Author: dirottsaha

  • Bukan Melulu IQ

    Ramai dishare di feed orang-orang. Betapa hubungan antara bla bla bla bisa menghasilkan anak dengan IQ yang lebih tinggi. Lakukan ini itu saat hamil agar IQ bayi lebih tinggi. Sejak jadi orang tua, saya mendadak sadar, bahwa hidup itu ga melulu soal IQ yang tinggi. Ya, sebagai orang tua saya tentu pengen anak saya nanti jadi anak yang pandai, jadi anak yang cerdas, baik hati, suka menabung, tidak sombong, dan banyak lah. Itu cita-cita semua orang tua pasti, ingin anak-anaknya lebih baik dari mereka.

    Tapi yang saya rasakan, saya pengen anak saya intelegensinya tinggi. Intelegensi sosialnya tinggi, EQnya, SQnya. Bukan melulu IQ. Saya kepengin anak saya punya kecerdasan sosial, kepekaan sosial terhadap lingkungannya. Saya rasa untuk jadi pintar di sebuah mata pelajaran, perlu belajar. Tapi untuk pintar secara sosial, itu lain lagi ceritanya.

    Banyak sekali sekarang ini anak kecil yang pintar, yang pandai, yang cerdas. Tapi PR buat orang tuanya, bagaimana mempertahankan kondisi intelegensi itu sampai nanti dia siap hidup sendiri. PR juga buat saya dan suami. Karena saya sampai sekarang merasa belum jadi orang yang baik juga. Mungkin waktu kecil anak-anak lebih mudah untuk diawasi, kita puas dengan pencapaiannya. Besok ketika mereka beranjak remaja, dewasa, dan punya pemikiran sendiri, dan suatu saat kita sebagai orang tua tidak sependapat, lalu bagaimana?

    Menengok ke dalam diri saya sendiri, masih sangat banyak pertanyaan. Bagaimana kalo begini? Bagaimana kalau begitu? Penginnya membekali anak tidak sekedar apa yang tertulis di textbook, tidak sekedar apa yang di sekolah diajarkan. Pengen supaya dia cerdas secara emosi, dan pandai mengelola perilakunya.

    Anak akan beranjak dewasa, dan saya masih belajar, memperlakukan anak sebagaimana tingkat usia dan emosinya.

    You’ll never know how your parents feel, until you become one.

    And yes, it’s true.

  • Kroket Makaroni Keju

    Hari Jumat lalu adalah cooking day di sekolah Ai. Seperti biasa, kalau yang namanya cooking day maka akan ada satu resep yang akan diuji coba, dibuat bersama-sama. Walapun pada akhirnya bunda guru yang repot dan anak-anak yang main belepotan, ehe. Tapi poinnya tetap melibatkan anak dalam proses masak. Dari pengenalan bahan, membuat adonan, sampai finishing. Bagian yang melibatkan kompor atau pisau biasanya akan dipegang oleh bunda guru. Jadi gitu.

    Nah, jumat kemarin Ai membawa pulang hasil cooking day, sambil cerita “ini enak banget loh map” Jadi resep yang dieksekusi adalah kroket makaroni keju. Makaroni? Ada kejunya pula? Jelas pasti anak-anak suka kalo ini sih. Dan Ai minta dibuatkan, maka okelah mari kita coba bikin.

    Gugling resp kanan kiri, akhirnya saya bikin pake resep di cookpad punya mbak emma rosa. Saya bikin versi iritnya, tanpa telur atau daging, bumbu tambah kanan kiri sedikit, Bisa divariasi ditambah telur puyuh, daging ayam atau kornet, atau wortel serut, pasti tambah enak.Ā Ini saya share resepnya ya.

    zoom in :D
    zoom in šŸ˜€

    KROKET MAKARONI KEJU

    Bahan:
    Elbow Makaroni 100 gr
    Margarin 100 gram
    Susu Cair 375 ml
    Tepung Terigu 150 gram
    Keju Cheddar 75 gram
    Bawang Bombay setengah siung
    Bawang Putih 1 siung
    Lada secukupnya
    Pala secukupnya
    Garam secukupnya
    Royco 1 sachet
    Tepung Panir secukupnya
    Minyak goreng secukupnya

    Cara membuat:
    1. Rebus makaroni sampai empuk, biasanya 8-10 menit. Setelah empuk, angkat, sisihkan.
    2. Tumis bawang putih dan bawang bombay dalam margarin, tambahkan lada, pala, garam, dan penyedap, tumis sampai harum.
    3. Tambahkan terigu, aduk rata, kemudian tambahkan susu cair, aduk sampai adonan licin dan tidak bergerindil. Kemudian tambahkan makaroni, aduk rata dan matikan api.
    4. Adonan bisa dipindahkan ke wadah atau baskom, kemudian tambahkan keju parut, aduk lagi sampai rata.
    5. Bentuk adonan sesuai selera, gulingkan dalam tepung panir, basahkan dalam susu cair, kemudian gulingkan lagi dalam tepung panir. Lakukan sampai adonan habis.
    6. Setelah itu adonan siap digoreng, goreng hingga kuning keemasan, dan hidangkan hangat. Bisa dimakan menggunakan mayonais atau saus sambal, sesuai selera.

    Selamat praktek!

     

  • Ai’s Adventure. Chapter 1: Friends Birthday Party

    Oke, jadi, hari Minggu kemarin adalah perayaan ulang tahun anak seorang teman. Dan Ai diminta ikut untuk meramaikan acara. The birthday girl, her name is quite close to Ai’s name, cuma beda sehuruf aja, merayakan ulang tahunnya yang pertama. Dan ini kali pertama Ai menghadiri perayaan ulang tahun semacam ini. Biasanya hanya sebatas syukuran di keluarga, atau di sekolah kalau ada teman yang ulang tahun.

    So, it’s a bit interesting for me, ingin tahu gimana sih reaksinya si Ai nanti. Sebelum berangkat, sambil siap-siap anaknya saya briefing kecil-kecilan. Kurang lebih memberi gambaran soal acara nanti gimana. Siapa yang berulang tahun, akan ada siapa saja disana, dan saya minta dia kooperatif ketika bertemu orang baru dan ketika mengikuti acara. Oke, karena saya ibu yang bawel tentu saja.

    Sampai venue, Ai gembira ria saja, karena memang diadakan di sebuah resto cepat saji tenama. Dan dia melihat playground, lebih tepatnya dia melihat PEROSOTAN. Her hapiness is complete mungkin ya. Ini juga pertanyaan besar bagi mamapnya, wong di sekolah ada perosotan dan tiap hari main, kok ya tiap pergi ke suatu tempat dan melihat perosotan yo kudu harus wajib main. Yah, namanya juga anak-anak.

    Jadi, ketika acara dimulai, jujur saya amazed, dia mampu duduk tenang sendiri di dalam (saya dan papapnya menunggu diluar). Kemudian ketika waktunya game, dia mau juga tunjuk tangan, dengan sukarela ikut (ya walaupun dengan iming-iming hadiah). Yang cukup mengejutkan, ada badutnya, dan waktu saya tanya, “mau foto sama badut?” dia mau! Waaa… I’m a very happy mom.

    Sampai acara selesai dia oke aja, sangat kooperatif, dan tentu saja saya senang setengah mati. Inilah manfaat dari sekolah! Dia sudah mulai mandiri. Paling tidak, saya puas melihat Ai kooperatif. Dia mungkin masih sedikit malu, tapi anak-anak pasti akan selalu belajar. Semoga saya juga selalu bisa keep up with her development.

    Oke done, I’m done bragging about my daughter. *nyengir lebar

    Tetap pesannya satu: kunyah ya Ai, jangan ngemut.

  • Ayam Slenget

    Jadi, setelah mencicipi entok slenget yang tersohor itu, rupanya bikin ketagihan dan pengen pengen lagi. Tapi kalo tiap pengen kesana kan boros ya, boros di kantong dan boros di bensin ehehe. Maka jadilah suatu hari dengan berbekal niat dan nekat, kita bereksperimen mencoba untuk masak. Tentu saja dengan resep yang kira-kira.

    Maka jadilah si ayam slenget!
    Maka jadilah si ayam slenget!

    Ayam slenget bukan entok slenget. Kenapa? Karena daging entok itu susah dicari kayaknya ya. Jadi sebagai ganti, saya pakai ayam kampung. Teksturnya ya mendekati lah, agak-agak alot enak gitu. Stepnya: saya bacem dulu daging ayam sampai empuk, baru setelah itu ketika mau disajikan, ditumis sebentar dengan bumbu pedas. Dislenget gitu.

    Nah, saya bagi resepnya kalau-kalau ada yang kepengin eksperimen juga.

    Ayam Slenget

    Bahan:
    Daging ayam kampung 1 ekor

    Bumbu bacem:
    Bawang putih 3 siung
    Bawang merah 5 siung
    Gula merah secukupnya
    Asam jawa (bisa direndam dan diambil airnya saja) secukupnya
    Garam sejumput
    Air

    Bumbu slenget:
    Bawang putih 1 siung
    Bawang merah 3 siung
    Lada secukupnya
    Cabe sesuai selera

    Pelengkap:
    Daun kol, iris tipis-tipis
    Timun, potong dadu

    How to:
    1. Cuci bersih ayam yang sudah dipotong-potong, masukkan dalam rebusan bacem (bawang merah putih, gula merah, dan asam jawa). Rebus sampai ayam empuk.
    2. Untuk penyajian, tumis bawang merah putih, cabe, dan lada hingga harum. Siram dengan ayam dan kuah bacemnya, koreksi rasanya, tunggu hingga mendidih.
    3. Sajikan panas-panas dengan nasi hangat. Jangan lupa irisan kol dan timun.

    Selamat masak!

  • Kesedihan Untuk Dunia

    Jumat lalu, tanggal 13 November 2015 terjadi serangan teror di Prancis.

    Jumat lalu pula, terjadi serangan bom di Lebanon, dan tidak sedikit pula koban yang jatuh.

    Jumat lalu, terjadi pula gempa di Jepang dengan potensi tsunami meskipun kecil.

    Jumat lalu, mungkin pula banyak kejadian yang mungkin tidak terberitakan, kiamat kecil bagi sebagian umat manusia di dunia.

    DanĀ sejak itu, media sosial banjir pernyataan dan sikap simpati untuk korban yang berjatuhan. Masing-masing beropini dan menuliskan apa yang mereka rasakan.

    Apapun itu, inilah sikap saya.

    repost, dari manapun asalnya itu
    repost, dari manapun asalnya itu

    Mari membuat dunia lebih bahagia. Tersenyumlah bukan berprasangka.

  • Rawon

    Ay ay, hari minggu, enak buat gegoleran. Tapi saya sih gegoleran juga tiap hari. Maka hari ini kupustuskan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah kucoba. Masak rawon! Hohoho… Kalo makan sih pasti pernah ya. Tapi kalo masak belom pernah.

    Dengan niat sekalian menghabiskan stok daging juga kan. Maka dimulailah proyek rawon ini dengan gugling! Gugling resep rawon. Makin dibaca makin puyeng karena kok banyak amat bumbunya, segala pake kluwek. Kluwek itu yang menjadikan khas rawon, karena kluwek inilah yang bikin si rawon berwarna hitam.

    Bolak balik baca resep sepertinya agak kendor juga semangatnya. Jalan pintas! iya ada lho shortcutnya. Pake bumbu instan hehehe. Tinggal tambah tumisan bawang merah, daun jeruk, dan serai. Untuk lain kali sih semoga bisa bikin sendiri dari awal bumbunya juga. Tapi buat permulaan lumayan menghemat waktu lah. *look for the bright side šŸ˜€

    Jadi setelah nguplek di dapur, maka inilah rawon pertama mamap. Tarraaa *plok plok plok

    rawonnya mamap
    rawonnya mamap

    Jangan lupa pelegkapnya pake tauge, dan daun bawang. Telur asin dan sambal itu hukumnya sunnah kok hihihi… Cuma bawang gorengnya kelupaan. Kalo pengen bikin sendiri, bisa ngintip ke resepnya mbak endang JTT. Monggo…

  • Mendoan

    Mendoan. Tau kan mendoan? Makanan enak khas Banyumas ini sudah dikenal kemana-mana. Ciri khasnya tempenya tipis dan lebar, kemudian dibalut adonan tepung gurih, apalagi makannya bareng sambel kecap. Slurpp… kepengin to… hehehe…

    Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi polemik mendoan juga lho. Hebat to. Emang kenapa sih? Jadi dengar-dengar di berita, ceritanya ada individu tertentu yang ingin mematenkan mendoan ini menjadi merk dagang perorangan. Wehe, ya jelas se-Banyumas protes keras dong. Untungnya keinginan tersebut sulit untuk dilaksanakan karena mendoan ini adalah milik umum. Iya mendoan berasal dari kata “mendo” yang artinya setengah matang. Tidak bisa dong kata sifat dipatenkan, begitu kata berita.

    Sebagai individu kelahiran Banyumas, saya juga penggemar berat mendoan. Istilahnya sudah mendarah daging wes. Lebay sih, tapi memang begitu adanya. Domisili saya gak di Banyumas, nah menambah kangen, karena momen makan mendoan ini langka.Ā Kalau sempat jalan-jalan ke Banyumas, khususnya Purwokerto, di Jl Jend Soetoyo ada beberapa tempat yang menjual mendoan. Mau beli mendoan hangat bisa, beli tempenya saja bisa, bahkan bisa jadi oleh-oleh juga.

    Di Jogja ini biasanya agak sulit menemukan tempe mendoan, makanya biasanya bikin sendiri. Ada sih beberapa tempat yang jualan, tapi jauh pula. Beli tempe biasa di pasar lalu diiris tipis menyerupai mendoan gitu. Atau kalau pas dapat kiriman oleh-oleh dari sodara yang main ke Jogja. Terus bumbunya apa? Mari kita simak bersama…

    Mendoan
    Bahan:
    – Tepung Terigu, secukupnya
    – Tepung Kanji, secukupnya (biasanya hanya sedikit digunakan)
    – Daun Bawang, secukupnya, iris tipis
    – Air, secukupnya

    Bumbu Halus:
    – Bawang Putih 3 siung
    – Kencur 1 ruas jari
    – Ketumbar, secukupnya
    – Garam, secukupnya

    Bumbu Sambal Kecap:
    – Bawang Merah
    – Cabe Merah
    – Cabe Rawit
    – Tomat
    – Kecap
    Haluskan semua bahan, atau diris-iris tipis, kemudian tuangkan kecap banyak-banyak. Jadi deh! Ukurannya sesuai selera, jadi bisa pas dengan level kepedasan masing-masing.

    Cara membuat:
    – Haluskan semua bumbu, beri air sedikit dan campurkan bersama daun bawang.
    – Tambahkan tepung terigu dan kanji secukupnya, aduk rata.
    – Tambahkan air secukupnya, aduk rata sampai adonan licin dan tidak bergerindil, adonan jangan terlalu encer, sebaiknya agak kental agar menempel di tempenya.
    – Setelah adonan siap, makaĀ celupkanĀ tempe mendoan satu persatu, goreng dalam minyak panas dan banyak, tunggu sampai agak kering baru angkat (jangan sampai terlalu kering karena nanti jadi gak mendo lagi)
    – Sajikan hangat bersama sambal kecap (atau bisa dengan cabe rawit hijau).

    Yang harus diperhatikan dalam penggorengan mendoan ini yaitu: jangan terlalu kering. Kan mendo itu setengah matang. Jadi pada saat sudah tidak menempel lagi di penggorengan, sudah bisa diangkat. Begitu.

    sepiring mendoan anget, nyeplus rawit, atau colek ke sambel kecap. mantep!
    sepiring mendoan anget, nyeplus rawit, atau colek ke sambel kecap. mantep!

    .Selamat mencoba!

  • Poni-Poni Kecil

    from tinypop.com
    from tinypop.com

    Ini adalah poni-poni kecil, kegemaran si Ai yang baru. Baru banget, masih anget. So I guess masa princess princessan itu sudah berlalu, dan mari kita sambut era baru kejayaan kuda poni cantik yang namanya agak panjang dan susah diingatĀ ini. Jangan lupa mamap hafalkan semua lho… Mari!

  • Sekedar Ngetag Nih, Beneran?

    Selo, sekrol-sekrol temlen. Lalu ketemu salah satu apdet opini temen yang begini bunyinya: “Trend ibu-ibu muda masa kini: posting-posting artikel yg menyuarakan hak-hak istri sambil ngetag suami masing-masing. Banyak yg menyangkut materi pula… Jane tujuane opo sih?” Huakakakak… ini sudah lama juga saya gundah gulanakan hehehe…

    Iya, terus terang saya juga bingung, lha ngopo kok bingung? Seperti yang pernah saya proteskan di medium saya, kayanya kok dunia permediasosialan jaman sekarang itu sensitif bingit. Baik masalah negara sampe masalah rumah tangga, atawa masalah pribadi. Dan untuk masalah rumah tangga atau pribadi ini kebanyakan yang saya lihat pelakunya adalah wanita. Pokoknya saya jarang lah melihat postingan si suami ngetag istrinya gitu-gitu. Jujur, kadang ketika membaca artikelnya saya juga manggut-manggut dan kepengin juga nyolek mas suami sambil ngomong “iki lho mas, perlakukan aku seperti inih, pliiiss!” Tapi kok kayanya norak ya, jadi kuurungkan.

    Selain perasaan norak itu, sayapun mengukur diri, mikir dulu, ah apa iya sih bener begitu. Jangan karena kita perempuan terus bawa perasaan kemana-mana ah. Kadang sebagai perempuan saya juga merasa terjebak dalam rasa romantisnya sendiri, yang ujung-ujungnya gak kesampaian dan bete. Terus juga, menurutmu gimana rasanya si suami atau pasangan yang kena tag itu? Ketoknya kok gak hepi ya kalo di tag yang begitu-begituan. Belakangan ini saya juga baru sadar, kadang apa yang diperlihatkan suami itu bukan selalu yang sebenarnya. Sebenarnya suamimu itu sangat mencintaimu, tapi tidak selalu juga ditunjukkan. Sebenarnya suamimu itu juga pingin romantisan tapi capek kerja, dan lain-lain. Saya terus meyakinkan diri sendiri juga soal ini. Tapi balik lagi namanya perempuan ya, ya gitu deh. Paham, tapi pingin lebih diusahain lagi. Ah perempuan ini.

    Saya juga perempuan, banyak dramanya. Tapi soal publikasi seperti ini, saya lebih memilih untuk langsung menyampaikan ke suami lewat pesan pribadi. Kayanya kok lebih tepat, tidak mendisplay di ruang publik. Karena media sosial itu ruang publik lho, jangan sampe lupa! Tapi tulisan sepanjang ini juga termasuk surhat ya? Ehe… yah begitulah.

    Jadi untuk para suami di media sosial, berlapangdadalah ya. Sebenernya kami para istri ini memang suka muter-muter dengan keromantisannya sendiri, kadang berharap suami paham. Tapi ya gitu, suami juga bukan peramal yang jago telepati, jadi karena kita tidak sempurna itulah maka hidup berumah tangga itu berwarna. Semoga saya dan suami juga selalu bisaĀ mengutamakan komunikasi dua arah yang efektif.

    Mas suami, pokoknya I love you!

  • She Was Pretty

    Back to life, back to korean drama. UGH! Drama ini ya, berhasil membuatku betah menunggu buat nonton 2 episode per minggunya. Soalnya fresh betul ini drama, dan mendekati episode terakhirnya ratingnya semakin menanjak! Haww…

    She-Was-Pretty-Poster2
    pic from: koreandrama.org

    Drama ini mengisahkan mengenai percintaan dua manusia, ofkos dengan segala halangan rintangan yang terjadi. Dibintangi oleh Hwang Jung Eum, Park Seo Jun, Goo Jun Hee, dan Choi Si Won drama 16 episode ini ditayangkan MBC mulai 16 September 2015 dan dijadwalkan berakhir pada 11 November 2015. Pada awalnya drama ini hanya memperoleh rating 4%, rating yang tidak cukup bagus. Namun seiring berjalannya episode rating mulai naik, dan kini mencapai 19%. Naiknya rating ini juga tidak membuat drama ini menambah jumlah episodenya, dikarenakan salah satu cast-nya yaitu Choi Si Won dikabarkan akan segera memulai wajib militernya.

    Sedikit ceritanya: semasa kecil Kim Hye Jin (Hwang Jung Eum), adalah gadis cantik yang populer. Namun ketika bisnis ayahnya bankrut, dia tumbuh menjadi wanita yang kurang menarik. Sementara Ji Seung Joon (Park Seo Jun) adalah anak yang kurang menarik ketika kecil, namun tumbuh menjadi pria yang tampan dan sukses. Dikisahkan mereka berdua adalah teman sekelas dan saling menyukai, namun berpisah lama karena Seung Joon harus pindah ke luar negeri. Seung Joon dewasa kembali ke Korea untuk pekerjaan dan berniat mencari Hye Jin. Tentu saja banyak hal terjadi sebelum mereka berdua akhirnya bisa bertemu dan bahagia.

    Melihat cerita awalnya, drama ini sebenarnya cukup mudah tertebak jalan ceritanya. Nanti pasti begini begitu. Tapi selain menyuguhkan cerita cinta, drama ini juga menyajikan cerita mengenai persahabatan antara dua tokoh utama wanitanya. Dan hal ini jarang ada lho di dalam drama korea. Karakter Hye Jin yang mempunyai kepribadian baik pada semua orang benar-benar bikin kepikiran sama kalimat “inner beauty did exist”. Bahwa kamu memang bisa jatuh cinta sama kepribadian seseorang, bukan melulu sama penampilannya. Yah begitulah…

    Untuk menonton drama ini, bisa gugling sendiri, yutub sendiri, atau bisa dicek-cek di sini. Selamat berdrama korea, selamat terlarut hanyut, selamat menikmati. Ingat, drama hanyalah drama, jadi, jangan baper, okeee. Ciao!

    Kalau kamu penasaran seperti apa sih cerita lengkapnya, bisa nonton juga loh. Klik linkdi bawah ini yah.

    Watch She Was Pretty Full Episode