Kita Perlu LEBIH Sadar dan Sabar

Ingat soal taman bunga amarylis yang dalam hitungan hari rusak gara-gara terinjak-injak pasukan selfie? Atau soal kecelakaan yang merenggut nyawa banyak orang karena melangar perlintasan kereta api? Atau soal pembagian zakat tahunan yang pasti menelan korban? Atau soal banyak lagi hal yang membuat kita geleng-geleng kepala?

Apa iya kita ini sangat tidak sadar dan tidak sabar? Apa iya orang indonesia itu memang tidak bisa belajar dari pengalaman orang lain? Masa iya harus ada korban dulu baru kemudian kia bisa sadar? Masa iya perlu ada pembatas atau warning super gede baru kita mau patuh?

Miris. Sedih. Kecewa.

Kok ya begitu banget sih kita jadi manusia? Kok kayanya gak bisa banget sih menjaga lingkungan. Apalagi menjaga diri kita sendiri.

Ini sepele lho, kalau saja kita mau menunggu sebentar saja, pasti akan beda hasilnya. Kalau saja kita mau menunggu kereta lewat, kalau saja kita mau bergantian, kalau saja kita mau sabar mengantre, kalau saja kita lebih sabar dan sadar.

Ayo to, masa iya sebagai manusia berpendidikan kita tidak bisa bersikap seperti sewajarnya manusia yang peduli lingkungan. Semisal kita yang dewasa ini tidak bisa memberi contoh baik, lalu anak-anak kita mau meniru siapa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *