Tag: kuliner

  • Ayam Slenget

    Jadi, setelah mencicipi entok slenget yang tersohor itu, rupanya bikin ketagihan dan pengen pengen lagi. Tapi kalo tiap pengen kesana kan boros ya, boros di kantong dan boros di bensin ehehe. Maka jadilah suatu hari dengan berbekal niat dan nekat, kita bereksperimen mencoba untuk masak. Tentu saja dengan resep yang kira-kira.

    Maka jadilah si ayam slenget!
    Maka jadilah si ayam slenget!

    Ayam slenget bukan entok slenget. Kenapa? Karena daging entok itu susah dicari kayaknya ya. Jadi sebagai ganti, saya pakai ayam kampung. Teksturnya ya mendekati lah, agak-agak alot enak gitu. Stepnya: saya bacem dulu daging ayam sampai empuk, baru setelah itu ketika mau disajikan, ditumis sebentar dengan bumbu pedas. Dislenget gitu.

    Nah, saya bagi resepnya kalau-kalau ada yang kepengin eksperimen juga.

    Ayam Slenget

    Bahan:
    Daging ayam kampung 1 ekor

    Bumbu bacem:
    Bawang putih 3 siung
    Bawang merah 5 siung
    Gula merah secukupnya
    Asam jawa (bisa direndam dan diambil airnya saja) secukupnya
    Garam sejumput
    Air

    Bumbu slenget:
    Bawang putih 1 siung
    Bawang merah 3 siung
    Lada secukupnya
    Cabe sesuai selera

    Pelengkap:
    Daun kol, iris tipis-tipis
    Timun, potong dadu

    How to:
    1. Cuci bersih ayam yang sudah dipotong-potong, masukkan dalam rebusan bacem (bawang merah putih, gula merah, dan asam jawa). Rebus sampai ayam empuk.
    2. Untuk penyajian, tumis bawang merah putih, cabe, dan lada hingga harum. Siram dengan ayam dan kuah bacemnya, koreksi rasanya, tunggu hingga mendidih.
    3. Sajikan panas-panas dengan nasi hangat. Jangan lupa irisan kol dan timun.

    Selamat masak!

  • Mendoan

    Mendoan. Tau kan mendoan? Makanan enak khas Banyumas ini sudah dikenal kemana-mana. Ciri khasnya tempenya tipis dan lebar, kemudian dibalut adonan tepung gurih, apalagi makannya bareng sambel kecap. Slurpp… kepengin to… hehehe…

    Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi polemik mendoan juga lho. Hebat to. Emang kenapa sih? Jadi dengar-dengar di berita, ceritanya ada individu tertentu yang ingin mematenkan mendoan ini menjadi merk dagang perorangan. Wehe, ya jelas se-Banyumas protes keras dong. Untungnya keinginan tersebut sulit untuk dilaksanakan karena mendoan ini adalah milik umum. Iya mendoan berasal dari kata “mendo” yang artinya setengah matang. Tidak bisa dong kata sifat dipatenkan, begitu kata berita.

    Sebagai individu kelahiran Banyumas, saya juga penggemar berat mendoan. Istilahnya sudah mendarah daging wes. Lebay sih, tapi memang begitu adanya. Domisili saya gak di Banyumas, nah menambah kangen, karena momen makan mendoan ini langka. Kalau sempat jalan-jalan ke Banyumas, khususnya Purwokerto, di Jl Jend Soetoyo ada beberapa tempat yang menjual mendoan. Mau beli mendoan hangat bisa, beli tempenya saja bisa, bahkan bisa jadi oleh-oleh juga.

    Di Jogja ini biasanya agak sulit menemukan tempe mendoan, makanya biasanya bikin sendiri. Ada sih beberapa tempat yang jualan, tapi jauh pula. Beli tempe biasa di pasar lalu diiris tipis menyerupai mendoan gitu. Atau kalau pas dapat kiriman oleh-oleh dari sodara yang main ke Jogja. Terus bumbunya apa? Mari kita simak bersama…

    Mendoan
    Bahan:
    – Tepung Terigu, secukupnya
    – Tepung Kanji, secukupnya (biasanya hanya sedikit digunakan)
    – Daun Bawang, secukupnya, iris tipis
    – Air, secukupnya

    Bumbu Halus:
    – Bawang Putih 3 siung
    – Kencur 1 ruas jari
    – Ketumbar, secukupnya
    – Garam, secukupnya

    Bumbu Sambal Kecap:
    – Bawang Merah
    – Cabe Merah
    – Cabe Rawit
    – Tomat
    – Kecap
    Haluskan semua bahan, atau diris-iris tipis, kemudian tuangkan kecap banyak-banyak. Jadi deh! Ukurannya sesuai selera, jadi bisa pas dengan level kepedasan masing-masing.

    Cara membuat:
    – Haluskan semua bumbu, beri air sedikit dan campurkan bersama daun bawang.
    – Tambahkan tepung terigu dan kanji secukupnya, aduk rata.
    – Tambahkan air secukupnya, aduk rata sampai adonan licin dan tidak bergerindil, adonan jangan terlalu encer, sebaiknya agak kental agar menempel di tempenya.
    – Setelah adonan siap, maka celupkan tempe mendoan satu persatu, goreng dalam minyak panas dan banyak, tunggu sampai agak kering baru angkat (jangan sampai terlalu kering karena nanti jadi gak mendo lagi)
    – Sajikan hangat bersama sambal kecap (atau bisa dengan cabe rawit hijau).

    Yang harus diperhatikan dalam penggorengan mendoan ini yaitu: jangan terlalu kering. Kan mendo itu setengah matang. Jadi pada saat sudah tidak menempel lagi di penggorengan, sudah bisa diangkat. Begitu.

    sepiring mendoan anget, nyeplus rawit, atau colek ke sambel kecap. mantep!
    sepiring mendoan anget, nyeplus rawit, atau colek ke sambel kecap. mantep!

    .Selamat mencoba!