Sayapun baru tahu benteot ini setelah merit sama mas suami yang bertanah air di Samigaluh, Kulonprogo. Dan surprisingly rasanya enak lho!
Benteot, atau bentheot ini bentuknya hampir seperti kecombrang, ya gak sih? Bedanya, kecombrang atau honje lebih besar dan berwarna merah, serta mempunyai aroma yang lebih kuat dari pada benteot ini. Sedangkan benteot berukuran lebih kecil-kecil dan berwarna hijau.
Saya sendiri kesulitan mencari info lebih soal sayur atau tanaman yang satu ini. Referensi di gugel sangat terbatas. Yang saya tahu, ada pula yang menyebut benteot ini dengan sebutan tluntak, dan sepertinya banyak ditemukan di daerah Kulonprogo dan Purworejo. Kayaknya sih gitu 😀
Dan kemarin, waktu Yangti turun gunung, dibawakanlah seikat benteot ini. Dan kemudian dimulailah tutorial memasak benteot bersama Yangti hehehe… Ya saya aja gak tahu itu sayur apa, apalagi masaknya. Kalo makan sih pasti juara 😀
Benteot yang dibawa ini dimasak dengan metode dioseng. Sepertinya selain dioseng, benteot ini bisa dimasak juga dengan kuah santan, atau dilodeh. Atau mungkin dimasak dengan cara lain dan dicampur bahan makanan lain seperti tempe atau yang lain sepertinya oke aja. Rasanya itu lho, rempah banget. Enak.
Benteot dan bumbu masak. Pete!
Jadi, inilah resep oseng benteot ala Yangti:
Bahan:
1 ikat benteot
2 keris pete
5 bungkus tempe kecil
Bumbu:
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
10 buah cabe merah keriting (kalau mau pedas bisa ditambah)
2 lembar daun salam
gula secukupnya
garam secukupnya
Cara membuat:
Kupas bagian kulit luar benteot, buang bagian yang keras. Cuci bersih, dan iris menyerong tipis-tipis. Sisihkan.
Aloha! Masih dalam edisi rajin bikin cemilan yang kebanyakan dimakan sendiri 😀
Jadi, kemarin setelah bikin puding labu panggang, si labu ni masih sisa aja. Sudah ikut dilodeh, tapi masih ada juga. Dan untuk penghabisan edisi labu, akhirnya kuputuskan bikin donat labu saja.
Sebenarnya, saya paling gentar ogah bikin donat, atau sejenis roti. Soalnya nguleninya setengah mati cynn… Udah gitu gak kalis-kalis pula. Udah gitu bentuknya susah pula. Udah gitu gak ada yang mau makan pula. Ah banyak lah pokoknya alasannya hehehe…
Tapi kemudian setelah gugling kesana kemari, mau dibikin cake juga lagi malas, ya sudahlah mari kita pertaruhkan saja. Mencoba itu gak rugi kok, ya kan!
Saya baca-baca resep punya Catatan Nina yang sepertinya paling simpel dan cocok menurut saya. Sudah beli bahan, eh lah ternyata dirumah telur cuma sisa 1, malas keluar lagi. Akhirnya saya gugling lagi resep donat tanpa telur, dan ketemu resepnya mbak Heny Rosita di cookpad. Ah, cocok nih. Jadi mari eksekusi!
Untuk membuat adonan donat mengembang biasanya kan digunakan ragi instan/fermipan. Nah, metode yang saya gunakan ini mempermudah untuk amatiran kayak saya yang malas nguleni lama. Ingat prinsipnya: ragi tidak boleh ketemu garam, jadi garam dicampurkan terakhir saat adonan sudah setengah jadi, jangan dari awal. Saya juga tidak mencampurkan ragi kering dengan tepung, tapi saya biarkan mengembang dulu di awal, baru dicampurkan. Caranya:Â campurkan ragi instan/fermipan dengan 5 sdm air hangat dan biarkan larut. Ragi akan cepat mengembang dalam air hangat (jangan dicampur air panas, karena ragi akan mati)
Nah berikut ini resep donat labu kuning tanpa telur yang kemarin saya praktekkan.
Resep Donat Labu Kuning
Bahan:
250 gr tepung terigu protein tinggi  (saya pakai segitiga biru)
25 gr susu bubuk full cream (kurang lebih 1 sachet)
6 gr ragi instan
50 gr gula pasir (saya pakai gula halus)
100 gr pure labu kuning
35 gr margarin
1/4 sdt garam halus
Taburan: gula halus (gula donat)
Cara Membuat:
Kukus labu kuning hingga matang, haluskan dan dinginkan.
Dalam wadah, campur tepung terigu, susu bubuk, gula, dan ragi instan yang sudah dilarutkan. Aduk hingga rata.
Masukkan pure labu, uleni hingga rata dan setengah kalis.
Masukkan garam dan margarin, uleni terus hingga kalis dan elastis.
*Adonan memang akan terasa lengket, karena kadar air dalam labu yang lebih tinggi, dapat ditambahkan sedikit terigu (jangan banyak-banyak ya).
Setelah adonan kalis elastis, istirahatkan adonan selama 15 menit.
Kempiskan adonan, bagi menjadi adonan kecil-kecil. Diamkan kembali selama 20 menit hingga mengembang.
Lubangi tengahnya menjadi bentuk donat dan goreng sampai berwarna kuning kecoklatan.
Angkat dan tiriskan. Taburi dengan gula donat atau bisa dihias sesuai selera.
Tarraaa… jadilah juga donat labu kuning tanpa telur ala mamap!Nah, begini penampakannya setelah dicokot Empuk mlenuk-mlenuk 😀
Ah ya, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan juga ya, ini adalah beberapa tips menggoreng donat dari Catatan Nina:
Saat menggoreng donat, gunakan api sedang cenderung kecil agar donat tidak cepat gosong dan matang merata. Pastikan donat digoreng dalam minyak yang sudah panas.
Gunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah. Gerakan memutar ini membantu terbentuknya donat yang bundar.
Jangan terlalu sering membolak balik donat yang sedang digoreng. Setelah donat kecoklatan salah satu sisinya, segera balikkan dan lanjutkan menggoreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Donat yang terlalu sering dibolak balik ketika digoreng akan menyerap minyak dalam jumlah yang banyak.
Tiriskan donat di atas kertas roti dalam posisi berdiri, agar minyaknya turun.
Membuat donat ini buat saya masih termasuk sulit. Walaupun sudah punya cara untuk membuat adonan tanpa menguleni lama, dan gak masalah sama rasa, problemnya datang ketika harus membentuk donat. Sebenarnya kita bisa mengunakan cetakan donat, untuk membuat penampilan donat semakin cantik. Lihat kan donat yang saya buat, masih belum donat karena gak bolong tengahe, soalnya pas digoreng lobangnya makin menciut hehe…
Niat mendapur itu ajaib ya kalau saya bilang. Buat saya yang amatiran ini masalah niat itu bagaikan pasang surut air laut, huahaha… Yakin deh, bisa tiba-tiba dengan rajinnya langsung eksekusi kalau pas lagi oke hehe.
Dan kemarin, ketika sekrol-sekrol IG, ketemu tutorial bikin cemilan yang sepertinya ringkes dan gak ribet, namanya Brigadeiro Chocolate. Huopo iku???
Brigadeiro chocolate atawa coklat brogadeiro ini makanan dari Brazil. Jauh yak! Makanan ini terbuat dari condensed milk atau susu kental manis yang dimasak bersama coklat bubuk. Konon katanya, makanan ini diciptakan setelah perang dunia kedua, dimana saat itu sangat sulit menemukan gula. Maka jadilah susu kental manis sebagai pengganti dan terciptalah si coklat brigadeiro ini.
Coklat brigadeiro ini dikenal juga dengan sebutan coklat truffle. Dan makanan ini termasuk dalam kategori permen ya, tepatnya soft candy. Cocok buat anak-anak memang, mengingat namanya anak-anak itu pasti ngefans sama segala sweets, termasuk si Ai. Jadilah kemarin saya mendapur ditemenin sama si Ai, yang hepi banget karena tumben mamap bikin coklat 😀
Bahan utamanya ya susu kental manis, dan coklat bubuk. Cara membuatnya juga mudah. Sebenarnya coklat ini bisa divariasikan dengan macam-macam ya. Untuk taburan tidak harus selalu coklat meses, bisa dengan kacang, atau almond, ya sesuka yang bikin aja. Tapi saya kemarin pake coklat meses, karena sudah ada di rumah hehe.
Siapkan piring, olesi dengan butter atau margarin. Sisihkan.
Panaskan wajan atau panci dengan api kecil, masukkan butter, susu kental manis, dan coklat bubuk.
Masak hingga mengental, ingat adonan harus diaduk terus menerus sampai mengental.
Setelah sampai pada kekentalan yang diinginkan, matikan api, tuangkan adonan ke piring yang sudah diolesi butter tadi, dan simpan di lemari es selama 1-2 jam.
Setelah 1-2jam, adonan brigadeiro siap untuk dibentuk. Bulatkan sesuai selera, dan gulingkan di atas coklat meses.
Sajikan! *untuk penyimpanan: simpan di lemari es
Brigadeiro Chocolate ala mamapJadinya lumayan banyak, dibawa Ai ke sekolah dan dibagi-bagi sama temannya. Semua senang!