Month: March 2016

  • Badai Cacar Air

    Jadi pertama-tama marilah kita panjatkan Al Fatihah untuk kesehatan kita semuanya. Al fatihah…

    Hmm… jadi di rumah lagi kena serangan badai cacar air. Ya datangnya sih memang ga barengan, tapi bertubi-tubi. Dan korbannya kali ini adalah mas suami. Sambaaat, ini adalah kado menjelang pergantian umur ke tiga puluh kalo kata saya hehehe…

    Sebelumnya, awal bulan Maret ini si Ai juga kena cacar air. Dia terinfeksi karena di sekolah cacar air juga menyerang secara bertubi-tubi. Setelah awalnya bulan Februari berganti-ganti teman sekolah Ai gak masuk karena cacar, akhirnya yang terakhir sekaligus 5 anak yang gak masuk. Saya yang waktu itu parno juga usaha menjauhkan Ai biar gak kena cacar. Nah setelah semua anak sembuh dan aktif kembali, kok ya ndilalah malah si Ai yang kena cacar. Gak selamat rupanya.

    Beruntung waktu itu, kayaknya virus yang nempel ini sudah gak ganas banget. Jadilah Ai cuma dapat beberapa bintil cacar air di bagian leher dan badan. Gak banyak lah, bisa dihitung kok. Dan gak ada demam atau meriang, jadi si anak libur semingguan tapi ya sehat aja, cuman cacar.

    Waktu akhirnya cacar menyerang Ai, saya sih berasanya ya sudahlah. Cuman, waktu itu mas suami parno berat. Gak mau dia dekat-dekat karena takut ketularan. Pasalnya, saya dan mas suami memang sama-sama belum pernah kena cacar air.

    Ternyata eh ternyata, setelah 2 minggu berlalu dengan tenang, saya pikir sudah beakhir ya serang cacar ini. Memang yan paling dikhawatirkan kan ya si anak. Karena si anak sudah kena dan sembuh, jadilah mungkin saya dan suami agak lengah dan santai kali ya. Ealah ok tak dinyana-nyana si virus ini masih nempel kemana-mana. Suami yang dari awal minggu lalu sudah merasa gak enak badan akhirnya jadi korbannya deh. Kamis, rasameriang semakin muncul, dan Jumat, lesi pertama muncul. Selamat, anda akhirnya kena cacar! huhuhuuu… 🙁

    Ya sudah, mau gimana lagi. Sembari minum obat 5xsehari 2tablet sekali minum itu juga harus meningkatkan daya tahan tubuh. Dan pesaan dari ibu dokter, penghuni rumah lain juga harus jaga kesehatan. Dilarang sakit selama 1 bulan kedepan! Daya tahan tubuh gak boleh menurun, karena virus ini akan masuk kalau kita sedang gak fit.

    Fiuh… semoga semuanya sehat ceria kembali seperti sedia kala ya.

    salam sehat!

  • Disney Heroines in a Simple Lines

    Ini terlalu sayang kalau dibuang, jadi mari diarsipkan saja disini.

    Jujur saja, sebagai penggemar Disney, ini terlalu cute untuk diabaikan.

    Postingan ini saya sematkan di timeline fesbuk saya 11 Maret 2014, 2 tahun lalu.

    can you name it?
    can you name it?

    *tokoh terbaru pada waktu gambar ini dibuat adalah karakter dari Disney’s Frozen.

    Sumber: 9gag

  • Menyoal Jodoh

    *Warning: this is so random. 

    Ada sebuah percakapan antara saya dan tante bungsu bertahun lalu yang waktu itu baru menyepakati perpisahan sama seseorang (baca: putus). Kira-kira setelah ngobrol ngalor ngidul, dia bilang, “kayaknya lebih enak kalo udah punya pacar sebelum kerja deh daripada mencari pacar pas udah kerja. atau gini, sekarang pisah, trus besok pas dah sama-sama kerja ketemu trus nikah.”

    Dimana-mana pasti jawabannya: ya iyalah, udah ga perlu pusing memikirkan soal jodoh. Iya kan? Setelah itu gak ada lagi obrolan soal itu. Saya juga lupa.

    Tapi semalam, sembari perjalanan pulang ke rumah dari pantai yang cukup lumayan jarak tempuhnya, tiba-tiba saya ingat soal ini dan akhirnya jadilah ngobrol bersama mas suami. Pasalnya, waktu itu saya dan mas suami lagi ngobrolin soal teman kantornya yang baru saja menikah, jadilah saya juga menimpali dengan ngobrolin seputar jodoh, obrolan pun bergulir ke topik itu tadi. Dan surprise surprise, ternyata mas suami sependapat dengan apa yang dibilang sama tante bungsu beberapa waktu lalu. HoHo!

    Menurut mas suami, selain mungkin iya sudah pasti ada rasa ayem kalo sudah punya pasangan, ada lagi pertimbangan lain. Kekurangan kalau baru mencari jodoh menurut mas suami: ketika orang sudah bekerja, asumsi dari sebuah hubungan pastilah mengarah ke pernikahan. Padahal belum tentu. Namanya orang memulai hubungan, pasti ada banyak yang dicari, tapi belum tentu ingin segera menikah dengan orang yang diajak memulai hubungan.

    And I was like, “what!” Masa sih?

    Terus buat apa dipacarin dong???

    Hmm… ada sesuatu yang saya sadari berbeda. Ternyata ini lho dari sudut pandang seorang lelaki. Sementara saya dan tante bungsu itu kan perempuan. Dan saya sadar, pihak perempuan cenderung akan berharap sebuah hubungan yang mereka mulai bersama seorang laki-laki akan kemudian bisa dibawa sampai jenjang pernikahan. Atau minimal ya saya aja yang berpikiran begitu. Ya ampun betapa naifnya aku~~~

    Ada banyak pertimbangan sebelum menikah, ya saya tahu itu. Kadang saya melihat ada yang bertahun-tahun pacaran ga juga nikah, akhirnya putus. Tapi yang baru ketemu sebentar tau-tau nikah aja loh. Still, urusan jodoh ini memang misterius.

    See, I’m so random 😀