berat badan ? naik hampir 20 kilo, dari 60 ke 78 kg. Dan gak balik ke semula sampe sekarang anaknya hampir 6tahun ?

    10. Jenis kelamin bayi ? Perempuan

    11. Lokasi melahirkan? RSIA Sakina Idaman

    12. Jumlah jam di dalam kamar bersalin? Lupa persisnya, tapi kayanya hampir 1,5 jam. Masuk kamar bersalin sekitar jam 10an, dan begitu lahir mas suami langsung ngibrit Jumatan, hehehe.

    13. Berat bayi? 3,40 kg. Panjang: 52 cm.

    14. Nama bayi? Mbak Ai

    15. Umurnya si bayi sekarang? Gyaah, udah bukan bayi lagi. Udah hampir 6 tahun, mau SD dia.

    16. Hal yg paling diingat sepanjang masa kehamilan? Risau galau karena keseringan gugling, dan katanya umur hamil 20minggu uda bisa ngerasain baby bump, lah kok saya belooom. Oh ternyata saya hanya kurang sabar, plus dinding perut ni kayanya tebel, jadilah gerakan si Ai di dalam perut gak gitu keliatan ?

    17. Siapa nama dokter Obgyn-nya? Banyaaakk… Jadi saya emang gak stick to one Obgyn aja. Ketahuan hamil pas 5 minggu periksa sm dr Lusia, abis itu main ke dr Danny, sempet ke dr Sudiana, sampai 8bulan pernah juga ke dr Merry. Tapi lahiran akhirnya sm Bu Bidan dong, lebih sabar kalo kata Uti dan Yangtinya, hehehe. 
    Nah, begitulah kayanya pengalaman melahirkan anak pertama saya.

    Every pregnancy is different yet special to every woman, harus selalu disyukuri dan dinikmati.

  • The Alpha-Beta-Delta-Gamma-Omega-Sigma Personality

    Discover this when scrolling down a forum page, then post it here 😀 😀 😀

    And here they are, every type with small explanation:

    • Alpha Male:

    The alpha male is the intelligent, good-looking confident male that is his own man. He does his own things and has complete confidence in everything he does. He may have some doubts about himself, but nothing will every cloud his judgement or logic. He is liked by everyone, a born leader, he has an easy charme and is well aware of his presence. Women are drawn to his charisma and to previous mentioned presence. He enjoys social-life and having lots of people around, he needs constant social interaction otherwise he starts to feel depressed or “drained” like batteries that need to be recharge. A alpha male is a natural leader who seeks out leadership positions. He the kind of person that takes action first and steps up when necessary. He doesn’t listen to or respects other authorities, he is unable to subordinate in any way.

    • Beta Male:

    The beta male is shy and introverted, far away from socially dominant like alpha-males. He follows instead of leading something, he is a wingman, a loyal companion that is plagued by insecurities and self-doubts. He is liked by the people, woman find him attractive at times but he’s the first that gets friendzoned. The beta male is nervous around people and avoids social situations, because he’s always afraid to be judged. He’s the second in command type, the smart guy behind the scenes. They do not stand out, they just do what the alpha tells him to do.

    • Omega Male:

    The omega male is the most complicated one, because you can see him in different ways. The omega male is the complete opposite of the alpha male although they have many things in common. He is confident and intelligent like the alpha, but he doesn’t care about social life. He lacks at social life behavior completely. He likes being alone and his strength comes from his self-confidence, he is his own man aswell. He doesn’t need many people around him, he has a few loyal friends around him that he trusts and that’s all he needs. He seems someway cold and distant at times because his self-possesion is active at all times, most people would call him strange and creepy, escpecially because of his lack of social skills. An Omegas trust must be earned. He is mostly the outsider that lives in a small little hut far away from everything. He is a born leader too, but he doesn’t seek this position and don’t care if he isn’t the center of the world. Generally speaking, omegas are the best leaders. He has few intimate relationships, but the ones he have excel everything an alpha could dream of.

    The other way around omegas are the losers of society, those who were never in the game. They live alone and hide in their own life. They need to be discovered and forced to their ‘luck’. They are not invited to any party, because no one would ever think of inviting them. Not because nobody likes him, just because nobody knows that he exists in the first place.

    • Delta Male

    Delta Males are the ‘normal’ men. They aren’t able to attract the most beautiful woman but instead looking for the best they can get. They search for a second-tier girl, while stubbornly ignoring all the girls that would be in their league, to end up eventually without any girl at all. If he ends up with a second-tier girl, he is constantly haunted by the thought that she loses interest in him and eventually gets her to that exact point by his behavior to get her attendance every time. He pretty much destroys himself with constant self-doubts. Deltas are clustered in groups, because they are way too fearful alone. Deltas like to put the female sex on pedastals with way too high expectations. They’re the first that bad-mouth about Alphas/Betas, completely unable to be a leader at any times. They fear being in a job with responsibility. They are afraid of talking to woman, because they see them as complete mystery. Deltas are the common people and the majority of men.

    • Gamma Male

    The invisible, unspectular, introspective. but somehow mysterious guy. He is intelligent, but neither a Alpha/Beta/Omega. Your personality and appearance is unknown and blends in with your surroundings. The gamma is a bitter person, unsuccesful with woman, hating them entirely or putting them on a throne like deltas. But if a gammas spots a girl, he becomes obsessed of her. Doing everything to get her attention, even if that means being the creepy stalker. Gammas are the ones that mumble something in a corner and nag on everything. Gammas aren’t leaders and don’t follow aswell, but they can be something like that temporary. People in general like gammas, because they know pretty much nothing about them. Gammas are the neutral force when two alphas meet each other, diffusing difficult situations is something they can do pretty well.

    • Sigma Male

    Sigmas are feared by alphas. Charming masterminds, able to manipulate everyone. Sigmas are like predators, waiting in the dark, ready to let their trap snap any time. They can talk to people like no other, the social aspect of life is their game. Sigmas are cunning, intuitive masterminds who can drag everyone to their side. They aren’t a leader like Alphas/Omegas, but people respect them, even if they think you’re strange. No one would ever dare to disagree with you. Sigmas are males that can be more powerful than Alphas/Omegas because of their amazing social skill of manipulating. You are the Joker that everyone keeps in their backhand. The man that does the dirty work behind the scenes. The man that doesn’t need any blood to settle things. But even a Sigma has its limit, you can’t manipulate everything for as long as you want. But just a smile of yours can make every alpha go rampage. Sigmas are the the ones that come to a party with the most beautiful girl, that no one has ever seen before, just to greet everyone and leave immediately after. Sigmas only use their power when necessary.

    Credit: thank you dhakra on soompi!

    *I dont own this article

  • Berbagi Informasi Seputar SD Swasta Islam di Yogyakarta

    Sehubungan (ceileh sehubungan) dengan si Ai yang tahun ini akan masuk ke SD, beberapa saat yang lalu saya mulai mencari informasi ke beberapa SD. Karena domisili kami ada di daerah Jogja utara, maka saya mencari SD yang terjangkau jaraknya dari rumah kami.

    Sekali lagi, ketika berbicara mengenai SD Swasta maka range biaya pendidikannya juga sangat variatif. Saya sempat bingung juga mencari informasi terkait biaya pendidikan di SD. Jadilah, ini beberapa SD Swasta Islam yang berada di seputaran Jl Kaliurang yang kemarin sempat saya datangi. Semoga bermanfaat.

    SD/MI Sultan Agung

    Beralamat di  Jl Kaliurang Km 7 Babadan Baru Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta 55283.
    Telp: 0274-880980/ 7400796

    SD Salsabila Klaseman

    Alamat: Jln. Pamularsih RT.06/38 Klaseman Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
    Telp: (0274) 4462882

    SDIT Salman Al Farisi

    Alamat: Jetis, Wedomartani, Ngemplak, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.
    Telp: (0274) 4477477

    Biaya pendidikan SDIT Salman Al Farisi tahun ajaran 2017/2018.

    SD Bina Anak Sholeh (BIAS)

    Alamat: Jl Kaliurang km 10,9 Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
    Telp: (0274) 4538094

    Biaya pendidikan SD BIAS tahun ajaran 2017/2018.

    SD Budi Mulia Dua

    Alamat: Jl Raya Tajem, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.
    Telp: (0274) 485551

    Saya memperoleh informasi dari teman yang kebetulan berencana menyekolahkan anaknya di SD Budi Mulia. Pembiayaan SD Budi Mulia tahun ajaran 2017/2018 kurang lebih sebagai berikut:

    • biaya pendidikan: Rp 17.000.000
    • spp per bulan: Rp 600.000

    SDIT Hidayatullah 

    Alamat: Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.
    Telp: 085100486916

    Sama seperti sebelumnya, saya memperoleh informasi dari teman yang kebetulan berencana menyekolahkan anaknya di SD Hidayatullah. Pembiayaan SD Hiduayatullah tahun ajaran 2017/2018 kurang lebih sebagai berikut:

    • biaya pendidikan: Rp 5-6.000.000
    • spp per bulan: Rp 450.000

    SD Muhammadiyah Pakem

    Alamat: Jl Kaliurang km 17, Pakembinangun, Pakem, Sleman.
    Telp: (0274) 898325

    Biaya pendidikan SD Muhammadiyah Pakem tahun ajaran 2017/2018. Biaya tersebut belum termasuk dana pembangunan sekolah (besarannya bervariasi).

    Nah, itulah sedikit yang bisa saya bagi. Siapa tau, ada yang membutuhkan informasi terkait sekolah anak-anak. Mencari sekolah itu ternyata seperti mencari jodoh, lihat dulu tampilannya, bagaimana cara belajar mengajarnya, apakah cocok budgetnya, baru kemudian kita bisa klik dan berhubungan.

    Again, being a parents is a lifetime learning. I’m a lifetime learner, hopefully.

    *disclaimer: situasi dan kondisi sesuai dengan persiapan untuk tahun ajaran 2017