Sagu Mutiara in Another Dress

Dulu, ketika saya masih belasan tahun, ibu suka bawa jajan sepulang dari pasar. Maka dari itulah sebutannya jajan pasar ya. Dari semua jajan pasar itu, kesukaan saya adalah kue sus dan ada satu jajan yang saya gak tau apa namanya. Terbuat dari sagu mutiara, tapi tidak berbentuk bubur. Sagu mutiaranya lebih padat, dan santannya kental di kanan kiri, gurih. Rasanya enak sekali kalo menurut saya.

Sayangnya ibu mulai berhenti beli jajan mutiara ini. Ternyata di pasar sudah menghilang alias tak ada lagi. Sampai sekarang saya besar dan keliling-keliling pasar, belum pernah menemukan lagi. Sering ngobrol sama ibu juga gimana cara bikinnya ya, tapi waktu itu jawaban ibu adalah, “kalo bikin repot lho, beli aja kan gampang.” Tanpa menyadari kenyataannya jajanan itu menghilang dari pasaran. Ouch, menyakitkan. Hahahaha :D.

Nah, hari ini , entah kenapa dari bangun tidur tadi pagi kok kepikiran sama jajanan ini. Dan berpikir keras, kira-kira apa ya resepnya. Kalau gugling dengan term “sagu mutiara” maka yang akan muncul kebanyakan adalah resep bubur mutiara. Gak cocok sama yang dicari. Maka dengan berbekal pengetahuan bahan dasar: sagu mutiara dan santan, saya mulai proyek antah berantah ini.

Saya mulai dengan merendam sagu mutiara di dalam air mendidih, kurang lebih selama 1 jam. Jadi didihkan air secukupnya, ketika air mendidih masukkan sagu mutirara, dan setelah mendidih, segra matikan api. Tutup panci dan biarkan selama setengah atau 1 jam. Hal ini membuat mutiara lebih mudah dimasak, karena sudah mengembang sempurna (sudah bening) dan mempercepat proses masak. Resepnya saya kira-kira saja, dan beginilah penampakannya.

Sagu mutiara dalam busana lain.
Sagu mutiara dalam busana lain.

Tentu saja yang dijual penampakannya jauh lebih cantik, tapi rasanya lumayaaann 😛 Kalo dibuka dalamnya kira-kira begini.

Sagu mutiara, kanan kiri yang putih adalah santan kental.
Sagu mutiara, kanan kiri yang putih adalah santan kental.

RESEP SAGU MUTIARA

Bahan:
Sagu mutiara 1 bungkus
Santan 200 ml
Gula jawa 100 gram
Garam sejumput
Air
Tepung maizena 1 sdt
Plastik, bisa menggunakan plastik biasa kemudian dipotong kotak kira-kira 15 cm

How to:
1. Setelah mutiara mengembang sempurna, masak dengan api sedang, dan tambahkan air secukupnya, tidak terlalu banyak karena kita akan membuat mutiara ini kental.
2. Setelah mendidih, masukkan gula jawa dan garam sejumput, masak hingga mengental, apabila air terlalu banyak, buat menyusut namun jangan lupa diaduk supaya dasarnya tidak gosong.
3. Setelah matang, sisihkan dulu mutiaranya, dan kita akan membuat santannya.
4. Masak santan dengan air, kira-kira setengah gelas. Tambahkan garam dan aduk rata.
5. Kentalkan dengan maizena yang dilarutkan dengan sedikit air, terus aduk hingga licin. Setelah matang, matikan api.
6. Untuk membungkus, letakkan plastik, ambil 1 sendok makan mutiara letakkan ditengah, santan diletakkan dikanan kiri, bungkus seperti membungkus kulit lumpia.
7. Lakukan sampai mutiara habis. Agak sulit memang membungkusnya, tapi tetap harus semangat.

Nah, begitulah petualangan saya di dapur hari ini. Dan hasilnya not bad. Lumayan mengobati kangen sama jajanan ini. Selamat bereksperimen dengan tambahan bahan lain. Selamat mencoba!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *