in Adventurer

Ai’s Adventure. Chapter 1: Friends Birthday Party

Oke, jadi, hari Minggu kemarin adalah perayaan ulang tahun anak seorang teman. Dan Ai diminta ikut untuk meramaikan acara. The birthday girl, her name is quite close to Ai’s name, cuma beda sehuruf aja, merayakan ulang tahunnya yang pertama. Dan ini kali pertama Ai menghadiri perayaan ulang tahun semacam ini. Biasanya hanya sebatas syukuran di keluarga, atau di sekolah kalau ada teman yang ulang tahun.

So, it’s a bit interesting for me, ingin tahu gimana sih reaksinya si Ai nanti. Sebelum berangkat, sambil siap-siap anaknya saya briefing kecil-kecilan. Kurang lebih memberi gambaran soal acara nanti gimana. Siapa yang berulang tahun, akan ada siapa saja disana, dan saya minta dia kooperatif ketika bertemu orang baru dan ketika mengikuti acara. Oke, karena saya ibu yang bawel tentu saja.

Sampai venue, Ai gembira ria saja, karena memang diadakan di sebuah resto cepat saji tenama. Dan dia melihat playground, lebih tepatnya dia melihat PEROSOTAN. Her hapiness is complete mungkin ya. Ini juga pertanyaan besar bagi mamapnya, wong di sekolah ada perosotan dan tiap hari main, kok ya tiap pergi ke suatu tempat dan melihat perosotan yo kudu harus wajib main. Yah, namanya juga anak-anak.

Jadi, ketika acara dimulai, jujur saya amazed, dia mampu duduk tenang sendiri di dalam (saya dan papapnya menunggu diluar). Kemudian ketika waktunya game, dia mau juga tunjuk tangan, dengan sukarela ikut (ya walaupun dengan iming-iming hadiah). Yang cukup mengejutkan, ada badutnya, dan waktu saya tanya, “mau foto sama badut?” dia mau! Waaa… I’m a very happy mom.

Sampai acara selesai dia oke aja, sangat kooperatif, dan tentu saja saya senang setengah mati. Inilah manfaat dari sekolah! Dia sudah mulai mandiri. Paling tidak, saya puas melihat Ai kooperatif. Dia mungkin masih sedikit malu, tapi anak-anak pasti akan selalu belajar. Semoga saya juga selalu bisa keep up with her development.

Oke done, I’m done bragging about my daughter. *nyengir lebar

Tetap pesannya satu: kunyah ya Ai, jangan ngemut.

Write a Comment

Comment