Author: dirottsaha

  • Donat Labu Kuning

    Aloha! Masih dalam edisi rajin bikin cemilan yang kebanyakan dimakan sendiri 😀

    Jadi, kemarin setelah bikin puding labu panggang, si labu ni masih sisa aja. Sudah ikut dilodeh, tapi masih ada juga. Dan untuk penghabisan edisi labu, akhirnya kuputuskan bikin donat labu saja.

    Sebenarnya, saya paling gentar ogah bikin donat, atau sejenis roti. Soalnya nguleninya setengah mati cynn… Udah gitu gak kalis-kalis pula. Udah gitu bentuknya susah pula. Udah gitu gak ada yang mau makan pula. Ah banyak lah pokoknya alasannya hehehe…

    Tapi kemudian setelah gugling kesana kemari, mau dibikin cake juga lagi malas, ya sudahlah mari kita pertaruhkan saja. Mencoba itu gak rugi kok, ya kan!

    Saya baca-baca resep punya Catatan Nina yang sepertinya paling simpel dan cocok menurut saya. Sudah beli bahan, eh lah ternyata dirumah telur cuma sisa 1, malas keluar lagi. Akhirnya saya gugling lagi resep donat tanpa telur, dan ketemu resepnya mbak Heny Rosita di cookpad. Ah, cocok nih. Jadi mari eksekusi!

    Untuk membuat adonan donat mengembang biasanya kan digunakan ragi instan/fermipan. Nah, metode yang saya gunakan ini mempermudah untuk amatiran kayak saya yang malas nguleni lama. Ingat prinsipnya: ragi tidak boleh ketemu garam, jadi garam dicampurkan terakhir saat adonan sudah setengah jadi, jangan dari awal. Saya juga tidak mencampurkan ragi kering dengan tepung, tapi saya biarkan mengembang dulu di awal, baru dicampurkan. Caranya: campurkan ragi instan/fermipan dengan 5 sdm air hangat dan biarkan larut. Ragi akan cepat mengembang dalam air hangat (jangan dicampur air panas, karena ragi akan mati)

    Nah berikut ini resep donat labu kuning tanpa telur yang kemarin saya praktekkan.

    Resep Donat Labu Kuning

    Bahan:
    250 gr tepung terigu protein tinggi  (saya pakai segitiga biru)
    25 gr susu bubuk full cream (kurang lebih 1 sachet)
    6 gr ragi instan
    50 gr gula pasir (saya pakai gula halus)
    100 gr pure labu kuning
    35 gr margarin
    1/4 sdt garam halus

    Taburan: gula halus (gula donat)

    Cara Membuat:

     

    1. Kukus labu kuning hingga matang, haluskan dan dinginkan.
    2. Dalam wadah, campur tepung terigu, susu bubuk, gula, dan ragi instan yang sudah dilarutkan. Aduk hingga rata.
    3. Masukkan pure labu, uleni hingga rata dan setengah kalis.
    4. Masukkan garam dan margarin, uleni terus hingga kalis dan elastis.
      *Adonan memang akan terasa lengket, karena kadar air dalam labu yang lebih tinggi, dapat ditambahkan sedikit terigu (jangan banyak-banyak ya).
    5. Setelah adonan kalis elastis, istirahatkan adonan selama 15 menit.
    6. Kempiskan adonan, bagi menjadi adonan kecil-kecil. Diamkan kembali selama 20 menit hingga mengembang.
    7. Lubangi tengahnya menjadi bentuk donat dan goreng sampai berwarna kuning kecoklatan.
    8. Angkat dan tiriskan. Taburi dengan gula donat atau bisa dihias sesuai selera.
    Tarraaa... jadilah juga donat labu kuning tanpa telur ala mamap!
    Tarraaa… jadilah juga donat labu kuning tanpa telur ala mamap!
    Nah, begini penampakannya setelah dicokot :D
    Nah, begini penampakannya setelah dicokot Empuk mlenuk-mlenuk 😀

    Ah ya, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan juga ya, ini adalah beberapa tips menggoreng donat dari Catatan Nina:

    1. Saat menggoreng donat, gunakan api sedang cenderung kecil agar donat tidak cepat gosong dan matang merata. Pastikan donat digoreng dalam minyak yang sudah panas.
    2. Gunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah. Gerakan memutar ini membantu terbentuknya donat yang bundar.
    3. Jangan terlalu sering membolak balik donat yang sedang digoreng. Setelah donat kecoklatan salah satu sisinya, segera balikkan dan lanjutkan menggoreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Donat yang terlalu sering dibolak balik ketika digoreng akan menyerap minyak dalam jumlah yang banyak.
    4. Tiriskan donat di atas kertas roti dalam posisi berdiri, agar minyaknya turun.

    Membuat donat ini buat saya masih termasuk sulit. Walaupun sudah punya cara untuk membuat adonan tanpa menguleni lama, dan gak masalah sama rasa, problemnya datang ketika harus membentuk donat. Sebenarnya kita bisa mengunakan cetakan donat, untuk membuat penampilan donat semakin cantik. Lihat kan donat yang saya buat, masih belum donat karena gak bolong tengahe, soalnya pas digoreng lobangnya makin menciut hehe…

    Okedeh, apapun itu, selamat bereksperimen yah!

  • Brigadeiro Chocolate

    Niat mendapur itu ajaib ya kalau saya bilang. Buat saya yang amatiran ini masalah niat itu bagaikan pasang surut air laut, huahaha… Yakin deh, bisa tiba-tiba dengan rajinnya langsung eksekusi kalau pas lagi oke hehe.

    Dan kemarin, ketika sekrol-sekrol IG, ketemu tutorial bikin cemilan yang sepertinya ringkes dan gak ribet, namanya Brigadeiro Chocolate. Huopo iku???

    Brigadeiro chocolate atawa coklat brogadeiro ini makanan dari Brazil. Jauh yak! Makanan ini terbuat dari condensed milk atau susu kental manis yang dimasak bersama coklat bubuk. Konon katanya, makanan ini diciptakan setelah perang dunia kedua, dimana saat itu sangat sulit menemukan gula. Maka jadilah susu kental manis sebagai pengganti dan terciptalah si coklat brigadeiro ini.

    Coklat brigadeiro ini dikenal juga dengan sebutan coklat truffle. Dan makanan ini termasuk dalam kategori permen ya, tepatnya soft candy. Cocok buat anak-anak memang, mengingat namanya anak-anak itu pasti ngefans sama segala sweets, termasuk si Ai. Jadilah kemarin saya mendapur ditemenin sama si Ai, yang hepi banget karena tumben mamap bikin coklat 😀

    Bahan utamanya ya susu kental manis, dan coklat bubuk. Cara membuatnya juga mudah. Sebenarnya coklat ini bisa divariasikan dengan macam-macam ya. Untuk taburan tidak harus selalu coklat meses, bisa dengan kacang, atau almond, ya sesuka yang bikin aja. Tapi saya kemarin pake coklat meses, karena sudah ada di rumah hehe.

    Resep Brigadeiro Chocolate

    Bahan:
    30 gram butter (saya pakai margarin biasa)
    400 gram susu kental manis putih (saya pakai 1 kaleng)
    40 gram coklat bubuk

    Pelengkap:
    1 bungkus coklat meses

    Cara membuat:

    1. Siapkan piring, olesi dengan butter atau margarin. Sisihkan.
    2. Panaskan wajan atau panci dengan api kecil, masukkan butter, susu kental manis, dan coklat bubuk.
    3. Masak hingga mengental, ingat adonan harus diaduk terus menerus sampai mengental.
    4. Setelah sampai pada kekentalan yang diinginkan, matikan api, tuangkan adonan ke piring yang sudah diolesi butter tadi, dan simpan di lemari es selama 1-2 jam.
    5. Setelah 1-2jam, adonan brigadeiro siap untuk dibentuk. Bulatkan sesuai selera, dan gulingkan di atas coklat meses.
    6. Sajikan!
      *untuk penyimpanan: simpan di lemari es
    Brigadeiro Chocolate ala mamap
    Brigadeiro Chocolate ala mamap
    jadinya lumayan banyak
    Jadinya lumayan banyak, dibawa Ai ke sekolah dan dibagi-bagi sama temannya. Semua senang!

    Oh ya, berikut ini resep yang saya ikuti via IG:

    https://www.instagram.com/p/BMLev6aARdV/

     

    Nah, simpel kan! Selamat mencoba!

  • Puding Labu Panggang

    Beneran ya, mendapur itu tidak cukup cuma sekedar niat lho. Sudah seminggu yang lalu saya liat labu parang di tukang sayur dan hepi. Beli ceritanya kepengin bikin puding labu tapi dipanggang. Eksperimen sama otang, biar naik kelas tentu saja 😀

    Labu sudah kebeli, resep sudah dicari, tapi tiba-tiba saja keinginan bikin puding labu itu padam begitu saja. Nasib si labu akhirnya masuk kulkas. Wow, males banget gak sih saya 😀

    Akhirnya setelah seminggu ngendon di kulkas, pokoknya harus eksekusi deh. Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, mari kita semangat! *oposih. Mayan, bisa melibatkan si Ai, dia bagian tuang-menuang pas nyampur adonan, dan tentu saja bagian colek-colek susu dan meses, hohoo 😛

    Saya nyontek resep Puding Labu Panggang punya mbak Diah Didi, tapi ada beberapa bagian yang saya tambah kurangkan, jadi mungkin agak berbeda sedikit di tekstur kali ya. Saya cuma pakai 2 butir telur, dan taburan coklat meses. Sebenarnya puding labu ini teksturnya mirip bingka, dan lebih enak jika disajikan dingin. Berikut resepnya:

    Puding Labu Panggang
    *resep asli bisa dilihat di Diah Didi’s Kitchen

    Bahan:
    150 gr Labu Kuning
    100 gr Gula Pasir
    200 ml Susu Cair Plain
    50 gr Tepung Terigu
    2 butir Telur
    50 gr Margarin leleh
    ½ sdt Vanili

    Pelengkap:
    Coklat meses
    *bisa menggunakan kismis, atau keju bila suka

    Cara Membuat:

    1. Siapkan loyang, atau pinggan tahan panas. Olesi margarin tipis-tipis.
    2. Kupas dan bersihkan labu kuning, kukus hingga matang (kurang lebih 15-20 menit), haluskan.
    3. Campurkan labu kuning dengan susu cair, aduk rata.
    4. Aduk telur, gula, dan margarin leleh dengan whisk, atau garpu hingga berbusa. Tambahkan terigu dan vanili, aduk rata. Terakhir masukkan campuran susu dan labu kuning, aduk rata.
    5. Masukkan adonan ke dalam loyang, panggang hingga matang kira-kira 40 menit.
      *untuk topping: taburkan di atas adonan kira-kira saat puding setengah matang, agar tidak tengelam.
    6. Sajikan ketika dingin. 

      Kreasi mamap: puding labu panggang!
      Kreasi mamap: puding labu panggang!
    Enak enak enak!
    Enak enak enak! 

    Puding ini dapat acc mas suami, karena gak eneg. Dia gak suka kalo bau telur terlalu kuat soalnya :D. Kalau suka, porsi labu kuningnya bisa ditambah lagi, tapi kemudian yang lain juga harus menyesuaikan supaya proporsinya tetap pas.

    Oke, selamat bereksperimen!

  • Puding Roti Panggang

    Along with the Ayam Panggang Kecap that I’ve made, saya jugak eksperimen bikin puding. Tapi, karena saya ini sophisticated (baca: suka kewanen gak jelas) saya pengen pudingnya dipanggang. Ehehe, gaya banget gak sih saya orangnya 😀

    Sekali lagi, ini masih dalam rangka up close and personal sama si otang. Harapannya ya, saya jadi kenal lebih baik lagi sama otang, jadi ke depan bisa kolaborasi memproduksi makanan yang lebih enak enak enak lagi. Ini sih harapan saya ya, gak tau deh si otang gimana 😛

    Sebenarnya saya pernah juga bikin puding roti tawar, cuma waktu itu bikin dengan metode roti tawar yang dihaluskan dengan susu baru dimasak dengan agar-agar. Bisa ditengok resepnya di Puding Roti Tawar. Kalo metode panggang ini gak pake agar-agar bubuk ya. Term “puding” disini lebih ke makanan yang memiliki tekstur lembut dan lembek.

    Jadi, setelah cek-cek kanan kiri di gugel, ketemu lagi di JTT yang kayanya saya cocok. Cuman dari resep puding roti panggannya mbak Endang JTT, saya eksekusi setengah resep saja. Praktis, semua bahan saya bagi dua dari resep aslinya, ketebalan roti juga menyusut jadi setengahnya deh.

    Puding Roti Panggang
    *cek resep asli di Just Try and Taste

    Bahan:
    – 5 lembar roti tawar, jangan buang kulitnya
    – 300 ml susu cair full cream
    – 2 butir telur
    – 75 gram gula pasir
    – 2 sendok makan coklat bubuk + 50 ml air panas, larutkan
    – ½ sendok makan tepung maizena
    – 1 sendok teh bubuk vanili
    – 1 sendok makan margarine/mentega, cairkan

    Bahan pelengkap:
    – choco chips
    – pisang (iris tipis untuk toping)
    – keju parut secukupnya

    Cara membuat:

    1. Panaskan oven pada suhu 180’C, api atas dan bawah. Letakkan rak pemanggang di tengah. Siapkan loyang, olesi dengan margarin pada permukaannya.
    2. Potong-potong roti menjadi berbentuk segitiga, tata potongan roti di dalam loyang secara merata. Taburkan choco chips di lapisan-lapisan roti (bisa juga memakai coklat meses).
    3. Tuangkan susu cair ke roti sambil permukaan roti ditekan-tekan dengan spatula, lakukan perlahan hingga susu terserap semua oleh roti. Sisihkan.
    4. Siapkan mangkuk, masukkan telur dan gula pasir, kocok hingga berbusa (saya pakai whisk biasa). Tambahkan larutan coklat bubuk dan bubuk vanili, kocok rata. Masukkan tepung maizena dan margarin cair. Aduk rata hingga menjadi adonan yang smooth, jika adonan bergerindil saring dengan saringan kawat hingga adonan halus.
    5. Tuangkan adonan ke loyang berisi roti, tata irisan pisang, taburkan choco chips dan keju di permukaannya. Panggang selama 40 – 45 menit. Puding akan mengembang dan naik tinggi saat dipanggang dan akan kempis ketika telah dingin. Keluarkan dan dinginkan.
    6. Potong-potong puding jika benar-benar telah dingin karena puding akan mengeras dan padat.
    Ini sisa baru keinget difoto, jadi maapkeun :D
    Ini sisa baru keinget difoto, jadi maapkeun 😀
    Tampak samping. Huyey!
    Tampak samping. Huyey!
  • Ayam Panggang Kecap

    Jadi ceritanya, ketika memperingati pergantian umur 16 Oktober lalu, seperti biasa kami sekeluarga suka kumpul dan makan-makan kecil-kecilan lah. Dan kesempatan kemaren kok saya pengin ya bikin penyetan pake ayam panggang gitu (secara kalo ayam bakar saya gak bisa mbakarnya :P). Sekalian bergaul sama si otang jugak, up close and personal gitu lho ceritanya, biar makin kenal sama si otang hehehe.

    Okelah sudah diputuskan mau bikin ayam panggang, step selanjutnya tentu saja: GUGLING! Golek resep dong ya. Dan setelah baca-baca banyak referensi, saya merasa cocok sama resep ayam panggang kecapnya mbak Endang JTT. Jadilah saya mantep mau pake resep ini, dan bolak-balik baca resepnya biar meresap ke hati dan pikiran, biar paripurna (rencananya sih gitu :D)

    Saya pake ayam negeri, yang utuh sak gluntung gak dipotong-potong. Ceritanya biar mantap. Tapi apalah daya, setelah ngider ke tukang ayam, ternyata yang masih bisa didapat ayam utuh minus paha. Jadilah ayam saya tanpa paha hehehehe. Oke aja kalo misal mau dipotong-potong. Semua balik lagi ke selera masing-masing.

    Nah, ini dia resep Ayam Panggang Kecap ala JTT

    Bahan:
    – 1 ekor ayam potong

    Bumbu halus (untuk merebus ayam):
    – 6 siung bawang putih
    – 1/2 buah bawang bombay atau 5 siung bawang merah
    – 1 sendok makan ketumbar bubuk
    – 1 sendok teh kunyit bubuk atau 2 ruas jari kunyit segar
    – 1/4 sendok teh merica bubuk
    – 1/4 sendok teh jintan bubuk

    Bumbu lainnya untuk merebus ayam:
    – 5 lembar daun salam
    – 4 lembar daun jeruk purut
    – 2 batang serai, ambil bagian putihnya saja dan pipihkan
    – 3 ruas jari lengkuas, belah membujur tipis dan pipihkan
    – 3 sendok makan kecap manis
    – 1 sendok makan asam Jawa rendam dengan 5 sendok makan air panas
    – 2 sendok teh garam
    – 1 sendok makan gula jawa sisir
    – 500 ml air

    Bumbu untuk mengoles ayam, haluskan dengan blender:
    – 2 butir cabai merah besar
    – 4 butir cabai rawit merah (skip jika tidak ingin pedas)
    – 5-7 sendok makan kecap
    – 3 sendok makan minyak goreng
    – 1/2 sendok teh garam
    – bumbu sisa merebus ayam

    Cara membuat:

    1. Siapkan panci atau wajan, masukkan sekitar 500 ml air (atau secukupnya), bumbu halus dan semua bumbu untuk merebus ayam lainnya, aduk rata.
    2. Masukkan ayam ke dalam panci/wajan. Rebus ayam dengan api kecil hingga empuk dan matang dan air menyusut.
    3. Siapkan loyang untuk memanggang, alasi permukaannya dengan alumunium foil yang cukup lebar dan alasi kertas baking pada permukaan alumunium foil. Fungsi alumunium foil untuk mencegah loyang menjadi kotor terkena tetesan air ayam ketika ayam dipanggang. Dan kertas baking untuk mencegah ayam lengket di permukaan alumunium foil.
      *saya kemarin menggunakan daun pisang sebagai alas untuk memanggang ayam.
    4. Jika ayam sudah matang dan air sudah menyusut, matikan api dan biarkan dingin. Setelah dingin ayam bisa diangkat untuk dipisahkan dari kuahnya.
      *gunakan tangan untuk memindahkan ayam dari panci/wajan ke loyang. Karena ayam sudah empuk, dan mudah patah jika tidak dipegangi dengan baik.
    5. Campurkan air sisa rebusan ayam dengan bumbu lain untuk bahan olesan ketika akan dipanggang.
    6. Olesi permukaan ayam menggunakan kuas dengan bumbu pengoles ayam yang sudah dihaluskan secara merata di permukaan ayam.
    7. Panggang ayam selama 20 menit di oven dengan suhu 180’C hingga permukaannya menjadi kering dan bumbu tampak melekat dengan baik. Keluarkan dari oven dan siap disajikan.
    Penampakan si ayam panggang
    Penampakan si ayam panggang 😀 Oles-oles kurang tebel jadi terlihat kurang bumbu gitu.

    Nah, enak lagi kalo makan ayam panggang ini ala penyetan. Pake tempe goreng, terong goreng, lalapan, dan nasi uduk!

    Enak enak enak!
    Enak enak enak!
  • Kue Lupis

    Aloha amigos! 😀

    Akhirnya ya sis, setelah sekian lama bisa posting sesuatu juga. Maksudnya posting sesuatu yang berfaedah selain cuma nyampah doang hihihi. Karena kali ini saya berhasil eksekusi LOPIS! Yeeeyy… tepuk tangan!

    Jadi, sekiranya Anda-Anda sekalian sudah ketahui, Lopis, atau Kue Lupis, adalah salah satu jajanan tradisional yang banyak digemari orang. Jajanan kekunoan yang selalu bikin kangen, selalu bikin hepi yang makan, karena emang rasanya penuh dengan nostalgia yak hehehe.

    Terakhir kali saya makan Lopis sebenarnya belum terlalu lama, tapi ketemunya di tempat yang tak disangka-sangka. Di mantenan temennya mas suami! Hehe. Seperangkat Lopis plus Cenilnya yang dibungkus kelapa parut dan disiram gula merah itu memang uenak. Jajanan juarak!

    Nah, ceritanya, di rumah masih ada beras ketan lumayan banyak, sisa Yangti bikin lemper pas puasa kemaren. Nganggur kasian kan, akhirnya ayok deh kita olah. Bikin sesuatu yang mudah dengan bahan beras ketan itu apa ya? Buat saya yang amatir ini, yang selalu mengedepankan kemudahan, mari kita riset (baca: gugling)! Gugling sana sini, kok ribet amat ya bikin jajan pake beras ketan. Sampe akhirnya ketemulah resep lupis ini. Baca-baca-baca, sepertinya gak terlalu sulit. Jadilah mari kita eksekusi!

    Selain menggunakan bahan utama beras ketan, hal yang utama yang juga harus disiapkan ketika bikin lupis itu tidak lain tidak bukan adalah: daun pisang. Iya kan? Biasanya memang daun pisang ini dipakai buat bungkus-bungkus makanan, salah satunya lupis. Tapi di jaman kekinian ini, kalau tidak ada daun pisang, bisa juga pembungkusnya menggunakan plastik bening atau aluminium foil, karena tak ada rotan akarpun jadi!. Oiya, kalau semisal memang menggunakan plastik atau alufoil, bisa ditambahkan sedikiiit saja pasta pandan, supaya dapat warna semu kehijauan. Kalau membungkus menggunakan daun pisang tidak perlu ditambah pewarna, karena secara alami lupis akan mendapat warna dari perebusan bersama daun pisang.

    Beruntungnya, di tempat saya tinggal ini masih banyak pohon pisang yang bisa diminta sedikit daunnya. Dan yang perlu dicatat untuk pembuatan lupis ini, jika bisa: pilih daun pisang yang lebar, jadi bisa membungkus sempurna hanya dengan 1 lembar. Kalau daun pisang yang digunakan tidak terlalu lebar, bisa diakali dengan menyambung daun, jadi pakai 2 daun yang disambungkan. Jadi kita perlu potongan daun yang memanjang, dan dibentuk segitiga nantinya setelah diisi beras.

    Untuk bikin lupis ini sebenarnya gak sulit, tapi kita cuma butuh ketelatenan. Sabar. Dari proses merendam beras ketan, membungkus satu persatu ya memang butuh telaten, gak bisa buru-buru untuk hasil yang bagus. Hmm, mungkin ini berarti filosofis? Atau mungkin bisa juga dipake terapi ya hehehe :D.

    Nah, step paling awal adalah: merendam beras ketan. Jadi ketika akan diolah, beras ketan perlu direndam selama beberapa waktu. Tujuannya, supaya cepat lembut dan empuk, sehingga dalam proses pemasakan tidak memakan waktu terlalu lama. Kalau kata Yangti sih, kalau kualitas beras ketan itu bagus, cukup direndam 2 jam saja. Tapi kalau beras ketan yang tidak terlalu bagus, perlu direndam lebih lama. Nah, untuk jaga-jaga, daripada-daripada, saya merendam beras ketan semalaman (malam sebelum tidur direndam, untuk paginya diolah).

    Resepnya, banyak bertebaran di gugel ya. Tapi saya nyontek resep lupis dari Midnite Kitchen, berikut resepnya:

    Bahan-bahan:
    – 500 gr beras ketan, cuci dan rendam
    – Daun pisang secukupnya
    – Lidi atau tusuk gigi

    Cara: Cuci bersih beras ketan, setelah bersih kemudian rendam dengan air. Campurkan dengan ½ sdt garam dan 1 sdm air kapur sirih (jika ada). Tutup dan biarkan semalaman.

    Bahan untuk taburan:
    – 1/2 butir kelapa parut kasar (saya beli kelapa parut di tukang sayur, sudah bungkusan)
    – 1/4 sdt garam
    – daun pandan

    Bahan kinca (sirup gula merah):
    – 300 gr gula merah
    – 125-150 ml air atau secukupnya
    – sejumput garam
    – 1 lembar daun pandan
    – 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air (optional, bila ingin sirup gula merah lebih kental)

    Cara membuat:

    1. Ambil selembar daun pisang, buat contong, isi dengan beras ketan. Daun pisang dibagi kecil memanjang, tidak perlu besar untuk membuat bungkus lupis.
    2. Lipat contong membentuk segitiga dan padatkan, semat tusuk gigi agar rapat dan tidak ada celah yg terbuka.

      cara membungkus lupis
      cara membungkus lupis
    3. Lakukan hingga beras ketan habis.bikin-lopis4
    4. Rebus air dalam panci hingga mendidih, lalu masukkan lupis dan rebus hingga 1- 2 jam. Usahakan bungkusan-bungkusan lupis tadi tenggelam di dalam air.
    5. Angkat, tiriskan sampai dingin.

      ketika direbus, dan hasil matangnya
      ketika direbus, dan hasil matangnya
    6. Rebus gula merah, air, garam dan daun pandan hingga gula mencair keseluruhan. Tambahkan larutan maizena. Aduk rata, biarkan mendidih beberapa saat. Angkat lalu saring dan biarkan dingin.
    7. Kukus kelapa parut, garam dan daun pandan kuran lebih 15 menit. Angkat.bikin-lopis5

    Cara penyajian: buka bungkus kue lupis lalu taburi atau gulingkan di atas kelapa parut kukus. Tata di piring. Sajikan dengan sirup gula merah.

    Jadilah lupis ketan!
    Jadilah lupis ketan!
  • Immortal Love Song

    Immortal Love Song adalah sebuah lagu brilian yang diciptakan Ahmad Dhani di era 2013, diciptakan di era Mahadewa, dengan vokalis Judika. Kenapa brilian? Ya karena memang pada era Mahadewa, atau sebelumnya era The Rock lagunya gak terlalu asik, gak seasik jaman Dewa 19 dulu *tua 😀

    The song itself is literally about immortal love. Tentang cinta yang tidak sekedar antara aku dan kamu, atau sepasang muda mudi saja. This song is about love itself. Karena cinta memang tidak punya batas, apalagi cinta yang dimiliki orang tua untuk anak (anaknya), sangat luas dan tidak pernah putus. Dan Immortal Love Song bercerita dengan indah mengenai jenis cinta ini.

    And yes, you are in love forever once you had a family on your own. Ketika anak-anak hadir dan menguatkan hubungan antara pasangan, bahkan memperbaiki hubungan antara kita dan ayah ibu kita.

    And I love this song for making me feel that way.

  • Ada Apa Sih Dengan Cinta?

    Jadi, setelah film AADC 2 banyak beredar di Youtube kan, saya sama mas suami ikutan nobar dan notis. Nonton bareng dan nonton gratis. Ya secara teknis sebenarnya gak gratis sih, secara kami mengorbankan bandwith internet dan listrik buat nonton kembalinya mbak Cinta dan Mas Rangga *perhitungan 😛

    Anggap deh telat banget. Kami Saya memang belum nonton sekuel AADC, jadi saya rewel mewanti-wanti mas suami, jangan sampe dia nonton gak ngajak-ngajak saya (gamau banget ditinggal :D). Dan akhirnya ya semalam, setelah si Ai tidur, kami nonton deh.

    Kurang lebih 2 jam nonton, dan setelah selesai nonton, kami sepakat bertanya-tanya, “sebenarnya ada apa sih dengan Cinta?” Serius ya, kami saya merasa film ini aneh, dan memang saya merasa terkesan dipaksakan karena ekspektasi tinggi para penggemar baper. Iya gak sih?!

    Katakanlah memang banyak pihak yang menantikan kembalinya Cinta dan Rangga, romantis, puitis, dan is is is lainnya. Tapi dalam kacamata saya, saya masih lebih suka sekuel AADC yang dibuat oleh Line beberapa waktu lalu. Kata-kata, “jadi beda, satu purnama di New York dan di Jakarta?” jauh lebih greget sih dibandingkan, “Rangga apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat!” Iya gak sih?! Well, sekali lagi ini hanya pendapat saya.

    AADC 2 memang menggambarkan realitas setelah 14 tahun. Setelah 14 tahun memang gak mungkin semuanya masih begitu indah dan menyenangkan. Pasti ada banyak sekali perbedaan, terutama perbedaan mbak Cinta dan mas Rangga. Apa ya, gak tau aja, saya merasa dialog yang terjadi gak natural aja, gak kerasa greget. Sekarang nontonin karakter Cinta kok rasanya labil banget. Atau mungkin malah dengan tepat menggambarkan seseorang yang gak pernah selesai dengan cinta pertamanya? Penasaran selalu?

    Dan ada satu scene yang sangat sayang gak bisa meng-capture momen. Yaitu saat Rangga dan Cinta pergi ke Puthuk Setumbu, sayang sekali keindahan momen sunrise dan panoramanya gak kelihatan. Udah jauh-jauh ke Punthuk Setumbu lho bro! Sayang bingiiitt.

    Tapi saya sangat sadar, yang membuat film ini berbeda jauh adalah kacamata saya. Bandingkan waktu menonton AADC 14 tahun lalu saya kan masih bocah, piyik banget yang cuma ngerti mimpi-mimpi soal romantisme. Jelas waktu itu pasti termehek-mehek banget. Bandingkan dengan sekarang ketika sudah menjelang kepala 3, paling tidak kacamata saya pasti lebih rasional (soalnya udah pernah merasakan pahit manisnya cinta. ciee banget toh). Mungkin itu juga yang mengurangi rasa gregetnya kali ya.

    Eniwei, ini hanya sekedar celoteh saya soal mbak Cinta dan mas Rangga. Murni dari kacamata awam saya, dan gak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak manapun. Cao!

     

  • Catatan Kecil

    Dengarkan baik-baik liriknya.

    Catatan Kecil – Adera

    Bila ingin hidup damai di dunia
    Bahagialah dengan apa yang kau punya
    Walau hatimu merasa
    Semua belum sempurna
    Sebenarnya kita sudah cukup semuanya

    Bila dunia membuatmu kecewa
    Karena semua cita-citamu tertunda
    Percayalah segalanya
    Telah diatur semesta
    Agar kita mendapatkan yang terindah

    Impianmu terbangkanlah tinggi
    Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
    Senyumlah kembali
    Bahagiakan hari ini
    Buatlah hatimu bersinar lagi

    Bila ingin lebih damai di dunia
    Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
    Kini hatimu terasa
    Semua lebih sempurna
    Karena kau hidup
    Dengan seutuhnya

    Impianmu terbangkanlah tingi
    Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
    Senyumlah kembali
    Bahagiakan hari ini
    Buatlah hatimu bersinar lagi

    Bila ingin lebih damai di dunia
    Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
    Percayalah segalanya
    Telah diatur semesta
    Agar kita mendapatkan yang terindah

    Kini hatimu terasa
    Semua lebih sempurna
    Karena kau hidup
    Dengan seutuhnya

     

  • Pelangi – HiVi!

    I love this song!

     

    Lirik lagu Pelangi – HiVi!

    ku ingin cinta hadir untuk selamanya
    bukan hanyalah untuk sementara
    menyapa dan hilang terbit tenggelam
    bagai pelangi yang indahnya hanya sesaat
    tuk ku lihat dia mewarnai hari

    tetaplah engkau di sini
    jangan datang lalu kau pergi
    jangan anggap hatiku
    jadi tempat persinggahanmu
    untuk cinta sesaat

    mengapa ku tak bisa jadi cinta yang takkan pernah terganti
    (ku hanya menjadi) cinta yang takkan terjadi
    lalu mengapa kau masih di sini
    memperpanjang harapan

    tetaplah engkau di sini,
    jangan datang lalu kau pergi
    jangan anggap hatiku
    jadi tempat persinggahanmu untuk cinta sesaat

    kau bagaikan kapal yang terus melaju
    di luasnya ombak samudera biru
    namun sayangnya kau tak pilih aku
    jadi pelabuhanmu

    tetaplah engkau di sini,
    jangan datang lalu kau pergi
    jangan anggap hatiku
    jadi tempat persinggahanmu

    bila tak ingin di sini
    jangan berlalu lalang lagi
    biarkanlah hatiku mencari cinta sejati,
    wahai cintaku,
    wahai cinta sesaat