Month: December 2017

  • Sambal Goreng Teri

    Semenjak menikah, atau tepatnya setelah jadi ibu-ibu, saya merasa seneng kalo dikasi ubo rampe dedapuran. Macam gula jawa, kerupuk, ikan asin. Hal-hal yang sangat tidak menarik perhatian saya sebelum menikah lah pokoknya. Karena menurut saya waktu itu ngapain dong ya ngasih orang kok ngasihnya gula doang.

    Ternyata GULA DOANG itu bermanfaat! ?Ckikikiki…? Sungkem sama ibu-ibu sekalian?

    Beberapa saat yang lalu, seorang teman mengirim teri dari seberang pulau sana. Terima kasih ya Jeng Riiiss… Ya meskipun teri itu di pasar juga ada banyak, tetep aja ini harta karun yang menyenangkan. Yasss!???

    Dan kemarin setelah mikir-mikir mau dimasak apa yak teri ini. Yang dikirimin ini teri kecil-kecil, entah teri medan atau semacamnya gitu lah (saya gak tau namanya). Makanya mari kita buat sambel teri aja, lumayan buat temen makan ya kan. Atau lumayan bisa jadi nostalgia yang kangen dengan sambel teri ala angkringan (pengakuan mas suami yang adalah alumni sambel teri di angkringan).

    Sambal Goreng Teri

    Bahan: Teri medan atau teri yang kecil, kira-kira 250 gram

    Bumbu halus:

    Bawang putih 2 siung
    Bawang merah 4 siung
    Cabe merah, segenggam atau menurut selera
    Cabe rawit, 5 buah (gak pake juga gak papa)
    Kemiri 3 butir
    Tomat 1 buah

    Daun salam 3 lembar
    Daun jeruk 2 lembar
    Sereh 1 batang
    Lengkuas 3 cm
    Gula merah secukupnya
    Gula pasir secukupnya
    Garam secukupnya

    Cara membuat:

    1. Goreng teri hingga matang dan renyah, sisihkan.
    2. Haluskan bawang putih, bawang merah, cabe, kemiri, dan tomat. Saya blender semua sampai halus.
    3. Panaskan wajan, masukkan bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, sereh, dan lengkuas, tumis hingga harum.
    4. Masukkan gula dan garam, sesuaikan dengan selera.
    5. Masukkan teri yang sudah digoreng, aduk merata hingga teri dan bumbu tercampur rata.
    Sambel Teri Mamap

    Sambal teri ini cocok untuk teman makan, dan bisa disimpan cukup lama asalkan disimpan dengan benar dalam wadah tertutup rapat.

    Daaann… tentu saja COCOK kalo dijodohkan sama nasi angeeett!

    Huennnaak!

    Salam teri!

  • Catatan Ai #1

    Kalau kata Yangtinya, ini adalah salah satu cara si Ai “menterjemahkan rasa”.

    Kutahu rasanya berteman sangat menyenangkan

    Lihat matahari sangat panas

    Lihat hujan sangat basah

    Lihat bintang sangat berkilau

    Note ini dia tunjukkan ke saya dan mas suami setelah uprek sendirian sambil bernyanyi-nyanyi lirih. 

    Memang si Ai biasanya suka bikin sesuatu sekepenginan dia. Kadang gambar sesuatu, atau menulis, itupun sesuai mood dia. Ya dengan kemampuan menulis dan mengejanya yang kadang masih terbalik-balik dan kelewat hurufnya ?

    Selalu ceria ya, Ai ?

  • Rizqi

    Katanya, kita tidak boleh mengukur rizqi hanya semata dalam hitungan finansial. 

    Anak yang sehat, itu rizqi. 

    Suami yang sabar, itu rizqi. 

    Setiap hari selalu bisa makan, itu rizqi. 

    Dekat dengan orangtua, itu rizqi. 

    Bangun tidur setiap pagi, itu riqzi. 

    Segala sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari yang terasa berat, namun bisa kita lalui, itu rizqi. 

    Kehidupan kita ini adalah rizqi dari Allah. 

    Saya masih belajar untuk selalu bersyukur apapun itu riqzi yang Allah kasih dalam hidup saya. 

    Walaupun kadang, saya lupa dan masih mengeluh kenapa begini, kenapa begitu. 

    Bersyukurlah, Map.