Category: Recipes

  • Ayam Panggang Kecap

    Jadi ceritanya, ketika memperingati pergantian umur 16 Oktober lalu, seperti biasa kami sekeluarga suka kumpul dan makan-makan kecil-kecilan lah. Dan kesempatan kemaren kok saya pengin ya bikin penyetan pake ayam panggang gitu (secara kalo ayam bakar saya gak bisa mbakarnya :P). Sekalian bergaul sama si otang jugak, up close and personal gitu lho ceritanya, biar makin kenal sama si otang hehehe.

    Okelah sudah diputuskan mau bikin ayam panggang, step selanjutnya tentu saja: GUGLING! Golek resep dong ya. Dan setelah baca-baca banyak referensi, saya merasa cocok sama resep ayam panggang kecapnya mbak Endang JTT. Jadilah saya mantep mau pake resep ini, dan bolak-balik baca resepnya biar meresap ke hati dan pikiran, biar paripurna (rencananya sih gitu :D)

    Saya pake ayam negeri, yang utuh sak gluntung gak dipotong-potong. Ceritanya biar mantap. Tapi apalah daya, setelah ngider ke tukang ayam, ternyata yang masih bisa didapat ayam utuh minus paha. Jadilah ayam saya tanpa paha hehehehe. Oke aja kalo misal mau dipotong-potong. Semua balik lagi ke selera masing-masing.

    Nah, ini dia resep Ayam Panggang Kecap ala JTT

    Bahan:
    – 1 ekor ayam potong

    Bumbu halus (untuk merebus ayam):
    – 6 siung bawang putih
    – 1/2 buah bawang bombay atau 5 siung bawang merah
    – 1 sendok makan ketumbar bubuk
    – 1 sendok teh kunyit bubuk atau 2 ruas jari kunyit segar
    – 1/4 sendok teh merica bubuk
    – 1/4 sendok teh jintan bubuk

    Bumbu lainnya untuk merebus ayam:
    – 5 lembar daun salam
    – 4 lembar daun jeruk purut
    – 2 batang serai, ambil bagian putihnya saja dan pipihkan
    – 3 ruas jari lengkuas, belah membujur tipis dan pipihkan
    – 3 sendok makan kecap manis
    – 1 sendok makan asam Jawa rendam dengan 5 sendok makan air panas
    – 2 sendok teh garam
    – 1 sendok makan gula jawa sisir
    – 500 ml air

    Bumbu untuk mengoles ayam, haluskan dengan blender:
    – 2 butir cabai merah besar
    – 4 butir cabai rawit merah (skip jika tidak ingin pedas)
    – 5-7 sendok makan kecap
    – 3 sendok makan minyak goreng
    – 1/2 sendok teh garam
    – bumbu sisa merebus ayam

    Cara membuat:

    1. Siapkan panci atau wajan, masukkan sekitar 500 ml air (atau secukupnya), bumbu halus dan semua bumbu untuk merebus ayam lainnya, aduk rata.
    2. Masukkan ayam ke dalam panci/wajan. Rebus ayam dengan api kecil hingga empuk dan matang dan air menyusut.
    3. Siapkan loyang untuk memanggang, alasi permukaannya dengan alumunium foil yang cukup lebar dan alasi kertas baking pada permukaan alumunium foil. Fungsi alumunium foil untuk mencegah loyang menjadi kotor terkena tetesan air ayam ketika ayam dipanggang. Dan kertas baking untuk mencegah ayam lengket di permukaan alumunium foil.
      *saya kemarin menggunakan daun pisang sebagai alas untuk memanggang ayam.
    4. Jika ayam sudah matang dan air sudah menyusut, matikan api dan biarkan dingin. Setelah dingin ayam bisa diangkat untuk dipisahkan dari kuahnya.
      *gunakan tangan untuk memindahkan ayam dari panci/wajan ke loyang. Karena ayam sudah empuk, dan mudah patah jika tidak dipegangi dengan baik.
    5. Campurkan air sisa rebusan ayam dengan bumbu lain untuk bahan olesan ketika akan dipanggang.
    6. Olesi permukaan ayam menggunakan kuas dengan bumbu pengoles ayam yang sudah dihaluskan secara merata di permukaan ayam.
    7. Panggang ayam selama 20 menit di oven dengan suhu 180’C hingga permukaannya menjadi kering dan bumbu tampak melekat dengan baik. Keluarkan dari oven dan siap disajikan.
    Penampakan si ayam panggang
    Penampakan si ayam panggang 😀 Oles-oles kurang tebel jadi terlihat kurang bumbu gitu.

    Nah, enak lagi kalo makan ayam panggang ini ala penyetan. Pake tempe goreng, terong goreng, lalapan, dan nasi uduk!

    Enak enak enak!
    Enak enak enak!
  • Kue Lupis

    Aloha amigos! 😀

    Akhirnya ya sis, setelah sekian lama bisa posting sesuatu juga. Maksudnya posting sesuatu yang berfaedah selain cuma nyampah doang hihihi. Karena kali ini saya berhasil eksekusi LOPIS! Yeeeyy… tepuk tangan!

    Jadi, sekiranya Anda-Anda sekalian sudah ketahui, Lopis, atau Kue Lupis, adalah salah satu jajanan tradisional yang banyak digemari orang. Jajanan kekunoan yang selalu bikin kangen, selalu bikin hepi yang makan, karena emang rasanya penuh dengan nostalgia yak hehehe.

    Terakhir kali saya makan Lopis sebenarnya belum terlalu lama, tapi ketemunya di tempat yang tak disangka-sangka. Di mantenan temennya mas suami! Hehe. Seperangkat Lopis plus Cenilnya yang dibungkus kelapa parut dan disiram gula merah itu memang uenak. Jajanan juarak!

    Nah, ceritanya, di rumah masih ada beras ketan lumayan banyak, sisa Yangti bikin lemper pas puasa kemaren. Nganggur kasian kan, akhirnya ayok deh kita olah. Bikin sesuatu yang mudah dengan bahan beras ketan itu apa ya? Buat saya yang amatir ini, yang selalu mengedepankan kemudahan, mari kita riset (baca: gugling)! Gugling sana sini, kok ribet amat ya bikin jajan pake beras ketan. Sampe akhirnya ketemulah resep lupis ini. Baca-baca-baca, sepertinya gak terlalu sulit. Jadilah mari kita eksekusi!

    Selain menggunakan bahan utama beras ketan, hal yang utama yang juga harus disiapkan ketika bikin lupis itu tidak lain tidak bukan adalah: daun pisang. Iya kan? Biasanya memang daun pisang ini dipakai buat bungkus-bungkus makanan, salah satunya lupis. Tapi di jaman kekinian ini, kalau tidak ada daun pisang, bisa juga pembungkusnya menggunakan plastik bening atau aluminium foil, karena tak ada rotan akarpun jadi!. Oiya, kalau semisal memang menggunakan plastik atau alufoil, bisa ditambahkan sedikiiit saja pasta pandan, supaya dapat warna semu kehijauan. Kalau membungkus menggunakan daun pisang tidak perlu ditambah pewarna, karena secara alami lupis akan mendapat warna dari perebusan bersama daun pisang.

    Beruntungnya, di tempat saya tinggal ini masih banyak pohon pisang yang bisa diminta sedikit daunnya. Dan yang perlu dicatat untuk pembuatan lupis ini, jika bisa: pilih daun pisang yang lebar, jadi bisa membungkus sempurna hanya dengan 1 lembar. Kalau daun pisang yang digunakan tidak terlalu lebar, bisa diakali dengan menyambung daun, jadi pakai 2 daun yang disambungkan. Jadi kita perlu potongan daun yang memanjang, dan dibentuk segitiga nantinya setelah diisi beras.

    Untuk bikin lupis ini sebenarnya gak sulit, tapi kita cuma butuh ketelatenan. Sabar. Dari proses merendam beras ketan, membungkus satu persatu ya memang butuh telaten, gak bisa buru-buru untuk hasil yang bagus. Hmm, mungkin ini berarti filosofis? Atau mungkin bisa juga dipake terapi ya hehehe :D.

    Nah, step paling awal adalah: merendam beras ketan. Jadi ketika akan diolah, beras ketan perlu direndam selama beberapa waktu. Tujuannya, supaya cepat lembut dan empuk, sehingga dalam proses pemasakan tidak memakan waktu terlalu lama. Kalau kata Yangti sih, kalau kualitas beras ketan itu bagus, cukup direndam 2 jam saja. Tapi kalau beras ketan yang tidak terlalu bagus, perlu direndam lebih lama. Nah, untuk jaga-jaga, daripada-daripada, saya merendam beras ketan semalaman (malam sebelum tidur direndam, untuk paginya diolah).

    Resepnya, banyak bertebaran di gugel ya. Tapi saya nyontek resep lupis dari Midnite Kitchen, berikut resepnya:

    Bahan-bahan:
    – 500 gr beras ketan, cuci dan rendam
    – Daun pisang secukupnya
    – Lidi atau tusuk gigi

    Cara: Cuci bersih beras ketan, setelah bersih kemudian rendam dengan air. Campurkan dengan ½ sdt garam dan 1 sdm air kapur sirih (jika ada). Tutup dan biarkan semalaman.

    Bahan untuk taburan:
    – 1/2 butir kelapa parut kasar (saya beli kelapa parut di tukang sayur, sudah bungkusan)
    – 1/4 sdt garam
    – daun pandan

    Bahan kinca (sirup gula merah):
    – 300 gr gula merah
    – 125-150 ml air atau secukupnya
    – sejumput garam
    – 1 lembar daun pandan
    – 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air (optional, bila ingin sirup gula merah lebih kental)

    Cara membuat:

    1. Ambil selembar daun pisang, buat contong, isi dengan beras ketan. Daun pisang dibagi kecil memanjang, tidak perlu besar untuk membuat bungkus lupis.
    2. Lipat contong membentuk segitiga dan padatkan, semat tusuk gigi agar rapat dan tidak ada celah yg terbuka.

      cara membungkus lupis
      cara membungkus lupis
    3. Lakukan hingga beras ketan habis.bikin-lopis4
    4. Rebus air dalam panci hingga mendidih, lalu masukkan lupis dan rebus hingga 1- 2 jam. Usahakan bungkusan-bungkusan lupis tadi tenggelam di dalam air.
    5. Angkat, tiriskan sampai dingin.

      ketika direbus, dan hasil matangnya
      ketika direbus, dan hasil matangnya
    6. Rebus gula merah, air, garam dan daun pandan hingga gula mencair keseluruhan. Tambahkan larutan maizena. Aduk rata, biarkan mendidih beberapa saat. Angkat lalu saring dan biarkan dingin.
    7. Kukus kelapa parut, garam dan daun pandan kuran lebih 15 menit. Angkat.bikin-lopis5

    Cara penyajian: buka bungkus kue lupis lalu taburi atau gulingkan di atas kelapa parut kukus. Tata di piring. Sajikan dengan sirup gula merah.

    Jadilah lupis ketan!
    Jadilah lupis ketan!
  • Proyek Kue Lebaran

    So… beberapa hari ini sebenarnya ada buanyaaakk yang bisa diceritain, berkaitan dengan dunia masak memasak. Ya tepatnya dunia perbakingan.

    Jadi, lebaran kali ini kami sekeluarga akan berlebaran di rumah Uyutnya Ai, berarti Kung dan Yangti dari seberang laut sana yang datang ke Jogja, si Om juga akan pulang dari perantauan ke Jogja, dan begitu formasi sudah komplit, kami akan naik-naik ke puncak gunung pergi ke rumah Uyut, dan lebaraaaann!

    Nah, tak dinyana-nyana, setelah Yangti sampe di Jogja beberapa hari lalu dan berkata, “kita bikin kue kering sendiri yuk! nanti kita beli oven!” What! Saya yang selama hidup ini belom pernah pegang yang namanya oven ya agak keder juga sih ditantangin begitu hehehe. Setelah dipikir-pikir boleh juga sih tapi, itung-itung belajar. Tapi soal beli oven bagus kayanya nanti dulu deh, mending kita pinjem oven tetangga dulu buat latihan.

    Maka, pergilah kami berbelanja kebutuhan bikin kue kering itu sodaraa-sodara. Dan bermodal oven tetangga dan resep kue semprit NCC (tengkyu interet :*) mulailah kami memulai proyek kue kering dadakan ini dengan tingkat kepedean yang lumayan hihihihi. Pokoknya modal resep dan nekat hayuklah kita cobain step by stepnya. Oya, kalo pingin tau resepnya ada disini ya.

    Jadi proyek pertama adalah bikin kue semprit. Iya, kami coba bikin kue kering klasik aja, ga usah yang macem-macem (belom bisa juga sik) 😀 Setelah baca resep baik-baik, dan juga baca cara memanggang kue kering dengan oven tangkring, mulailah saya dan Yangti mengeksekusi resep kue semprit.

    Step by step kami ikuti, resep kue semprit punya bu Fatmah NCC. Untuk campur-mencampur adonan sih ga terlalu sulit, sepertinya smooth saja.Yang agak sulit adalah mencetak adonannya, secara saya dan Yangti juga belum pernah pakai spuit sih, jadinya bentuknya masih blentong-blentong gitu deh. Yah, tapi lama-lama setelah terbiasa bisa jadi terampil juga menurut kami. Setelah itu, tibalah proses memasaknya, oven juga sudah dipanaskan, dan masuklah di adonan ke dalam oven, dan menurut resep lama pemanggangan sekitar 30 menit saja. Setelah beberapa menit dan melihat ke dalam oven, ternyata meleber aja dong adonan kue sempritnyaaaa 😥 Huaduuhh… ada apa ini? Kenapa kueku jadi begini???

    Setelah gugling (tengkyu internet :* :*), ternyata sepertinya kesalahan terjadi pada saat pembuatan adonan. Pada awal mengocok mentega, gula, dan telur tidak boleh terlalu lama, maksimal hanya 1menit lah. Pengocokan adonan yang terlalu lama akan membuat adonan mengembang saat dipanggang, jadi patutlah adonan kue semprit kami meleber gak cantik gitu. Tapi soal rasa sih juara. Legit bingit! Enak dan renyah.

    cantik kan, cuma meleber pas dipanggang gitu :D
    cantik kan, cuma meleber pas dipanggang gitu 😀

    Jadi setelah bikin kue semprit itu, akhirnya diputuskan ayoklah kita beli oven. Akhirnya Sabtu datang, dan diantar mas suami, kami pergi ke Progo mau beli oven. Informasi oven tangkring merk Hock model no. 4 harganya adalah Rp 385.000 (per Juni 2016). Pulanglah kami dengan oven baru di tangan, dan segambreng bahan kue yang akan dieksekusi di rumah. Hehehe, pokoknya mah pede aja! 😀

    wihiw, nganyari oven :D
    wihiw, nganyari oven 😀

    Setelah sampai rumah, langsung deh bongkar-bongkar oven disiapkan buat panggang memanggang. Oya, seperti dikatakan mbak Delicheous Cakery ini:

    Biasanya, barang baru pastinya punya treatment khusus sebelum benar-benar siap digunakan. Sama Halnya dengan oven tangkring. Sebelum baking pakai oven baru, sebaiknya oven dipanasi dahulu sampai gak bau sangit/gosong lagi. Jangan panik kalo ovennya mulai berasap dan bau gosong, memang seperti itu kalo masih baru. Cukup dimatikan apinya sejenak, lalu dinyalain lagi. 3-4 kali lah, baru bisa ilang bau gosongnya. Kalo udah gak bau gosong saat manasin oven, nah, saat itulah oven sudah bisa dipergunakan.

    Maka, proyek kue kering selanjutnya kami lanjutken dong. Kali ini yang akan dieksekusi adalah: Nastar. Sebelumnya, kami sudah membuat selai nanas untuk isiannya. Jadi kurang lebih 1¼ kg nanas diparut halus, dimasak sampai air habis dan ditambah gula pasir 200 gram. Resep nastar mengikuti resep Nastar klasik milik Bu Fatmah NCC (bisa dilihat disini).

    Secara keseluruhan proses membuat adonan tidak terlalu sulit ya. Adonan dibikin sampai kira-kira bisa dipulung dan dibentuk bulat-bulat. Sebaiknya, selai nanas juga sudah dipulung atau dibentuk bulat-bulat kecil supaya gampang membentuk nastar.

    Nastar pertamaku, cantik cantik cantik :love:
    Nastar pertamaku, cantik cantik cantik :love:

    Alhamdulillah, kali ini proyek nastar berjalan sukseis! Legit dan renyah, cantik warnanya, pokoknya memuaskan! Ah iya, untuk pengolesan kuning telur, sebaiknya dilakukan saat ¾ proses pemanggangan ya, saat sudah hampir matang. Jangan dari awal. Hasilnya akan lebih cantik. Oya, saat matang memang kadang ada retak, itu wajar, biasanya saat nastar dingin, retakan akan mengecil dan jadi lebih cantik.

    Nah, begitulah pengalaman baking pertamaku. Terimakasih Ai dan Yangti, mamap jadi belajar banyak. Sekarang jadi lebih berani lagi coba-coba. Ingat bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga kan. Hehehe.

     

     

  • Manisan Kolang-kaling

    Salah satu bahan makanan yang banyak muncul ketika bulan puasa ini selai tentu saja: kolak pisang, adalah kolang-kaling. Biasanya kolang-kaling bisa jadi pendamping kolak pisang, atau muncul di es campur, yap banyak dan biasanya kolang-kaling ini muncul sebagai pelengkap. Kali ini, kita jadikan si kolang-kaling sebagai bintang utama! Jeng… jeng… 😀

    Yep, saya pribadi suka sama si kolang-kaling ini karena teksturnya. Kenyal-kenyal adem gimana gitu. Dan bertahun lalu, kalau lebaran dan silaturahmi ke rumah tetangga (tetangganya simbah sih) selalu ada sajian bulat lonjong berwarna merah berasa manis. Turns out it’s the kolang-kaling yang kusuka. Wow, takjub karena memang taunya waktu itu kolang-kaling cuma temennya pisang di dalam kolak.

    Nah, karena ternyata kolang kaling itu sangat menyehatkan dan bermanfaat seperi yang sudah pernah dibahas di gulangguling, yuk marilah kita lebih banyak mengkonsumsi kolang kaling! Salah satu cara yang menurut saya menyenangkan yaitu: dibuat manisan. Cara mengolahnya gak ribet, praktis dan relatif singkat waktu pembuatannya.

    bayangkan gaes, siang bolong dan makan beginian. maknyos bingit!
    bayangkan gaes, siang bolong dan makan beginian. maknyos bingit!

    Manisan Kolang Kaling

    Bahan:
    500 gr kolang-kaling
    5 sdt gula pasir
    5 sdm sirup merah
    1 sdt vanili
    sejumput garam
    air secukupnya

    Cara membuat:
    1. Cuci bersih kolang-kaling, rebus sampai mendidih dengan air biasa, setelah itu tiriskan.
    2. Rebus kembali kolang-kaling dengan air biasa, ketika mendidih masukkan gula, garam, dan vanili. Tunggu mendidih kembali, baru masukkan sirup merah.
    3. Rebus kembali kolang-kaling sampai menyerap warna sirup dan air menyusut, matikan api.
    4. Tempatkan dalam wadah. Sajikan dingin.

    Note: setelah kolang-kaling matang, biasanya saya menambahkan air perasan jeruk nipis/lemon untuk menghasilkan efek segar. Tidak terlalu banyak, hanya beberapa tetes saja cukup. Bisa di skip kalau tidak suka.

    Note lagi yah, sebenarnya tidak ada aturan saklek untuk warna yang ingin kita hasilkan. Bila ingin warna lain bisa menggunakan pewarna makanan. Tapi perhatikan takaran gula yang dimasukkan. Karena saya pakai sirup merah, maka takaran gula pasir saya kurangi karena takut kemanisan. Disesuaikan saja dengan selera masing-masing.

    Oke, selamat mencubaaa 😀

  • Bolu Zebra Kukus

    Setelah kemarin eksperimen di dapur nyobain resep pie susu teflon dengan gembira ria, karena di resep hanya menggunakan kuning telur, jadi punya sisa putih telur. Bingung mau diapakan ya, daripada cuma dimatengin biasa, saya carilah resep yang pakai putih telur.

    Gugling resep dan ada satu yang saya pikir eksekusinya cukup mudah, yaitu: cake zebra kukus. Kenapa kukus? Karena saya gak punya oven dong. Kok gak pakai teflon lagi? Jawabnya: gak bisa. Jenis-jenis kukis atau kue kering masih oke kalo dipanggang menggunakan bantuan teflon, tapi kalo jenis bolu-boluan kayanya saya ga yakin sih.

    Sebenarnya ada cara lain untuk memanggang kue tanpa oven, yaitu menggunakan magiccom. Stepnya kurang lebih sama seperti menanak nasi, hanya untuk mendapatkan tingkat kematangan bolu yang pas kita harus beberapa kali menekan tombol cook. Kapan-kapan bisa kita praktek deh ya.

    Resepnya saya lihat dari resep di cookpad milik mbak aning mirza, tapi berhubung putih telur yang saya punya setelah diukur cuma ada 150 ml, saya akhirnya hanya pakai setengah resep. Praktis semua bahan di resep ini saya bagi dua penggunaannya.

    Untuk pengocokan putih telur, lebih baik jika menggunakan mixer, karena akan cepat mengembang dan menghemat proses pembuatan adonan. Dan beginilah hasil eksperimen saya bikin cake zebra kukus, gak sempurna karena saya skip penggunaan TBM. Kurang mengembang juga karena api kurang besar sedikit. Tapi worth to try lah, kali besok nyobain lagi bisa lebih sukses. Ya kan? *pembelaan 😀

    cake-zebra

    Cake Zebra Kukus
    resep mbak Aning Mirza

    Bahan:
    300 ml putih telur
    130 gr gula halus (saya pakai gula pasir)
    ¼ sdt garam
    1 sdt TBM
    ½ sdt vanila
    150 gr terigu
    ½ sdt baking powder
    50 gr margarin, lelehkan
    1 sdt essence almond
    2 sdm pasta coklat (saya pakai coklat bubuk)

    Cara membuat:

  • Pie Susu Teflon

    Halo halo semuaaa…

    Ehem, kali ini saya mau agak merasa jumawa boleh ya 😀 Karena eh karena saya berhasil eksekusi PIE SUSU TEFLON. Yeeeeaaayyy!!!!! Seneng deh ke ubun-ubun 😀 Hahaha, cetek ya :p

    Jadi seperti yang sudah beredar luas di dunia perfesbukan ya, dimana lagi ramai orang-orang baking tanpa oven. Jadi ada cara yang bisa dipakai untuk baking menggunakan wajan teflon saja. Iya sodara-sodara, MENGGUNAKAN WAJAN TEFLON SAJA. Amazing tenin to. Jadi bikin kukis gitu bisa, nastar atawa kastengel gitu juga bisa. Dan salah satu resep yang bersliweran adalan resep pie susu teflon.

    Nah, bagi manusia yang juga ga punya oven macam saya ini pastinya gud nyus bingit. Sebenarnya sudah lama pingin eksperimen bikin pie susu ini, tapi takut men. Takut gatot walaupun udah baca resepnya berkali-kali. Nah kali ini pun saya eksekusi resep pie susu ini dengan bantuan adik-adik manis lucu. Dibantuin tante syiita dan tante bungsu, akhirnya kami bertiga eksperimen deh.

    Overall sih ga terlalu sulit untuk bikin adonan crust, dan bikin filling, tinggal campur-campur hore tanpa perlu mixer segala. Masalahnya ada sedikit saat meratakan adonan di teflonnya, jadi sebisa mungkin adonan pas (terlalu tipis nanti crust cepat gosong, terlalu tebal takut tidak matang). Harus teliti, apalagi buat koki dadakan dan amatiran macam saya ini.

    Nah pada  saat memanggang, tips dari para ahli, lebih bagus jika bagian bawah teflon tidak langsung menyentuh api. Hal ini bisa diakali dengan meletakkan saringan panci kukusan di atas kompor, baru letakkan teflon di atasnya. Bisa dipanaskan dulu dengan api super kecil selama kita membuat crust dan fillingnya, sehingga sudah panas ketika akan digunakan memanggang.

    Ketika adonan sudah siap dan rata menutup permukaan teflon, tuangkan adonan filling, dan letakkan teflon diatas kompor atau lapisan saringan yang sudah dipanaskan. Tinggal tutup wajan teflon dan tunggu kurang lebih 1 jam. Lama ya, soalnya api harus super kecil, dan sering-sering di cek ya. Tanda matang adalah, adonan crust sudah berwarna coklat keemasan, dan filling sudah set (keras ketika disentuh).

    Resepnya diadaptasi dari resepnya ibu Kumala Sari Dewi yang saya lihat di fesbuk, dengan sedikit perubahan ala saya ya. Berikut resepnya:

    PIE SUSU TEFLON

    eksperimen berbuah manis :D
    eksperimen berbuah manis, crustnya renyah 😀

    Bahan:
    Crust/Kulit:
    250 gr Tepung protein sedang
    125 gr Margarin

    Filling/Isian:
    200 ml Susu kental manis putih
    2 sdm Maizena
    125 ml air
    4 butir kuning telur
    1/2 sdt Vanili
    sejumput garam

    Cara membuat:

    1. Campur tepung terigu dan margarin, aduk hingga kalis. Bisa menggunakan spatula atau tangan saja.
    2. Cetak di teflon. Gunakan teflon diameter bawah/dasar pan 20cm, maksimal ukuran 24cm masih toleransi. Lebih besar dari ukuran diatas crust/kulit akan terlalu tipis dan cepat gosong.
    3. Ratakan adonan crust sesuai teflon. Bisa dibentuk kreatif, atau ditekan-telan menggunakan ujung garpu saja.
      *note: pastikan lapisan anti lengket teflon masih mulus, jika dirasa perlu teflon bisa dioles tipis margarin terlebih dahulu.
    4. Tusuk-tusuk kulit pie dengan garpu agar udara keluar dan tidak menggelembung saat dipanggang.
    5. Campur semua bahan filling sampai licin kemudian saring.
    6. Tuang ke tengah crust yang telah dibentuk.
    7. Taruh teflon di atas kompor dengan api super kecil hingga matang lebih kurang 1 jam. Matang jika crust akan sedikit menjauh dari teflon dan filling jika disentuh terasa padat.
      *note: teflon bisa dialasi dulu dengan lembaran seng, loyang tebal atau saringan panci kukusan.
  • Puding Labu Kuning

    Aloha temans. Selamat menjalankan ibadah puasa ya, semoga puasa kita lancar sampai nanti akhir Ramdhan, dan juga mendapat keberkahan bulan Ramadhan ini. Aamiin.

    Buat ibu-ibu kayak saya ini, problematika setiap hari cuma satu: “mau masak apa hari ini?!” Dan saat bulan puasa begini, problematikanya juga jadi makin hebring. Hahaha, padahal ya gak juga sih. Tukang sayur juga ada, cuma biasalah drama 😀

    Masak saat bulan puasa begini, selain kewajiban masak makanan pokok lauk-sayur, juga biasanya ketambahan pengin sesuatu yang manis-manis buat buka puasa. Ya kan! Beuh, kalo jajan diluar bisa kalap itu semua dibeli dan berakhir kekenyangan perut begah juga karena buka puasanya kalap. Nasib 😛

    Nah, hari ini tumben sekali saya dapat energi buat eksperimen di dapur bikin takjil. Ga usah susah-susah, bikin puding aja yuk. Kali ini saya pengin bikin puding labu, karena tante bungsu sudah teriak-teriak dari kapan taun “mbaaa, bikin puding labuuu…”

    So let get started! Resep lengkapnya saya lihat di dapur mama aisyah. Cantik bingit pudingnya. Pas saya yang bikin jadi gak secantik itu karena apa? Karena tidak sabar. Hehe, jadi lapisan pertama belum set udah main tuang lapisan kedua aja. Bisa ditebak, adonan jadinya nyampur deh. 😀puding-labu

    Puding Labu Kuning (Lapis Coklat)
    resep dari dapur mama aisyah

    Bahan:
    250 gr Labu kuning
    1 bks agar-agar plain
    500 ml susu cair
    200 ml air
    100 gr gula pasir
    sejumput garam
    2 sdm coklat bubuk (larutkan dengan sedikit air hangat)

    Cara membuat:
    1. Kukus labu kuning hingga matang, haluskan (bisa diblender atau menggunakan garpu)
    2. Setelah labu kuning halus, campurkan dengan susu cair, gula, sejumput garam, agar-agar, aduk rata. Didihkan di atas api sedang sambil diaduk. Angkat.
    3. Ambil 1/3 bagian, campurkan coklat, aduk rata. Sisihkan.
    4. Tuangkan agar kuning ke dalam cetakan yang sudah dibasahi air. Tunggu uap panas hilang dan terbentuk lapisan di bagian atas tapi bagian bawahnya masih goyang (belum keras). Tuang lapisan coklat perlahan supaya tidak bocor. Biarkan mengeras dan sajikan dingin

    Note: jika lapisan kuning terlanjur mengeras, gores dengan garpu sebelum dituang lapisan coklatnya supaya hasilnya lapisannya nanti menempel

  • Bakwan Si Bala-Bala

    Hujan lagi, sejuk mengarah atis ya. Kondisi ini lho yang bikin perut merajalela laparnya. Si Ai aja makan banyak sekarang *faedah musim hujan bagi perkembangan anak 😀

    Dengan tuntutan perut yang semakin tak terhingga, maka otak juga harus bisa mengimbangi ya. Makanya kali ini kita bikin gorengan aja yuuukk! Bakwan sayur aja yang gampang. Enak kan, anget-anget.

    Yuk kali ini kita bikin Bakwan! Atau bisa juga disebut Bala-Bala.

    Bakwan, yang cepet banget ludesnya padahal baru digoreng.
    Bakwan, yang cepet banget ludesnya padahal baru digoreng.

    Bahan:
    ½ buah Kol a.k.a Kubis
    2 buah Wortel
    1 bungkus Jamur Kancing (sekitar 1 ons)
    1 bungkus Kecambah (sekitar 1 ons)
    2 batang besar Daun Bawang (saya suka banyak, gurih soalnya)
    1 siung Bawang Bombay
    3 siung Bawang Putih, haluskan
    1 butir Telur
    Tepung Terigu secukupnya
    Merica
    Garam

    How to:
    1. Cincang kasar semua sayuran, satukan pada wadah.
    2. Masukkan telur, bawang putih halus, garam, merica secukupnya.
    3. Tambahkan tepung terigu, uleni hingga menjadi adonan yang diinginkan.
    4. Goreng pada minyak panas hingga kuning keemasan atau hingga matang.
    5. Setelah matang bisa langsung dinikmati.

    Selamat mencoba!

  • Simple Macaroni Schotel

    Musim hujan, selain membawa berjuta kenangan dan menyebabkan kegalauan akut, juga menyebabkan datangnya rasa lapar sesuka dia. Walaupun barusan makan, namanya hujan ya, maunya mengunyah sesuatu yang hangat, yang bikin perut dan perasaan nyaman. *halah

    Masalahnya, memang maunya sih makan-makan sesuatu, tapi apa daya tak ada makanan. Kalau sudah begini, maunya bikin sesuatu. Nah, sayapun begitu, pingin sesuatu yang enak dan ekspresss. Setelah menguprek-uprek, maka jadilah: simple macaroni schotel, a la mamap!

    YAMMM!
    YAMMM!

    Bener-bener simpel alias irit bahan, karena gak ada sih sebenernya. Tanpa susu dan keju, dan lain-lain. And this is the recipe:

    Bahan:
    200 gr Elbow Macaroni (atau apapun yang tersedia di rumah)
    4 butir Telur
    3 buah Sosis, cincang kasar
    daun bawang (ini optional, bisa diskip kalau gak suka)

    Bumbu:
    Bawang putih, Garam, dan Merica

    How To:
    1. Rebus makaroni hingga matang. Sisihkan.
    2. Kocok telur, tambahkan bumbu, masukkan sosis cincang, irisan daun bawang, dan makaroni yang sudah matang. Aduk hingga bumbu tercampur rata.
    3. Tempatkan pada wadah yang sudah disediakan.
    4. Kukus 15-10 menit atau hingga matang.
    5. Nikmati selagi hangat, yam yamm

  • Banana Cake Kukus

    Hola! Ketemu lagi di DCP, yang mana kepanjangan dari “Dirottsaha Cake Project” 😀

    Jadi gini, kemarin saya berkesempatan eksekusi salah satu cake kukus, dan hasilnya cukup menggembirakan. Karena rasanya enak dan wujudnya oke punya. Setelah suka gatot gatot kalo bikin kue, ini merupakan prestasi tersendiri buat saya hehehehe 😀 *lebay tapi gakpapah

    Jadi, beberapa waktu yang lalu saya dan keluarga pulang ke rumah leluhur suami di barat kali Progo sanah. Kembali menikmati pemandangan asri nan menyejukkan. Dan pulangnya tentu saja dibawakan macam-macam hasil bumi (alhamdulillah). Salah satunya dibawakan pisang segala rupa.

    Saya sebut segala rupa karena memang tidak satu jenis pisang saja. Ada pisang raja, pisang kepok, dan (kayaknya sih) pisang palembang. Alhamdulillah, bisa bagi-bagi tetangga kanan kiri.

    Nah, saking banyaknya pisang di rumah, yang mana makannya juga dikit-dikit, si pisang raja ini jadi mateng banget, wah daripada kebuang percuma, diinapkan dulu di klukas biar bisa dibuat sesuatu. Setelah gugling-gugling, ketemulah resep Banana Cake yang simpel dan enak, so mari kita coba, tentu saja kemudian saya sesuaikan menurut versi saya sendiri ya.

    Saya agak berlebihan pake pisangnya kayanya, ada sisa 7 buah pisang saya pake 6. Resep dari JTT saya kalikan 2, dan ada yang saya tambah kurangkan, sesuai sikon. Saya juga memakai pengembang (baking powder & baking soda), karena gak pake mixer buat ngocok telur dan gulanya (jadi bukan adonan yg mengembang). DI JTT disebutkan penggunaan pengembang kue bisa di skip, dengan catatan adonan telur dan gula harus mengembang sempurna.

    So, ini dia resep banana cake kukus a la dirottsaha!

    Enak lho, beneran! ;)
    Enak lho, beneran! 😉

    Bahan:
    6 buah pisang matang
    4 butir telur (suhu ruang)
    100 gr gula pasir
    200 gr tepung terigu protein sedang (all purpose flour)
    100 ml minyak goreng (bisa diganti mentega cair)
    1 sdt baking powder
    1 sdt baking soda

    How to:
    1. Lumatkan pisang menggunakan garpu, hal ini menjadikan pisang lumat namun masih menyisakan tekstur (kalau diblender akan menjadi sangat halus). Sisihkan.
    2. Kocok telur dan gula sampai tercampur (bila menggunakna mikser, pastikan sampai adonan mengembang).
    3. Masukkan pisang lumat, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur baik. Masukkan tepung dengan cara diayak ke dalam adonan telur-pisang. Aduk adonan dengan spatula, lakukan dengan perlahan agar tidak banyak busa yang mencair.
    4. Tuangkan minyak goreng, aduk hingga tercampur rata.
    5. Masukkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan (dioles mentega & tepung, atau dilapis kertas roti), kukus selama kurang lebih  20 menit hingga cake matang. Tes kematangan cake dengan lidi, jika tidak ada adonan yang menempel maka cake telah matang.

    Note: banana cake ini juga bisa dipanggang, set disuhu 170°C.