Menyoal Uang Saku

Pertanyaan yang muncul di benak saya sekarang ini adalah: “kapan sih waktu yang tepat memberikan uang saku pada anak?”

Whaaat? Ai belum dikasih uang saku?

Hehe… Jawabnya: iya. Ai belum pegang uang.

Masuk usia sekolah, tentu saja ada waktunya anak-anak mau jajan. Dan jajan kan belinya pake duit, jadi pasti dikasih uang saku kan ya? 😁

Terus terang , untuk saat ini memang saya belum memberi uang saku untuk Ai. Dan memang anak itu belum ngerti duit, bisa ngitung tapi gak tau duit hehehe…

Pernah sih, awal masuk sekolah dulu dia minta uang, katanya untuk beli susu di koperasi sekolah. Karena memang pihak sekolah hanya menjual minuman semacam susu, sari kacang ijo, atau jus untuk anak-anak. Karena snack dan makan siang sudah disediakan. Tapi gak lama kemudian, produsen minuman gak jualan lagi, dan Ai pun gak pernah saya bekali uang saku lagi. Pun kalau dia minta bekal, saya biasanya membawakan makanan, bukan uang.

Biasanya saya membawakan uang juga untuk keperluan infaq dan menabung di sekolah, seminggu sekali. Dalam jumlah tertentu, dan bukan transaksional. Dan dia kalau beli ini itu juga masih sama saya. Ya begitulah, Ai belum tau uang.

Sampai tiba-tiba kepikiran juga soal uang saku ini. Lalu gugling dan dari banyak artikel itu menyuarakan kalo mengenalkan uang saku itu sebenarnya bukan hanya untuk jajan anak, tapi lebih ke pengenalan pengaturan uang. Dan baik jika dimulai sejak dini.

Wah ini saya belum tau.

Pic via kreditgogo

Jadi ingat jama saya sekolah dulu, orangtua saya juga memberlakukan sistem bulanan. Tujuannya ya saya mengatur pengeluaran saya sendiri, dengan konsekuensi gak punya uang di akhir kalau terlalu foya-foya di depan. Dan kadang itu kejadian 😂

Waktu itu sempat juga Ibu saya memberlakukan pembukuan, tiap akhir minggu saya lapor pengeluaran. Tapi akhirnya jeleh, karena selalu gak match dan berujung diomelin 😅

Lalu, gimana dengan Ai? Kapan ya waktu yang tepat memberi uang saku?

Hmm… Untuk sekarang ini sih memang saya belum ingin memberi uang sebagai sangu si Ai. Saya masih lebih suka membekali dia dengan makanan atau minuman. Terutama untuk mencegah dia jajan sembarangan. Walaupun dia pasti kepengin jajan bareng temennya juga sih. Saya masih belum rela. Walaupun dia juga perlu belajar soal duit. Hehehe… mamap kok gitu yak 😆

Hmm… Mari kita pikirkan lagi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *