MALU! #medium: Sep 29, 2014

Jadi kalau anda merasa diri anda terpelajar, terdidik dan berpengetahuan luas TAPI anda masih merokok, sorry to say, anda adalah orang dungu. Orang yang tidak sayang diri sendiri apalagi keluarga.

Ya, saya paham sepenuhnya, ini negara merdeka, suka-suka saya dong mau merokok atau tidak. Tapi menurut saya, ternyata merokok itu tidak hanya hak pribadi, karena ada asap yang kemana-mana dan terhirup oleh orang lain. Kecuali kalau anda yang perokok ini bisa mengendalikan jalannya asap rokok anda.

Anggaplah saya orang yang cupat, sempit pikirannya, tapi menurut saya, laki-laki (khususnya) tidak merokok. Tidak ada hukum yang menyatakan bahwa lelaki harus merokok, apalagi wanita. Dan jika iya dia merokok, maka sudah sepatutnya ketika dia menikah dan mulai memiliki keturunan, kebiasaan rokok itu harus dibuang jauh-jauh. Lelaki, khususnya seorang AYAH yang memiliki anak-anak tapi masih merokok, berarti mereka egois.

Anggaplah saya orang yang menyebalkan, tapi saya akan tetap pada pendirian saya yang melihat manusia perokok adalah manusia yang menyia-nyiakan hidupnya sendiri. Membahayakan dirinya sendiri dan lingkungannya. Seharusnya kita malu. Iya, malu! Negara Indonesia ini negara miskin. Tapi soal kebutuhan rokok, astaga, rokok jadi lebih berharga dibanding beras.

Anggaplah saya sok tahu, karena memang saya seorang perempuan yang tidak pernah kenal rokok, atau lingkungan perokok. Bagi saya, teman-teman yang merokok adalah orang bodoh. Tapi saya seorang ibu yang berhak mendapatkan udara sebersih-bersihnya untuk anak-anak saya.

Ayolah para perokok diluar sana, khususnya yang berstatus sebagai pria, yang berstatus sebagai suami, yang berstatus seorang ayah, MATIKAN ROKOKMU, SELAMANYA!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *