Month: July 2017

  • Sekolah, setelah 2 minggu

    Sudah 2 minggu si Ai merasakan jadi anak kelas 1 SD. Sudah 2 minggu juga mamapapapnya bangun gasik dan menyiapkan anaknya. Perbedaannya cuma, setelah 2 minggu gak kerasa ngantuk-ngantuk amat kalo pagi, hoho…

    Minggu pertama sekolah Ai, masih diisi dengan acara orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah, jadi masih pulang lebih awal dari jadwal normal. Minggu kedua, sekolah benar-benar dimulai. Dan tentu saja mamapapapnya ikut sekolah.

    Menimbang memang anak-anak baru kelas satu, kami para orang tua diberi edaran informasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari sekolah. Saya rasa sekolah juga menuntut orang tua untuk ikut aktif dalam pendampingan belajar anak-anaknya. Jadilah saya dan mas suami, yang juga harus ikut mencermati apa-apa saja yang perlu dilakukan dan dibawa untuk kelancaran kegiatan belajar Ai.

    Ribet ya? Ya memang… Pokoknya ikut sekolah ?

    Sampai sekarang saya merasa seneng-seneng aja ikut ribet yak, hehehe… Saya menikmati kayaknya. Well, sesimpel antar jemput. Sampai sekarang sepertinya saya satu-satunya orang tua yang mengantarkan anaknya sampai kelasnya. Ikut masuk pula. Walaupun kemudian saya tinggal sih. Kok rasanya tu ya ayem, melihat anaknya sudah masuk ke kelasnya.

    Baru deh sadar kalau saya seperti Bapak saya. Dulu, beliau kalau mengantarkan anaknya sekolah selalu kalau bisa ya sampai kelas, sampai ke tempat duduknya, tiga-tiganya. Yang ada kami anak-anaknya suka protes, karena malu, gengges banget Bapak ni, saya merasa begitu dulu. Ternyata, sekarang saya merasakan juga, ternyata nganterin anak sampai kelasnya itu puas ?

    Begitu juga dengan jemput, selama ini saya sudah stand by sebelum dia keluar kelas. Sekaligus cek-cek, apa yang tadi dimakan di sekolah (Ai dapat makan siang di sekolah), dan kadang bertukar info dengan wali murid yang lain. Yah, gitu lah ibu-ibu ?

    Ai gimana? Sampai sekarang sih dia asik-asik aja, masih seneng aja dianterin sampai kelas. Mungkin ada masanya nanti dia akan menolak saya masuk kelas dan minta diantar jemput sampai gerbang saja. Tapi ya selama dia oke, saya juga oke, hehe… ?

    Satu yang masih mungkin masih saya dan mas suami khawatir, kondisi kesehatan Ai. Dengan riwayat alerginya, saya dan mas suami memang terbilang ketat untuk urusan makanan. Sebisa mungkin dia tidak terlalu banyak makanan manis karena bisa jadi penyebab batuk alerginya yang berujung sesak. Sejauh ini, she’s doing just fine, makan makanan atau minuman manis, ya. Tapi sebisa mungkin minim. 

    Ai capek, tentu saja iya. Sekolah formal itu menyita tenaga, dari pagi sampai siang. Saya masih agak kedodoran untuk urusan istirahat. Antara pengin Ai istirahat agak lama (ketika tidur siang), tapi juga kalau bangun kesorean bisa membubarkan jadwal tidur malamnya. Sementara besok pagi harus kembali bangun gasik. He, bingung ?

    Well, semua pengalaman bertemu teman baru, lingkungan baru, dan kewajiban baru ini tentu saja membawa perubahan. Dan saya tahu ini bukan hal yang mudah buat Ai.  Saya cukup surprise Ai bisa melewati ini dengan oke. Bahkan dengan sangat baik, gak pake banyak drama (baca: histeris) lah. This is way much better daripada waktu dia masuk TK. Tentu saja mungkin karena sudah pernah sekolah sebelumnya yak.  Semoga bisa keep going forward ?

    Ada satu kejadian yang cukup membuat saya yakin Ai akan baik-baik saja di sekolah. Pada hari kedua bersekolah, dia sempat duduk sendirian (jumlah anak di kelas Ai ganjil) karena datang lebih siang dari sebelumnya. Nah si teman duduk yang kemarin, sudah keburu duduk sama teman yang lain. Jadilah dia duduk sendiri deh. Saya agak khawatir dia akan sedih dan hal bisa ini mempengaruhi kesannya terhadap sekolah. Surprisingly, dia enjoy aja tuh. Waktu ditanya dia bilang, “gak papa kok Ma, aku seneng duduk sendiri, jadi gak ada yang gangguin. ” Dan main seperti biasa sama temannya ketika istirahat. Whaaat… Ini benar-benar di luar perkiraan saya. Kamu oke banget deh, Ai ?

    Yah, sebelumnya emang banyak yang bilang, “gak papa, nanti pasti bisa kok anaknya, kadang orang tua terlalu khawatir sama anaknya” Ternyata ya memang bener. Anak-anak pasti bisa kok, mereka justru punya cara menyelesaikan masalahnya dengan tidak terduga. Biarkan mereka belajar, gak perlu kita selalu berusaha menjaga. Sesekali mereka juga perlu jatuh untuk belajar bangkit. Kira-kira gitu kali yak ?

    Saya dan mas suami masih mencoba-coba. Yah, memang trial and error. Diusahakan errornya minim ?

    Kelas satu ini, kalau saya lihat mungkin bulan pertama ini masih berjalan dengan ritme yang sedang. Proses belajarnya juga masih agak santai, anak-anak masih baru berkenalan dengan baca tulis. Ai sendiri juga masih berproses dalam mengenal teman-temannya. Masih suka ragu untuk memulai perkenalan, masih kadang malu, atau lupa nama temannya.

    Ya kadang saya khawatir, dia merasa sendiri, atau merasa tidak punya teman, dan hal ini akan mempengaruhi penilaiannya terhadap sekolah. Tapi saya berharap juga seiring berjalannya waktu nanti dia bisa nyaman dengan temannya, dan bisa menemukan sahabatnya, jadi lebih seneng lagi sekolahnya. Semangat ya, Ai.

    Perjalanan masih sangat panjang, masih banyak hal baru untuk Ai juga saya dan mas suami untuk dipelajari.

    Smangat! ???

  • Ai’s Adventure. Chapter 4: Anak SD

    Tanggal Senin, 17 Juli 2017 kemarin adalah hari yang berbeda dari hari Senin yang biasanya. Bisa dibilang itu adalah hari yang bersejarah juga buat saya dan mas suami. Emang kenapa? Karena mbak Ai mulai 17 Juli 2017 officially jadi anak SD! Aaak… uda gede aja ?

    Boleh dibilang norak lah ya, tapi ini adalah pencapaian baru dalam milestone saya dan mas suami: punya anak usia sekolah. Rasanya? Nano-nano! 

    Dengan ini juga hidup saya mulai berubah. Sekolah Ai mewajibkan anak-anak untuk tiba di sekolah paling lambat pukul 06.40 pagi. Yang berarti, Ai paling lambat harus sampai sekolah pukul 06.30. Yang berarti, kami harus bangun pagiii ?

    Dan Senin tanggal 17 Juli kemarin, petualangan baru kami dimulai. Bangun lebih pagi dari biasanya, dan menyiapkan Ai untuk siap ke sekolah. Mas suami sengaja ambil cuti demi mensukseskan hari pertama Ai sekolah. Dan kami sukses berangkat sekolah dengan kedinginan ?

    Sampai sekolah, meskipun awalnya Ai masih brebes mili, lambat laun dia mulai berhenti menangis dan ketemu teman baru. Meskipun masih sama-sama malu alhamdulillah Ai mau berteman dan mengikuti arahan Nda Guru dengan senang hati. Ah, ini baru hari pertama, masih 6 tahun nanti dia dan saya juga mas suami akan berproses bersama.

    Well, hidup tidak sama lagi seperti waktu Ai masih TK, jelas. Masih mencoba-coba biar ketemu ritme yang pas, jadi yah masih kadang terburu-buru. 

    Selamat sekolah, Ai. Insyaallah dapat teman baru dan pengalaman baru yang bikin Ai tambah cerdas dalam hidup. Insyaallah Ai selalu diberi kesehatan, aamiin. 

    Mari kita belajar bangun pagi ?

  • Pekerjaan paling keren. 

    Tau gak, apa pekerjaan yang paling keren di dunia menurut saya? 

    Pekerjaan yang paling keren menurut saya adalah: dubber dan penyiar radio. 

    Kenapa? Bayangkan, hanya dengan suara, mereka bisa memanipulasi kita lho. Hanya dengan suara saja, mengandung banyak sekali emosi dan bikin kita ikut larut. 

    Dan itu keren. Asli. Keren bingit. 

  • #aila6tahun

    My girl is turning 6 this year. Sudah mau SD ?

    Happy birthday to you, we love you… 

    Happy everytime sukses selalu untukmu~~~