Author: dirottsaha

  • Ai’s Adventure, Chapter 2: Hari Anak Nasional

    Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh di hari Sabtu, 23 Juli 2016, Ai dapat kesempatan untuk merayakannya dengan pengalaman yang tidak biasa. Yap, jadi pada Sabtu lalu, Ai dan teman-teman sekolahnya diundang untuk datang ke Mata Aksara, untuk bergembira ria bersama dan sekaligus berkenalan dengan Cican. Siapakah Cican itu?

    https://www.instagram.com/p/BIH3RRrgK7t/?taken-by=mataaksara

     

    Jadi, Cican, adalah tokoh utama dalam serial cerita anak Cican. Penulisnya adalah Wahyu Aditya yang juga seorang animator. Cican digambarkan sebagai seekor kelinci putih yang diharapkan bisa menjadi sahabat anak Indonesia. Melalui karakter Cican ini, penulisnya memasukkan nilai-nilai dan norma yang harus anak-anak pahami. Daripada selalu menasehati anak, pesan moral yang disampaikan melalui cerita atau dongeng biasanya lebih mudah diserap dan dipahami anak.

    Acara ini juga melibatkan orang tua atau Ibu (karena kebanyakan yang nganterin adalah ibunya ya) dalam sarasehan mengenai pentingnya bercerita (membacakan cerita) pada anak. Seperti juga yang pernah dibahas di gulang-guling soal manfaat mendongeng pada anak, tidak hanya soal menyampaikan cerita pada anak, tapi bercerita juga bisa mempererat bonding antara anak dan orang tua.

    Nah, soal penyampaian cerita, ternyata ada pembahasan mengenai ini lebih lanjut. Jadi menurut pak pendongeng yang kemarin tampil, bagaimana intonasi suara saat bercerita juga secara tidak sadar berpengaruh pada anak lho. Tidak perlu bercerita dengan heboh, tapi bagaimana kita sebagai pencerita mengisi emosi pada setiap kalimat yang kita sampaikan. Kita HARUS mengisi emosi pada tiap kalimat yang kita ceritakan. Usahakan jangan datar-datar saja. Jadi anak juga mengerti, “oh, begini ya kalau sedang situasi senang, atau marah, atau sedih, atau takut.”

    Konsentrasilah pada anak dan pada cerita yang kita sampaikan, usahakan jangan disambi mengerjakan yang lain. Tidak perlu waktu yang lama, paling tidak 15 menit saja. Tapi buatlah 15 menit itu berkualitas untuk anak dan kita. Cukup banyak juga manfaat sharing yang kemarin disampaikan saat sesi sarasehan, dan juga dapat buku karena berhasil jawab kuis, itu menyenangkan 😀

    https://www.instagram.com/p/BIMNLw3Aa-u/?taken-by=dirottsaha

     

    Ai juga seneng, karena dapat waktu bermain banyak bersama teman-teman. Dan yang penting menumbuhkan jiwa berani dan mau berpartisipasinya itu lho. Harapannya sih akan ada banyak acara seperti ini ya, yang membuat anak berpartisipasi aktif dan berani untuk mengemukakan pendapatnya. *banyak amat requestnya yak 😛

    Ternyata oh ternyata jadi orang tua itu ya begitu. Harus selalu catch up dalam segalanya, in order to make anak-anak kita canggih ya. Hoho, petuah dan harapan ala saya sih begitu.

    Oya, kemarin Ai juga sempet diajarin senam pinguin lho. Yang lucu itu, kalo mau au bisa lihat disini. Simpel juga untuk ditirukan anak-anak seusia Ai.

    https://www.youtube.com/watch?v=U-5mX1KfErE

  • Uncontrollably Fond

    https://www.youtube.com/watch?v=oncsCUqeEZM

    Awww… aku juga uncontrollably fond sama mas Woo Bin! Haww… GREGET!!!

    He, maafkan ya kalo saya begini. Tapi saya tottaly fall for Woo Bin pokoknya. Hehe. Maafkan maafkan… 😀

    Well, drama ini sudah memasuki episode ke 5, dan kata orang sih alurnya masih terlihat sangat lambat untuk drama 20 episode. Dan memang perolehan ratingnya terus menurun setelah episode 1 kemarin,

    Tapi katakanlah cinta buta ya, entah memang episode 5 ini greget banget atau memang sayanya yang sudah ga peduli lagi hehehe. Berharap jadi No Eul, tapi ya pingin jugak sih. Ya gitu deh pokoknya.

    tuh kan, mas Woobin sweet bingit kan :3
    tuh kan, mas Woobin sweet bingit kan :3

    Tapi, sepertinya drama ini termasuk melodrama yak. Jadi saya juga dari awal gak berharap banyak, maksdnya gak berharap nantinya cerita ini punya ending yang happy. Dalam drama ini memang karakter yang dimainkan Kim Woobin: Shin Joon Young punya sakit serius, kayanya sih mungkin kanker atau semacamnya, dan dokter memvonis hanya punya beberapa bulan saja untuk hidup. Sementara karakter Suzy, No Eul juga memiliki hidup yang sulit. Terlilit hutang, dan bertahan hidup untuk dirinya dan adiknya.

    Selain itu, keseluruhan hubungan antar karakter dalam drama ini juga cukup rumit yak. Ayah kandung Shin Joon Young adalah seorang jaksa, tapi tidak tahu menahu kalau Shin Joon Young adalah anaknya, sementara No Eul menaruh dendam pada ayah Joo Young karena dia adalah jaksa yang menutupi kasus tabrak lari saat No Eul SMA yang menyebabkan ayah Eul meninggal tanpa ada kejelasan.

    See… rumit gitu deh. Ditambah karakter Ji Tae yang selalu membantu Eul karena dia juga suka sama Eul, tapi merasa bersalah sama Eul, tapi sebenanya dia adalah anak dari pak jaksa, dan juga berarti saudara tiri Joon Young. Ah gitu-gitu lah pokoknya. So, aku siap kalo nantinya endingnya akan sedih. Yaa… semoga sih siap ya. Soalnya ini sudah bapeeerr… :3

    Jadi, mari kita tunggu dan sama-sama menikmati hinga ujung episode nanti. Him! 😀

    Dan ini adalah satu scene yang bikin baper luar biasa sama mas Woobin :3

    https://www.youtube.com/watch?v=oncsCUqeEZM

     

    Dan kalau kamu kepengin nonton Uncontrollably Fond full episode, bisa loh. Klik link dibawah ini yah. Selamat nonton!

    Watch Uncontrollably Fond Full Episode

     

  • Happy Birthday, Ai

    5 tahun lalu, tepat hari Jumat di hari pertama bulan Juli, pertama kali aku bertemu denganmu.
    Dan beserta kedatanganmu, berubah pula atribut saya dan mas suami. Bukan hanya seorang laki-laki dan perempuan, tapi seorang ayah dan ibu.

    Selamat ulang tahun yang kelima, Ai.

    Semua doa terbaik selalu tercurah untukmu.

    Semoga mamap dan papap selalu bisa mendampingi dan membimbingmu sampai nanti.

    Selalu sehat, selalu jadi Ai yang berani, cerdas, dan sholehah. Insyaallah.

    Happy birthday, Ai

    Love,

    MamaPapap

  • Proyek Kue Lebaran

    So… beberapa hari ini sebenarnya ada buanyaaakk yang bisa diceritain, berkaitan dengan dunia masak memasak. Ya tepatnya dunia perbakingan.

    Jadi, lebaran kali ini kami sekeluarga akan berlebaran di rumah Uyutnya Ai, berarti Kung dan Yangti dari seberang laut sana yang datang ke Jogja, si Om juga akan pulang dari perantauan ke Jogja, dan begitu formasi sudah komplit, kami akan naik-naik ke puncak gunung pergi ke rumah Uyut, dan lebaraaaann!

    Nah, tak dinyana-nyana, setelah Yangti sampe di Jogja beberapa hari lalu dan berkata, “kita bikin kue kering sendiri yuk! nanti kita beli oven!” What! Saya yang selama hidup ini belom pernah pegang yang namanya oven ya agak keder juga sih ditantangin begitu hehehe. Setelah dipikir-pikir boleh juga sih tapi, itung-itung belajar. Tapi soal beli oven bagus kayanya nanti dulu deh, mending kita pinjem oven tetangga dulu buat latihan.

    Maka, pergilah kami berbelanja kebutuhan bikin kue kering itu sodaraa-sodara. Dan bermodal oven tetangga dan resep kue semprit NCC (tengkyu interet :*) mulailah kami memulai proyek kue kering dadakan ini dengan tingkat kepedean yang lumayan hihihihi. Pokoknya modal resep dan nekat hayuklah kita cobain step by stepnya. Oya, kalo pingin tau resepnya ada disini ya.

    Jadi proyek pertama adalah bikin kue semprit. Iya, kami coba bikin kue kering klasik aja, ga usah yang macem-macem (belom bisa juga sik) 😀 Setelah baca resep baik-baik, dan juga baca cara memanggang kue kering dengan oven tangkring, mulailah saya dan Yangti mengeksekusi resep kue semprit.

    Step by step kami ikuti, resep kue semprit punya bu Fatmah NCC. Untuk campur-mencampur adonan sih ga terlalu sulit, sepertinya smooth saja.Yang agak sulit adalah mencetak adonannya, secara saya dan Yangti juga belum pernah pakai spuit sih, jadinya bentuknya masih blentong-blentong gitu deh. Yah, tapi lama-lama setelah terbiasa bisa jadi terampil juga menurut kami. Setelah itu, tibalah proses memasaknya, oven juga sudah dipanaskan, dan masuklah di adonan ke dalam oven, dan menurut resep lama pemanggangan sekitar 30 menit saja. Setelah beberapa menit dan melihat ke dalam oven, ternyata meleber aja dong adonan kue sempritnyaaaa 😥 Huaduuhh… ada apa ini? Kenapa kueku jadi begini???

    Setelah gugling (tengkyu internet :* :*), ternyata sepertinya kesalahan terjadi pada saat pembuatan adonan. Pada awal mengocok mentega, gula, dan telur tidak boleh terlalu lama, maksimal hanya 1menit lah. Pengocokan adonan yang terlalu lama akan membuat adonan mengembang saat dipanggang, jadi patutlah adonan kue semprit kami meleber gak cantik gitu. Tapi soal rasa sih juara. Legit bingit! Enak dan renyah.

    cantik kan, cuma meleber pas dipanggang gitu :D
    cantik kan, cuma meleber pas dipanggang gitu 😀

    Jadi setelah bikin kue semprit itu, akhirnya diputuskan ayoklah kita beli oven. Akhirnya Sabtu datang, dan diantar mas suami, kami pergi ke Progo mau beli oven. Informasi oven tangkring merk Hock model no. 4 harganya adalah Rp 385.000 (per Juni 2016). Pulanglah kami dengan oven baru di tangan, dan segambreng bahan kue yang akan dieksekusi di rumah. Hehehe, pokoknya mah pede aja! 😀

    wihiw, nganyari oven :D
    wihiw, nganyari oven 😀

    Setelah sampai rumah, langsung deh bongkar-bongkar oven disiapkan buat panggang memanggang. Oya, seperti dikatakan mbak Delicheous Cakery ini:

    Biasanya, barang baru pastinya punya treatment khusus sebelum benar-benar siap digunakan. Sama Halnya dengan oven tangkring. Sebelum baking pakai oven baru, sebaiknya oven dipanasi dahulu sampai gak bau sangit/gosong lagi. Jangan panik kalo ovennya mulai berasap dan bau gosong, memang seperti itu kalo masih baru. Cukup dimatikan apinya sejenak, lalu dinyalain lagi. 3-4 kali lah, baru bisa ilang bau gosongnya. Kalo udah gak bau gosong saat manasin oven, nah, saat itulah oven sudah bisa dipergunakan.

    Maka, proyek kue kering selanjutnya kami lanjutken dong. Kali ini yang akan dieksekusi adalah: Nastar. Sebelumnya, kami sudah membuat selai nanas untuk isiannya. Jadi kurang lebih 1¼ kg nanas diparut halus, dimasak sampai air habis dan ditambah gula pasir 200 gram. Resep nastar mengikuti resep Nastar klasik milik Bu Fatmah NCC (bisa dilihat disini).

    Secara keseluruhan proses membuat adonan tidak terlalu sulit ya. Adonan dibikin sampai kira-kira bisa dipulung dan dibentuk bulat-bulat. Sebaiknya, selai nanas juga sudah dipulung atau dibentuk bulat-bulat kecil supaya gampang membentuk nastar.

    Nastar pertamaku, cantik cantik cantik :love:
    Nastar pertamaku, cantik cantik cantik :love:

    Alhamdulillah, kali ini proyek nastar berjalan sukseis! Legit dan renyah, cantik warnanya, pokoknya memuaskan! Ah iya, untuk pengolesan kuning telur, sebaiknya dilakukan saat ¾ proses pemanggangan ya, saat sudah hampir matang. Jangan dari awal. Hasilnya akan lebih cantik. Oya, saat matang memang kadang ada retak, itu wajar, biasanya saat nastar dingin, retakan akan mengecil dan jadi lebih cantik.

    Nah, begitulah pengalaman baking pertamaku. Terimakasih Ai dan Yangti, mamap jadi belajar banyak. Sekarang jadi lebih berani lagi coba-coba. Ingat bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga kan. Hehehe.

     

     

  • Manisan Kolang-kaling

    Salah satu bahan makanan yang banyak muncul ketika bulan puasa ini selai tentu saja: kolak pisang, adalah kolang-kaling. Biasanya kolang-kaling bisa jadi pendamping kolak pisang, atau muncul di es campur, yap banyak dan biasanya kolang-kaling ini muncul sebagai pelengkap. Kali ini, kita jadikan si kolang-kaling sebagai bintang utama! Jeng… jeng… 😀

    Yep, saya pribadi suka sama si kolang-kaling ini karena teksturnya. Kenyal-kenyal adem gimana gitu. Dan bertahun lalu, kalau lebaran dan silaturahmi ke rumah tetangga (tetangganya simbah sih) selalu ada sajian bulat lonjong berwarna merah berasa manis. Turns out it’s the kolang-kaling yang kusuka. Wow, takjub karena memang taunya waktu itu kolang-kaling cuma temennya pisang di dalam kolak.

    Nah, karena ternyata kolang kaling itu sangat menyehatkan dan bermanfaat seperi yang sudah pernah dibahas di gulangguling, yuk marilah kita lebih banyak mengkonsumsi kolang kaling! Salah satu cara yang menurut saya menyenangkan yaitu: dibuat manisan. Cara mengolahnya gak ribet, praktis dan relatif singkat waktu pembuatannya.

    bayangkan gaes, siang bolong dan makan beginian. maknyos bingit!
    bayangkan gaes, siang bolong dan makan beginian. maknyos bingit!

    Manisan Kolang Kaling

    Bahan:
    500 gr kolang-kaling
    5 sdt gula pasir
    5 sdm sirup merah
    1 sdt vanili
    sejumput garam
    air secukupnya

    Cara membuat:
    1. Cuci bersih kolang-kaling, rebus sampai mendidih dengan air biasa, setelah itu tiriskan.
    2. Rebus kembali kolang-kaling dengan air biasa, ketika mendidih masukkan gula, garam, dan vanili. Tunggu mendidih kembali, baru masukkan sirup merah.
    3. Rebus kembali kolang-kaling sampai menyerap warna sirup dan air menyusut, matikan api.
    4. Tempatkan dalam wadah. Sajikan dingin.

    Note: setelah kolang-kaling matang, biasanya saya menambahkan air perasan jeruk nipis/lemon untuk menghasilkan efek segar. Tidak terlalu banyak, hanya beberapa tetes saja cukup. Bisa di skip kalau tidak suka.

    Note lagi yah, sebenarnya tidak ada aturan saklek untuk warna yang ingin kita hasilkan. Bila ingin warna lain bisa menggunakan pewarna makanan. Tapi perhatikan takaran gula yang dimasukkan. Karena saya pakai sirup merah, maka takaran gula pasir saya kurangi karena takut kemanisan. Disesuaikan saja dengan selera masing-masing.

    Oke, selamat mencubaaa 😀

  • Bolu Zebra Kukus

    Setelah kemarin eksperimen di dapur nyobain resep pie susu teflon dengan gembira ria, karena di resep hanya menggunakan kuning telur, jadi punya sisa putih telur. Bingung mau diapakan ya, daripada cuma dimatengin biasa, saya carilah resep yang pakai putih telur.

    Gugling resep dan ada satu yang saya pikir eksekusinya cukup mudah, yaitu: cake zebra kukus. Kenapa kukus? Karena saya gak punya oven dong. Kok gak pakai teflon lagi? Jawabnya: gak bisa. Jenis-jenis kukis atau kue kering masih oke kalo dipanggang menggunakan bantuan teflon, tapi kalo jenis bolu-boluan kayanya saya ga yakin sih.

    Sebenarnya ada cara lain untuk memanggang kue tanpa oven, yaitu menggunakan magiccom. Stepnya kurang lebih sama seperti menanak nasi, hanya untuk mendapatkan tingkat kematangan bolu yang pas kita harus beberapa kali menekan tombol cook. Kapan-kapan bisa kita praktek deh ya.

    Resepnya saya lihat dari resep di cookpad milik mbak aning mirza, tapi berhubung putih telur yang saya punya setelah diukur cuma ada 150 ml, saya akhirnya hanya pakai setengah resep. Praktis semua bahan di resep ini saya bagi dua penggunaannya.

    Untuk pengocokan putih telur, lebih baik jika menggunakan mixer, karena akan cepat mengembang dan menghemat proses pembuatan adonan. Dan beginilah hasil eksperimen saya bikin cake zebra kukus, gak sempurna karena saya skip penggunaan TBM. Kurang mengembang juga karena api kurang besar sedikit. Tapi worth to try lah, kali besok nyobain lagi bisa lebih sukses. Ya kan? *pembelaan 😀

    cake-zebra

    Cake Zebra Kukus
    resep mbak Aning Mirza

    Bahan:
    300 ml putih telur
    130 gr gula halus (saya pakai gula pasir)
    ¼ sdt garam
    1 sdt TBM
    ½ sdt vanila
    150 gr terigu
    ½ sdt baking powder
    50 gr margarin, lelehkan
    1 sdt essence almond
    2 sdm pasta coklat (saya pakai coklat bubuk)

    Cara membuat:

  • Pie Susu Teflon

    Halo halo semuaaa…

    Ehem, kali ini saya mau agak merasa jumawa boleh ya 😀 Karena eh karena saya berhasil eksekusi PIE SUSU TEFLON. Yeeeeaaayyy!!!!! Seneng deh ke ubun-ubun 😀 Hahaha, cetek ya :p

    Jadi seperti yang sudah beredar luas di dunia perfesbukan ya, dimana lagi ramai orang-orang baking tanpa oven. Jadi ada cara yang bisa dipakai untuk baking menggunakan wajan teflon saja. Iya sodara-sodara, MENGGUNAKAN WAJAN TEFLON SAJA. Amazing tenin to. Jadi bikin kukis gitu bisa, nastar atawa kastengel gitu juga bisa. Dan salah satu resep yang bersliweran adalan resep pie susu teflon.

    Nah, bagi manusia yang juga ga punya oven macam saya ini pastinya gud nyus bingit. Sebenarnya sudah lama pingin eksperimen bikin pie susu ini, tapi takut men. Takut gatot walaupun udah baca resepnya berkali-kali. Nah kali ini pun saya eksekusi resep pie susu ini dengan bantuan adik-adik manis lucu. Dibantuin tante syiita dan tante bungsu, akhirnya kami bertiga eksperimen deh.

    Overall sih ga terlalu sulit untuk bikin adonan crust, dan bikin filling, tinggal campur-campur hore tanpa perlu mixer segala. Masalahnya ada sedikit saat meratakan adonan di teflonnya, jadi sebisa mungkin adonan pas (terlalu tipis nanti crust cepat gosong, terlalu tebal takut tidak matang). Harus teliti, apalagi buat koki dadakan dan amatiran macam saya ini.

    Nah pada  saat memanggang, tips dari para ahli, lebih bagus jika bagian bawah teflon tidak langsung menyentuh api. Hal ini bisa diakali dengan meletakkan saringan panci kukusan di atas kompor, baru letakkan teflon di atasnya. Bisa dipanaskan dulu dengan api super kecil selama kita membuat crust dan fillingnya, sehingga sudah panas ketika akan digunakan memanggang.

    Ketika adonan sudah siap dan rata menutup permukaan teflon, tuangkan adonan filling, dan letakkan teflon diatas kompor atau lapisan saringan yang sudah dipanaskan. Tinggal tutup wajan teflon dan tunggu kurang lebih 1 jam. Lama ya, soalnya api harus super kecil, dan sering-sering di cek ya. Tanda matang adalah, adonan crust sudah berwarna coklat keemasan, dan filling sudah set (keras ketika disentuh).

    Resepnya diadaptasi dari resepnya ibu Kumala Sari Dewi yang saya lihat di fesbuk, dengan sedikit perubahan ala saya ya. Berikut resepnya:

    PIE SUSU TEFLON

    eksperimen berbuah manis :D
    eksperimen berbuah manis, crustnya renyah 😀

    Bahan:
    Crust/Kulit:
    250 gr Tepung protein sedang
    125 gr Margarin

    Filling/Isian:
    200 ml Susu kental manis putih
    2 sdm Maizena
    125 ml air
    4 butir kuning telur
    1/2 sdt Vanili
    sejumput garam

    Cara membuat:

    1. Campur tepung terigu dan margarin, aduk hingga kalis. Bisa menggunakan spatula atau tangan saja.
    2. Cetak di teflon. Gunakan teflon diameter bawah/dasar pan 20cm, maksimal ukuran 24cm masih toleransi. Lebih besar dari ukuran diatas crust/kulit akan terlalu tipis dan cepat gosong.
    3. Ratakan adonan crust sesuai teflon. Bisa dibentuk kreatif, atau ditekan-telan menggunakan ujung garpu saja.
      *note: pastikan lapisan anti lengket teflon masih mulus, jika dirasa perlu teflon bisa dioles tipis margarin terlebih dahulu.
    4. Tusuk-tusuk kulit pie dengan garpu agar udara keluar dan tidak menggelembung saat dipanggang.
    5. Campur semua bahan filling sampai licin kemudian saring.
    6. Tuang ke tengah crust yang telah dibentuk.
    7. Taruh teflon di atas kompor dengan api super kecil hingga matang lebih kurang 1 jam. Matang jika crust akan sedikit menjauh dari teflon dan filling jika disentuh terasa padat.
      *note: teflon bisa dialasi dulu dengan lembaran seng, loyang tebal atau saringan panci kukusan.
  • Puding Labu Kuning

    Aloha temans. Selamat menjalankan ibadah puasa ya, semoga puasa kita lancar sampai nanti akhir Ramdhan, dan juga mendapat keberkahan bulan Ramadhan ini. Aamiin.

    Buat ibu-ibu kayak saya ini, problematika setiap hari cuma satu: “mau masak apa hari ini?!” Dan saat bulan puasa begini, problematikanya juga jadi makin hebring. Hahaha, padahal ya gak juga sih. Tukang sayur juga ada, cuma biasalah drama 😀

    Masak saat bulan puasa begini, selain kewajiban masak makanan pokok lauk-sayur, juga biasanya ketambahan pengin sesuatu yang manis-manis buat buka puasa. Ya kan! Beuh, kalo jajan diluar bisa kalap itu semua dibeli dan berakhir kekenyangan perut begah juga karena buka puasanya kalap. Nasib 😛

    Nah, hari ini tumben sekali saya dapat energi buat eksperimen di dapur bikin takjil. Ga usah susah-susah, bikin puding aja yuk. Kali ini saya pengin bikin puding labu, karena tante bungsu sudah teriak-teriak dari kapan taun “mbaaa, bikin puding labuuu…”

    So let get started! Resep lengkapnya saya lihat di dapur mama aisyah. Cantik bingit pudingnya. Pas saya yang bikin jadi gak secantik itu karena apa? Karena tidak sabar. Hehe, jadi lapisan pertama belum set udah main tuang lapisan kedua aja. Bisa ditebak, adonan jadinya nyampur deh. 😀puding-labu

    Puding Labu Kuning (Lapis Coklat)
    resep dari dapur mama aisyah

    Bahan:
    250 gr Labu kuning
    1 bks agar-agar plain
    500 ml susu cair
    200 ml air
    100 gr gula pasir
    sejumput garam
    2 sdm coklat bubuk (larutkan dengan sedikit air hangat)

    Cara membuat:
    1. Kukus labu kuning hingga matang, haluskan (bisa diblender atau menggunakan garpu)
    2. Setelah labu kuning halus, campurkan dengan susu cair, gula, sejumput garam, agar-agar, aduk rata. Didihkan di atas api sedang sambil diaduk. Angkat.
    3. Ambil 1/3 bagian, campurkan coklat, aduk rata. Sisihkan.
    4. Tuangkan agar kuning ke dalam cetakan yang sudah dibasahi air. Tunggu uap panas hilang dan terbentuk lapisan di bagian atas tapi bagian bawahnya masih goyang (belum keras). Tuang lapisan coklat perlahan supaya tidak bocor. Biarkan mengeras dan sajikan dingin

    Note: jika lapisan kuning terlanjur mengeras, gores dengan garpu sebelum dituang lapisan coklatnya supaya hasilnya lapisannya nanti menempel

  • Finally.

    Finally someone said it.

     

    :D
    😀

    Jadi, beneran nih cuma sekedar nge-tag?

  • Pengingat

    image

    Found this pic, and feel a thousand emotions.
    Jaman ketika si Ai belum genap sebulan kira-kiranya.
    Dan jadi ibu baru dengan segala nano-nanonya.
    Itu wow.
    Wow.

    Alhamdulillah.