Tag: jajan pasar

  • Kue Lupis

    Aloha amigos! 😀

    Akhirnya ya sis, setelah sekian lama bisa posting sesuatu juga. Maksudnya posting sesuatu yang berfaedah selain cuma nyampah doang hihihi. Karena kali ini saya berhasil eksekusi LOPIS! Yeeeyy… tepuk tangan!

    Jadi, sekiranya Anda-Anda sekalian sudah ketahui, Lopis, atau Kue Lupis, adalah salah satu jajanan tradisional yang banyak digemari orang. Jajanan kekunoan yang selalu bikin kangen, selalu bikin hepi yang makan, karena emang rasanya penuh dengan nostalgia yak hehehe.

    Terakhir kali saya makan Lopis sebenarnya belum terlalu lama, tapi ketemunya di tempat yang tak disangka-sangka. Di mantenan temennya mas suami! Hehe. Seperangkat Lopis plus Cenilnya yang dibungkus kelapa parut dan disiram gula merah itu memang uenak. Jajanan juarak!

    Nah, ceritanya, di rumah masih ada beras ketan lumayan banyak, sisa Yangti bikin lemper pas puasa kemaren. Nganggur kasian kan, akhirnya ayok deh kita olah. Bikin sesuatu yang mudah dengan bahan beras ketan itu apa ya? Buat saya yang amatir ini, yang selalu mengedepankan kemudahan, mari kita riset (baca: gugling)! Gugling sana sini, kok ribet amat ya bikin jajan pake beras ketan. Sampe akhirnya ketemulah resep lupis ini. Baca-baca-baca, sepertinya gak terlalu sulit. Jadilah mari kita eksekusi!

    Selain menggunakan bahan utama beras ketan, hal yang utama yang juga harus disiapkan ketika bikin lupis itu tidak lain tidak bukan adalah: daun pisang. Iya kan? Biasanya memang daun pisang ini dipakai buat bungkus-bungkus makanan, salah satunya lupis. Tapi di jaman kekinian ini, kalau tidak ada daun pisang, bisa juga pembungkusnya menggunakan plastik bening atau aluminium foil, karena tak ada rotan akarpun jadi!. Oiya, kalau semisal memang menggunakan plastik atau alufoil, bisa ditambahkan sedikiiit saja pasta pandan, supaya dapat warna semu kehijauan. Kalau membungkus menggunakan daun pisang tidak perlu ditambah pewarna, karena secara alami lupis akan mendapat warna dari perebusan bersama daun pisang.

    Beruntungnya, di tempat saya tinggal ini masih banyak pohon pisang yang bisa diminta sedikit daunnya. Dan yang perlu dicatat untuk pembuatan lupis ini, jika bisa: pilih daun pisang yang lebar, jadi bisa membungkus sempurna hanya dengan 1 lembar. Kalau daun pisang yang digunakan tidak terlalu lebar, bisa diakali dengan menyambung daun, jadi pakai 2 daun yang disambungkan. Jadi kita perlu potongan daun yang memanjang, dan dibentuk segitiga nantinya setelah diisi beras.

    Untuk bikin lupis ini sebenarnya gak sulit, tapi kita cuma butuh ketelatenan. Sabar. Dari proses merendam beras ketan, membungkus satu persatu ya memang butuh telaten, gak bisa buru-buru untuk hasil yang bagus. Hmm, mungkin ini berarti filosofis? Atau mungkin bisa juga dipake terapi ya hehehe :D.

    Nah, step paling awal adalah: merendam beras ketan. Jadi ketika akan diolah, beras ketan perlu direndam selama beberapa waktu. Tujuannya, supaya cepat lembut dan empuk, sehingga dalam proses pemasakan tidak memakan waktu terlalu lama. Kalau kata Yangti sih, kalau kualitas beras ketan itu bagus, cukup direndam 2 jam saja. Tapi kalau beras ketan yang tidak terlalu bagus, perlu direndam lebih lama. Nah, untuk jaga-jaga, daripada-daripada, saya merendam beras ketan semalaman (malam sebelum tidur direndam, untuk paginya diolah).

    Resepnya, banyak bertebaran di gugel ya. Tapi saya nyontek resep lupis dari Midnite Kitchen, berikut resepnya:

    Bahan-bahan:
    – 500 gr beras ketan, cuci dan rendam
    – Daun pisang secukupnya
    – Lidi atau tusuk gigi

    Cara: Cuci bersih beras ketan, setelah bersih kemudian rendam dengan air. Campurkan dengan ½ sdt garam dan 1 sdm air kapur sirih (jika ada). Tutup dan biarkan semalaman.

    Bahan untuk taburan:
    – 1/2 butir kelapa parut kasar (saya beli kelapa parut di tukang sayur, sudah bungkusan)
    – 1/4 sdt garam
    – daun pandan

    Bahan kinca (sirup gula merah):
    – 300 gr gula merah
    – 125-150 ml air atau secukupnya
    – sejumput garam
    – 1 lembar daun pandan
    – 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air (optional, bila ingin sirup gula merah lebih kental)

    Cara membuat:

    1. Ambil selembar daun pisang, buat contong, isi dengan beras ketan. Daun pisang dibagi kecil memanjang, tidak perlu besar untuk membuat bungkus lupis.
    2. Lipat contong membentuk segitiga dan padatkan, semat tusuk gigi agar rapat dan tidak ada celah yg terbuka.

      cara membungkus lupis
      cara membungkus lupis
    3. Lakukan hingga beras ketan habis.bikin-lopis4
    4. Rebus air dalam panci hingga mendidih, lalu masukkan lupis dan rebus hingga 1- 2 jam. Usahakan bungkusan-bungkusan lupis tadi tenggelam di dalam air.
    5. Angkat, tiriskan sampai dingin.

      ketika direbus, dan hasil matangnya
      ketika direbus, dan hasil matangnya
    6. Rebus gula merah, air, garam dan daun pandan hingga gula mencair keseluruhan. Tambahkan larutan maizena. Aduk rata, biarkan mendidih beberapa saat. Angkat lalu saring dan biarkan dingin.
    7. Kukus kelapa parut, garam dan daun pandan kuran lebih 15 menit. Angkat.bikin-lopis5

    Cara penyajian: buka bungkus kue lupis lalu taburi atau gulingkan di atas kelapa parut kukus. Tata di piring. Sajikan dengan sirup gula merah.

    Jadilah lupis ketan!
    Jadilah lupis ketan!
  • Sagu Mutiara in Another Dress

    Dulu, ketika saya masih belasan tahun, ibu suka bawa jajan sepulang dari pasar. Maka dari itulah sebutannya jajan pasar ya. Dari semua jajan pasar itu, kesukaan saya adalah kue sus dan ada satu jajan yang saya gak tau apa namanya. Terbuat dari sagu mutiara, tapi tidak berbentuk bubur. Sagu mutiaranya lebih padat, dan santannya kental di kanan kiri, gurih. Rasanya enak sekali kalo menurut saya.

    Sayangnya ibu mulai berhenti beli jajan mutiara ini. Ternyata di pasar sudah menghilang alias tak ada lagi. Sampai sekarang saya besar dan keliling-keliling pasar, belum pernah menemukan lagi. Sering ngobrol sama ibu juga gimana cara bikinnya ya, tapi waktu itu jawaban ibu adalah, “kalo bikin repot lho, beli aja kan gampang.” Tanpa menyadari kenyataannya jajanan itu menghilang dari pasaran. Ouch, menyakitkan. Hahahaha :D.

    Nah, hari ini , entah kenapa dari bangun tidur tadi pagi kok kepikiran sama jajanan ini. Dan berpikir keras, kira-kira apa ya resepnya. Kalau gugling dengan term “sagu mutiara” maka yang akan muncul kebanyakan adalah resep bubur mutiara. Gak cocok sama yang dicari. Maka dengan berbekal pengetahuan bahan dasar: sagu mutiara dan santan, saya mulai proyek antah berantah ini.

    Saya mulai dengan merendam sagu mutiara di dalam air mendidih, kurang lebih selama 1 jam. Jadi didihkan air secukupnya, ketika air mendidih masukkan sagu mutirara, dan setelah mendidih, segra matikan api. Tutup panci dan biarkan selama setengah atau 1 jam. Hal ini membuat mutiara lebih mudah dimasak, karena sudah mengembang sempurna (sudah bening) dan mempercepat proses masak. Resepnya saya kira-kira saja, dan beginilah penampakannya.

    Sagu mutiara dalam busana lain.
    Sagu mutiara dalam busana lain.

    Tentu saja yang dijual penampakannya jauh lebih cantik, tapi rasanya lumayaaann 😛 Kalo dibuka dalamnya kira-kira begini.

    Sagu mutiara, kanan kiri yang putih adalah santan kental.
    Sagu mutiara, kanan kiri yang putih adalah santan kental.

    RESEP SAGU MUTIARA

    Bahan:
    Sagu mutiara 1 bungkus
    Santan 200 ml
    Gula jawa 100 gram
    Garam sejumput
    Air
    Tepung maizena 1 sdt
    Plastik, bisa menggunakan plastik biasa kemudian dipotong kotak kira-kira 15 cm

    How to:
    1. Setelah mutiara mengembang sempurna, masak dengan api sedang, dan tambahkan air secukupnya, tidak terlalu banyak karena kita akan membuat mutiara ini kental.
    2. Setelah mendidih, masukkan gula jawa dan garam sejumput, masak hingga mengental, apabila air terlalu banyak, buat menyusut namun jangan lupa diaduk supaya dasarnya tidak gosong.
    3. Setelah matang, sisihkan dulu mutiaranya, dan kita akan membuat santannya.
    4. Masak santan dengan air, kira-kira setengah gelas. Tambahkan garam dan aduk rata.
    5. Kentalkan dengan maizena yang dilarutkan dengan sedikit air, terus aduk hingga licin. Setelah matang, matikan api.
    6. Untuk membungkus, letakkan plastik, ambil 1 sendok makan mutiara letakkan ditengah, santan diletakkan dikanan kiri, bungkus seperti membungkus kulit lumpia.
    7. Lakukan sampai mutiara habis. Agak sulit memang membungkusnya, tapi tetap harus semangat.

    Nah, begitulah petualangan saya di dapur hari ini. Dan hasilnya not bad. Lumayan mengobati kangen sama jajanan ini. Selamat bereksperimen dengan tambahan bahan lain. Selamat mencoba!