Month: August 2016

  • Immortal Love Song

    Immortal Love Song adalah sebuah lagu brilian yang diciptakan Ahmad Dhani di era 2013, diciptakan di era Mahadewa, dengan vokalis Judika. Kenapa brilian? Ya karena memang pada era Mahadewa, atau sebelumnya era The Rock lagunya gak terlalu asik, gak seasik jaman Dewa 19 dulu *tua 😀

    The song itself is literally about immortal love. Tentang cinta yang tidak sekedar antara aku dan kamu, atau sepasang muda mudi saja. This song is about love itself. Karena cinta memang tidak punya batas, apalagi cinta yang dimiliki orang tua untuk anak (anaknya), sangat luas dan tidak pernah putus. Dan Immortal Love Song bercerita dengan indah mengenai jenis cinta ini.

    And yes, you are in love forever once you had a family on your own. Ketika anak-anak hadir dan menguatkan hubungan antara pasangan, bahkan memperbaiki hubungan antara kita dan ayah ibu kita.

    And I love this song for making me feel that way.

  • Ada Apa Sih Dengan Cinta?

    Jadi, setelah film AADC 2 banyak beredar di Youtube kan, saya sama mas suami ikutan nobar dan notis. Nonton bareng dan nonton gratis. Ya secara teknis sebenarnya gak gratis sih, secara kami mengorbankan bandwith internet dan listrik buat nonton kembalinya mbak Cinta dan Mas Rangga *perhitungan 😛

    Anggap deh telat banget. Kami Saya memang belum nonton sekuel AADC, jadi saya rewel mewanti-wanti mas suami, jangan sampe dia nonton gak ngajak-ngajak saya (gamau banget ditinggal :D). Dan akhirnya ya semalam, setelah si Ai tidur, kami nonton deh.

    Kurang lebih 2 jam nonton, dan setelah selesai nonton, kami sepakat bertanya-tanya, “sebenarnya ada apa sih dengan Cinta?” Serius ya, kami saya merasa film ini aneh, dan memang saya merasa terkesan dipaksakan karena ekspektasi tinggi para penggemar baper. Iya gak sih?!

    Katakanlah memang banyak pihak yang menantikan kembalinya Cinta dan Rangga, romantis, puitis, dan is is is lainnya. Tapi dalam kacamata saya, saya masih lebih suka sekuel AADC yang dibuat oleh Line beberapa waktu lalu. Kata-kata, “jadi beda, satu purnama di New York dan di Jakarta?” jauh lebih greget sih dibandingkan, “Rangga apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat!” Iya gak sih?! Well, sekali lagi ini hanya pendapat saya.

    AADC 2 memang menggambarkan realitas setelah 14 tahun. Setelah 14 tahun memang gak mungkin semuanya masih begitu indah dan menyenangkan. Pasti ada banyak sekali perbedaan, terutama perbedaan mbak Cinta dan mas Rangga. Apa ya, gak tau aja, saya merasa dialog yang terjadi gak natural aja, gak kerasa greget. Sekarang nontonin karakter Cinta kok rasanya labil banget. Atau mungkin malah dengan tepat menggambarkan seseorang yang gak pernah selesai dengan cinta pertamanya? Penasaran selalu?

    Dan ada satu scene yang sangat sayang gak bisa meng-capture momen. Yaitu saat Rangga dan Cinta pergi ke Puthuk Setumbu, sayang sekali keindahan momen sunrise dan panoramanya gak kelihatan. Udah jauh-jauh ke Punthuk Setumbu lho bro! Sayang bingiiitt.

    Tapi saya sangat sadar, yang membuat film ini berbeda jauh adalah kacamata saya. Bandingkan waktu menonton AADC 14 tahun lalu saya kan masih bocah, piyik banget yang cuma ngerti mimpi-mimpi soal romantisme. Jelas waktu itu pasti termehek-mehek banget. Bandingkan dengan sekarang ketika sudah menjelang kepala 3, paling tidak kacamata saya pasti lebih rasional (soalnya udah pernah merasakan pahit manisnya cinta. ciee banget toh). Mungkin itu juga yang mengurangi rasa gregetnya kali ya.

    Eniwei, ini hanya sekedar celoteh saya soal mbak Cinta dan mas Rangga. Murni dari kacamata awam saya, dan gak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak manapun. Cao!

     

  • Catatan Kecil

    Dengarkan baik-baik liriknya.

    Catatan Kecil – Adera

    Bila ingin hidup damai di dunia
    Bahagialah dengan apa yang kau punya
    Walau hatimu merasa
    Semua belum sempurna
    Sebenarnya kita sudah cukup semuanya

    Bila dunia membuatmu kecewa
    Karena semua cita-citamu tertunda
    Percayalah segalanya
    Telah diatur semesta
    Agar kita mendapatkan yang terindah

    Impianmu terbangkanlah tinggi
    Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
    Senyumlah kembali
    Bahagiakan hari ini
    Buatlah hatimu bersinar lagi

    Bila ingin lebih damai di dunia
    Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
    Kini hatimu terasa
    Semua lebih sempurna
    Karena kau hidup
    Dengan seutuhnya

    Impianmu terbangkanlah tingi
    Tapi slalu pijakkan kaki dibumi
    Senyumlah kembali
    Bahagiakan hari ini
    Buatlah hatimu bersinar lagi

    Bila ingin lebih damai di dunia
    Berbagilah bahagia yang tlah kau punya
    Percayalah segalanya
    Telah diatur semesta
    Agar kita mendapatkan yang terindah

    Kini hatimu terasa
    Semua lebih sempurna
    Karena kau hidup
    Dengan seutuhnya